Tag

, , ,

Seperti biasanya saya selalu menunggu teman-temanku pulang di depan layar komputer. 45 menit sudah jarum melewati angka 9 malam wita. Tak seperti biasanya mereka pulang sampai larut begini jika tak ada pekerjaan yang ku perintah. Saya sabarkan hati walau mata ini sudah ciut, hampir-hampir terpejam, sebab tentu saja menunggu uang setoran :D #dimana-mana mah kalo soal uang pasti bikin melek, haha…

Tak lama kemudian, suara mio nampak terdengar berhenti di depan. “Ini pasti dia..” pikirku. Ternyata benar bahwa teman yang sedang ku tunggu itu akhirnya datang juga, seketika mataku langsung melek. Tampak dari kejauhan, mereka berdua terlihat murung. “Waduhh…jangan-jangan hari ini dapetnya sedikit” kembali berucap dalam batin.

Ternyata….dugaanku salah #alhamdulillah. Namun wajah mereka yang masih terlihat muram membuatku penasaran, sebenarnya ada apa ini? belum saya bertanya, tiba-tiba dia langsung nyeletuk.

“Mas..iki anu. Aku enthuk duwit palsu satus ewu. Mau rame, gak ketemu uwonge sing nggowo duwit palsu iki..” (terjemahnya di bawah ini :mrgreen:)

“…kok dibaleni maneh, koyo mbiyen..” ekspresiku tentu saja kecewa, sebab dulu kami memang pernah mendapatkan uang palsu. Memang tak ada money detector, setidaknya kita masih bisa membedakannya dengan 3D kan? :D

Sambil membuka lipatan-lipatan uang setoran, lalu menunjukkan kepada saya uang yang dimaksud, “Iki lho mas, soale mau rame banget” dia kembali beralasan.

“Oalah….iki kan duwit anyar mas. Mosok gak tau?” :lol: mimik wajahku kini terlihat lega.

Gambar uang yang dimaksud adalah bagian bawah. Saya ambil dari sini.

Alhamdulillahnya saya sudah pernah dapat informasi bahwa ada pecahan uang seratus ribuan yang baru, jika tidak, uang itu pasti sudah ku laminating seperti pengalaman lalu. Saya baru sadar, sosialisasi terhadap uang baru memang kurang dari pihak Bank Indonesia sehingga banyak orang yang tidak tahu. Saya menemukan info uang baru itu di salah satu narblog, lalu bagaimana dengan masyarakat yang tidak ngeblog?

Seperti uang pecahan 1000 rupiah dengan bentuk logam, pertama kali saya membelanjakannya uang saya ditolak #kali ini tak ada dukun yang bertindak# di Bank B*A saja tidak ada informasinya.

Mungkin perlu dijadikan perhatian oleh yang berwenang, bagaimana cara mensosialisasikan uang baru kepada masyarakat secara efektif, jangan hanya di Bank Indonesia. Tidak semua orang pernah ke Bank Indonesia kan? :D

About these ads