Kepengkok

Aku termasuk salah satu siswa yang aktif ketika di sekolah. Dari SD, eh, bahkan dari masih belajar di Taman Kanak-kanak, aku selalu mengikuti kegiatan-kegiatan dari sekolah. Biasanya, saya juga sering dipilih sebagai siswa untuk mewakili sekolah dalam perhelatan tingkat kecamatan ataupun tingkat kabupaten.

Bahkan saat SD, hampir ada event tingkat kecamatan dan kabupaten, saya selalu siap untuk menjalankan tugas. Tanpa ragu-ragu, aku selalu menjawab: “Siap, pak Guru!”

Saat kelas 5 SD, aku kembali terpilih untuk menjalankan tugas negara, sebagai peserta Pramuka. Sebetulnya aku sudah pernah mengikuti kegiatan   kepramukaan, yaitu Pesta Siaga, kegiatan kepramukaan terrendah tingkat Sekolah Dasar.

Sesampainya di sana, aku  dan beberapa kawan langsung mendirikan tenda dengan bantuan dari guru pembimbing. Setelah sore hari tiba, saatnya upacara pembukaan seluruh peserta pramuka. Dan sekaligus membagikan sebuah buku kenalan, buku untuk menulis nama-nama teman dari sekolah lain yang menjadi peserta.

Kegiatan sehabis upacara kan biasanya santai, cuma berkenalan ke tetangga tenda. Daaann…. pembagian tugas untuk ngangsu air tiba, ketua regu memberikan tugas pertama nyari air kepadaku, sendirian. Tanpa basa-basi langsung daku pergi dengan membawa 2 buah ember ukuran besar (untuk anak kecil)…

Ngambil airnya lumayan jauh, ke rumah penduduk kampung… setelah sekian lama mencari-cari sumur, ketemulah salah satu sumur yang berada jauh dari bumi perkemahan. Dengan susah payah ku bawa sendirian. Hampir masuk lapangan bumi perkemahan ada sebuah jembatan bambu ala pramuka yang membentang memotong comberan… dengan beban berat, aku kepleset… kepengkok di kubangan itu… comberan dengan air yang warnanya hitam penuh lumpur… sedangkan kedua ember air yang ku bawa dari jauh habis tumpah saat itu.. hanya sedikiiitt banget, kira-kira secibuk.. tanpa pikir panjang, aku kembali ke tenda, sebab lokasinya lebih dekat daripada ke sumber air. Jadi… aku lari menuju tenda, tanpa tengok kanan kiri.

Sampai tenda, aku baru sadar… gimana caranya menghilangkan air lumpur comberan ini sekujur tubuh :lol:

***

Ari Tunsa berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia, disponsori oleh Jeng AnggieDesa Boneka, dan Kios108

About these ads

23 responses to “Kepengkok

  1. Air secibuk tetep dibawa ke tenda..halah..halah..
    Mbo ya setelah kepengkok balik ke sumber air lagi, mandi, trus ambil air, baru balik ke tenda lagi. Lain kali jangan begitu ya…??? :D :D

    Dicatat sebagai peserta lagiii… Makasih banyak yaaaa…..
    Nggak sekalian ikut kategori FT? Biar tiga-tiganya sekalian. Komplit! :D

    • lha wong udah belepotan om… mana mungkin aku bali ke sana dg tampang seperti itu… dan akhirnya ku minta tolong temen yang waktu itu ngetawain. untuk ngambilin air, hihi

  2. Mas Ari, semalem gw dah kesini tapi susah amith kaga bisa komen jadi pulang lagi deh :-(

    Hihihi emang aer comberannya bisa dibersihin pake tayamum yah ko baliknya ke tenda bukan ke sumber aer?? :-)

    *kabooorrr sambil nutup idung bareng Ka Akin* :-)

    Thanks atas partisipasinya, Mas. Tanggung atuh 1 kategori lagi. Mbok yah diborong semua. Kan Mak Cebong pengen liat narsisnya Mas Ari bijimane :-)

  3. hihihihi….ngga kebayang dech temen2 setenda pasti pada nutup hidung semua……abis baunya sm kayak toilet hihihihi………*kabur sebelum ditimpuk

    Makasih ari atas partisipasinya…sdh tercatat sbg peserta….

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s