“Mandiri”ku diuji Part I

Apa kabar semua, semoga sehat selalu ya…amien. Dear diary, hari ini aku akan me review ulang pengalaman yang sangat mengesankan bagiku, dan mudah-mudahan bermanfaat yang bisa diambil hikmahnya.

Beranjak dari SMK Muhammadiyah Kajen, sekolahku dulu aku melaju menempuh beberapa tes untuk meraih pekerjaan di PT Astra Daihatsu Motor, tbk. Ya, memang penuh suka duka melanda diriku saat itu, dengan melalui beberapa tahap tes 3 kali yaitu tes tertulis, tes wawancara, dan tes pamungkas yaitu tes kesehatan. Agar bisa menjadi karyawan di perusahaan tersebut, kami harus bisa melewati beberapa tes yang di selenggarakan oleh panitia rekruitmen perusahaan tersebut. Satu per satu ujian telah ku jalani yang akhirnya tibalah saat yang mendebarkan kali pertama dalam hidupku, berangkat ke Jakarta. Bis antar propinsi yang ku tumpangi yang disewa oleh koordinator pelaksana dari SMK N 1 Kedungwuni kami harus membayar uang pengganti transportasi dan uang pungutan katanya sebagai rasa syukur sebesar “Dua Ratus Ribu Rupiah”. Jam 5 sore tepat katanya (Ketua BKK SMK kdw) kami harus bisa berkumpul di halaman sekolah untuk persiapan keberangkatan. Oh ya, sebelumnya keberangkatan dibagi menjadi beberapa kloter mengingat peserta yang lolos seleksi terdapat ratusan anak. Tiap kloter berselang setengah bulan keberangkatannya dari kloter lain. Aku dapat jatah kloter ketiga, selama satu setengah bulan dalam masa penantian. Tanggal 7 Agustus 2007, telah tiba artinya jatah keberangkatan ku pun tiba. Sesuai dengan komando, aku sudah berkumpul di halaman tempat bis transit untuk kemudian dibagi – bagi sesuai dengan urutan. Kami ada 11 orang dari SMK Muhammadiyah Kajen, aku, Subari, Kempot (Andri), Aziz, Khairul, Pujo, Funy, Pak De (edi), Jono, Tarono, dan satunya lupa (Hehe, maaf ya…gak kesebut) dari AV1. Kami semua berangkat dengan satu kloter, karena saat itu kami ingin berkelompok agar tidak berpisah nantinya disana (Jakarta). Setelah lama menunggu, akhirnya sekitar jam 8 malam bis pun melaju meninggalkan kota kelahiranku tercinta, Pekalongan.

Alhamdulillah dalam perjalananku aman dan lancar, tidak ada yang mabok darat. Aku sendiri sebelumnya sudah pernah ke Jakarta menyambangi tempat saudara, tapi suasana saat itu sangat berbeda. Mungkin karena perjalanan menuju ibukota waktu itu aku tempuh sendiri dengan teman-teman, dan tujuannya pun bukan untuk liburan tapi untuk bekerja mencari makan sendiri di luar kota. Huuuffft…..pertama kalinya aku harus mandiri total. Sekarang tiada lagi Ibu yang bisa mengurusi ku, sama halnya dengan temen-temenku. “Aku dapat pekerjaan dibagian apa ya nanti (dengan penuh harap)”, celoteh teman-temanku saling ngobrol. Pagi buta jam setengah 5 kami sudah sampai di kawasan industri international tersebut. Masjid Astra menjadi tempat persinggahanku pertama menginjakkan kaki untuk bekerja di Jakarta. Disana kami istirahat sejenak, melepas penat dan tak lama kemudian adzan shubuh. Kami pun sholat berjamaah di masjid itu, setelahnya kami diberi makan pagi yang sudah disiapkan oleh panitia dari Pekalongan. Jam dinding masjid menunjukkan pukul 06.00 WIB, kami diajak ke Learning Center tempat dimana kami dikumpulkan untuk mendapat pengarahan dari pihak Astra Daihatsu Motor (ADM). Berjalan kaki sekitar 1 kilometer dari masjid Astra, akhirnya sampailah di gedung tersebut. Sesampainya disana masih juga menunggu diluar sampai satpam mengijinkan masuk, sekitar 1 jam. Fikir ku saat itu, betapa kejamnya hidup merantau, bekerja di kawasan ibukota banyak banget birokrasinya. Sampai-sampai sudah diijinkan masuk pun kami masih menunggu lama orang yang akan memberi pengarahan.

Di salah satu ruang pojok, kalau dari pertama kali masuk gedung naik tangga sebelah kiri kami dibagikan form berisikan identitas diri lengkap dengan disertai tanda tangan sebanyak delapan kali. Form tersebut dipakai nantinya untuk pembuatan kartu atm. Kartu atm berfungsi sebagai sarana pemberian gaji karyawan dari perusahaan, Permata atm pun kami dapatkan. Lega sudah sementara itu, setelah beberapa lama, jam 11 kami keluar gedung. Disitu lah muncul problem baru, kami harus kemana….? untungnya salah seorang temanku (Pujo), kakaknya sudah diterima kerja terlebih dahulu disini. Dia juga kakak kelasku, setahun yang lalu beliau menginjakkan kakinya di daerah ini sehingga sudah hafal jalan dan tempat – tempat kos yang ada. Dua orang dari kami berpisah karena mereka akan tinggal di tempat saudaranya. Kami ditampung sementara di kos-kosan Handoyo (Kakaknya Pujo) kemudian ditunjukkan warung makan. Memang siang itu aku dan kawan-kawan kelaparan, sisa nasi yang ku masukkan tadi pagi sudah ilang terbakar panasnya cuaca. Sorenya Handoyo nyariin tempat kos untuk 8 orang, karena Pujo tinggal dengannya.

Melalui jalan yang lika liku dan sempit, kami diantar menuju salah satu rumah yang terletak di paliing pojok, agak luas memang. Penghuninya sudah ada 2 orang, karyawan ADM jug. Akhirnya dapat juga tempat tinggal untuk kami berteduh di Ibukota yang penuh gemerlap.

Kisahku masih panjang sobat, tapi aku sudah capek nulis. Diterusin lain kali ya…

One response to ““Mandiri”ku diuji Part I

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s