Janur Kuning Melengkung

Bismillah,

Janur Kuning Melengkung

Alhamdulillah, saya masih bisa menulis kembali di sini. Rasanya pagi ini begitu cerah, meski udara di luar sana dingin sekali. Dan momen itu akan segera terjadi :D, janur kuning akhirnya melengkung juga. Saatnya semua berhenti dalam aktivitas kerja keseharian, bisa menghirup udara, membuat hati semakin tenang.

Inilah jawaban dari status fesbuk saya kemarin :D

Pertama, Janur (dari bahasa Jawa) adalah daun muda dari beberapa jenis palma besar, terutama kelapa, enau, dan rumbia. Janur biasa dipakai sejumlah suku bangsa di Nusantara sebagai alat kehidupan sehari-hari. Itu menurut wiki yang arti secara harfiahnya demikian. Namun, sebagian orang menganggap janur kuning itu suatu simbol pernikahan seseorang. Pokoknya dimana ada janur kuning di sana pasti ada dua sosok manusia, laki-laki dan wanita yang sedang duduk di atas pelaminan padahal kan tidak selalu demikian :mrgreen:

Sebenarnya bukan janur kuning yang di depan rumah empunya hajat perkawinan yang saya maksud, tapi janur kuning yang sedang bertebaran di Bali. Janur kuning itu disebut penjor. Dalam bahasa Bali, penjor itu artinya janur, janur yang biasa kita bikin ketupat saat lebaran. Penjor biasanya dipasang di depan rumah setiap penduduk Bali yang merayakan hari raya Galungan. Sepertinya saya pernah posting tentang Galungan di sini. Ada yang belum tau Galungan? silakan baca di sini.

Penjor dipasang pada tiap-tiap rumah orang Bali yang beragama Hindu. Jadi sahabat jika datang ke Bali pada saat Galungan akan menemukan hiasan janur yang bermacam-macam bentuk di setiap lorong jalan. Tak terkecuali di gang-gang sempit. Pokoknya dimana ada rumah orang Bali berpenghuni juga pasti ada penjor melengkung. Bentuk dari penjor ini bermacam-macam, semua bagus. Kalau boleh saya katakan bahwa hiasan dari janur ini paling bagus buatan orang-orang Bali, karena mereka sudah biasa membuatnya setiap ada perayaan adat atau agama. Berbagai macam bentuk bisa dibuat oleh mereka.

Ini dia penampakan dipinggir-pinggir jalanan kota Denpasar, tepatnya di jalan WR Supratman:

Kalau yang ini, penampakan ibu-ibu yang baru membeli janur untuk dijadikan penjor

Nah, yang membuatku senang adalah semua aktifitas di Denpasar jadi tidak sesemrawut seperti hari biasa. Setidaknya polusi asap kendaraan bermotor menjadi berkurang, meski tidak sepenuhnya hilang. Semua kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan diliburkan. Tidak hanya itu sih sebenarnya, ada yang membuatku lebih senang lagi karena agenda rutin setiap libur Hari Raya Galungan, saya dan kawan-kawan kembali menjelajah Pulau Dewata. Ya, hari ini kami akan berwisata dan masih dirahasiakan tempatnya :mrgreen: nanti saya buatkan reportasenya yah? :D

Susahnya kalau mau beli pulsa, karena semua konter tutup di daerahku. Mesti berjalan lebih jauh untuk mendapatkan pulsa, tapi ya itu entah dimana yang masih buka hari gini. Orang-orang kebanyakan pulang kampung masing-masing :D

Sampai disini dulu yah, saya mau mandi dulu abis itu refreshing, hehe..nantikan reportase saya selanjutnya…

About these ads

58 responses to “Janur Kuning Melengkung

  1. Hampir aja bikin angpaw hehe…..
    I’m pretty close sama kebudayaan bali karena tetanggaan sama orang bali
    satu-satunya tarian daerah yang saya kuasai ya tari bali
    tapi baru sekali ke bali :D

  2. wah..tahun lalu saya ke Bali pas banget lagi acara Galungan. Pas pertama tiba, saya terheran2..kok banyak amat yang kawinan? trus driver (orang Bali) langsung jelasin “ini lagi Galungan Bu!” hehe…

  3. Aku jd penasaran… kalau orang nikahan di Bali pake janur kuning jg nggak?
    kalo iya, bedainnya sama janur kuning buat acara Galungan gmana ya?
    Soalnya sepertinya mirip ituh… :-D

    • beda, biasanya kalo nikahan ada dua janurnya di depan pintu rumah masing2, ditambah patung naga juga, dll
      beda pokoknya

  4. Cantik2 ya kreasi janurnya.
    Di kotaku jarang2 bisa melihat bentuk hiasan janur yang bagus. Bahkan biasanya kalo ada yang nikahan, palingan cuma dipasangin setangkai pelepah daun palem berwarna kuning ini :D

  5. Maaf kalau boleh tau foto janur ini didapat dari mana ya? Dan bagaimana saya bisa mendapatkan alamat email tunsa?

  6. Saya pernah mencoba membuat Janur Kuning buat hiasan penjor seperti ini.
    Tapi saya anggap saya gagal.
    Karena bambunya kurang melengkung jadi kaku tegak begitu…

    Mohon bimbingan…
    saya sertakan email saya di sini….

    Terimakasih

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s