Tag

, ,

Gambar saya crop dari PC saat menonton berita tersebut

Sore yang cukup memanas, hujan tapi panas, aneh bin nyata. Hari ini saya baru memulai aktivitas normal setelah beberapa hari kemarin masih dalam inkubator. Maklum, kita orang kan imyut-imyut, takut terkontaminasi virus dan bakteri dari tangan setiap orang yang suka mencubit pipiku yang chubby ini. #diketokwargawebepakepalu :mrgreen:

Aku dan secangkir kopi, eh bukan, sekarang ganti aku dan semangkuk burjo :lol: Iya, dari secangkir kopi, kini aku merubah haluan menjadi pecinta burjo, istilahnya burjo mania gituhh. Bagaimanapun juga secangkir kopi dan burjo itu tidak bisa dipisahkan dari kehidupanku. Entahlah kenapa aku begitu mudahnya mendapat inspirasi dari dua hal itu.

Benar saja, beberapa hari yang lalu aku kembali menikmati burjo, haha… Bukan itu maksudku. Dari hasil santap burjo bersama pagi itu aku mendapati berita mengejutkan dari salah satu stasiun televisi swasta yang cukup tersohor. Berita itu bertajuk ‘PLN akan menjual listrik ke Singapura’.

Tanggapanku hanya “wah” itu saja, tak ada yang lain. Mungkin saja pemerintah kita merasa mempunyai listrik yang berlebihan sehingga dijual agar tidak merugi. Mungkin saja, aku tau apa sih tentang pemerintah dan segala hal yang ada di dalamnya. Listrik hanya milik pemerintah, air juga punya pemerintah, begitu juga dengan yang lain, semua milik pemerintah. Satu hal yang aku sesalkan, kenapa sih kita harus menjual listrik sementara masih banyak daerah terpencil bagian Indonesia yang belum ada listrik. Jangankan daerah terpencil, kota-kota besar saja masih sering mengalami pemadaman listrik.

Aku tidak tau, makanya aku kesal mungkin juga nasibku ini sama juga dengan penduduk Indonesia yang lain, kesal karena tidak tau. Mungkin ada alasan tersendiri kenapa Indonesia menjual listrik? monggo yang merasa pegawai Perusahaan Listrik Negara bisa share di sini agar kami paham apa maksud dari semua ini.

Wahai rakyat Indonesia, apakah kalian setuju Indonesia mengeksport listrik? :D