Goool…

“Nanti malam kamu pegang apa?” kata salah seorang temanku kepada temanku yang lain. Hehe…aku gak ikut-ikutan, gak tau juga. Tapi walaupun tau juga nggak mau ikut. Ini tulisan apa ya….ngawur.

Tau nggak sobat, sekarang kan musimnya piala dunia, semua penggila bola ternyata memantau perkembangan dunia sepak bola internasional, macam-macam caranya ada yang suka nonton previw pertandingan dan analisanya di TV, ada juga dari koran. Kan semua media juga menyiarkan atau menampilkan perhelatan sepak bola terakbar di dunia. Kembali ke yang tadi, cuplikan percakapan singkap tadi merupakan dialog temanku yang mau bertaruh untuk tim kesebelasan sepak bola kesayangannya. Ya, taruhan memang fenomena yang tidak aneh lagi di kalangan pecinta sepak bola apa lagi event kelas dunia seperti Piala dunia 2010 kali ini.

Afrika Selatan, persinggahan even empat tahunan ini digelar. Negeri hitam ini (Maksudnya penghuninya orang kulit hitam), tiap kali di gelar piala dunia selalu menjadi momen yang paling ditunggu oleh para penggemarnya. Di Bali saja saya liat begitu meriahnya dan antusiasme masyarakat terhadap piala dunia. Sampai – sampai banyak di beberapa wilayah seperti di jalan Imam bonjol, bendera tim-tim kesayangan mereka dikibarkan di pinggiran jalan kota. Jalan WR Supratman misalnya, juga berkibar bendera Argentina sebagai tanda dukungan dari masayarakat terhadap tim tersebut.

Tidak hanya bendera-bendera yang berkibar di pinggiran kota, nobar (nonton bareng) juga banyak diselenggarakan oleh kelompok-kelompok penggemar sepak bola. Ada yang menyediakan proyektor beserta layar besarnya maupun dengan menggunakan tv kecil. Saya liat juga pada pembukaan piala dunia hari jumat yang lalu, tv di sepanjang jalan wr supratman dari Masjid Polda Bali sampai di banjar Dauh Tangkluk, semua menyaksikan siaran langsung RCTI itu.

Memang bukanlah hal yang asing lagi kita lihat, salah satu stasiun televisi swata juga ada yang melombakan kampung sepak bola. Iya, lomba desaign kampung menjadi kampung sepak bola pun disambut positif oleh masyarakat, buktinya lomba dengan iming-iming hadiah besar itu diikuti oleh banyak kampung. Sedemikian rupa mereka menghiasi kampungnya dengan nuansa sepak bola.

Dampak negatif sering terjadi apabila piala dunia di gelar, diantaranya adalah produktivitas kerja jadi menurun, baik yang bekerja di tempat swasta maupun pegawai negeri bahkan sampai tingkat nasional. Bagaimana tidak, mereka menonton sepak bola dini hari sampai pagi, tak hayal pada jam kerja banyak karyawan yang ngantuk. Seperti yang dikutip di Jawa Pos, di Inggris sekolah – sekolah dibubarkan gara-gara ada pertandingan hidup mati Inggris, akibatnya productivitas di negara tersebut menurun drastis.

Yang saya khawatirkan itu di Indonesia, gimana jika productivitas turun drastis jika tidak ada jam kerja tambahan. Inggris sich negara maju, kalau kita…..bisa dikira-kira sendiri dech, cukup ya tulisan kali ini.

Teruslah berkarya

6 responses to “Goool…

  1. Ping-balik: 200 « Tunsa·

  2. menorehkan komentar di tulisan yang katanya merupakan tulisan pertama di blog ini… he he he

    mengukir sejarah… dan Goool……….

  3. baiklah, saya tandatangani batu prasasti ini, sebagai tanda diresmikannya tulisan ini sebagai cikal bakal blog ini. Semoga tetap berjaya….
    Urik urik urik…*tepuk tangan, prok prok prok….potong tumpengnya….B-)

  4. Ping-balik: Oh No..Oh Yes.. One Heart, One Year « Tunsa·

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s