Dufan emang FUN

Minggu, hari yang sangat ku tunggu-tunggu bersama teman-temanku. Hari kerja yang biasanya sangat penat dan begitu sibuknya seolah terlupakan oleh kami. Emang biasanya gitu sich…setiap hari dari senin sampai jumat, kita berpisah mengadu nasib sendiri-sendiri bahkan ada yang hari sabtu pun masuk. Sebagian kita bisanya masuk kerja, overtime istilahnya. Hari itu, cuaca diluar sana hujan rintik-rintik, gerimis maksudnya bikin suasana hati menjadi males untuk melakukan aktivitas di luar. Untungnya teman-temanku masih semangat tak seperti biasanya, dari Karawang juga mau datang ke kosanku, akhirnya kami sepakat tetap keluar berlibur. Dufan memang menjadi tempat incaran kami yang sudah direncanakan jauh-jauh hari.

Berang-berang makan cokelat, berangkatt….

Dari kelurahan Papanggo, Tanjung Priok kami harus menempuh perjalanan dengan gonta-ganti angkot sebanyak dua kali, nyambungnya di terminal tanjungpriok. Membayar dua ribu rupiah tiap sekali naik, berarti kami harus merogoh kocek 4000 rupiah untuk bisa sampai ke tempat tujuan Dunia Fantasi (Dufan).

Kami semua berjumlah sepuluh orang teman, sejak dari tempat kos saling bercanda menyambut suka cita mau rekreasi. Jam delapan pagi sudah siap siaga menuju ke TKP, dengan tanpa bekal apa-apa, sarapan aja belum. Wuzzzz, sampai juga dech di pinggir kali, hehe kan pintu masuknya nyebrang kali di bawah jalan layang. Sesampainya disana kami harus membayar tiket masuk ke kawasan ancol sebesar 12.500,- rupiah waktu itu tahun 2007. Karena dufan buka baru jam 9, maka kami ke pantai ancol dulu sambil nunggu menyegarkan pikiran. Jeprat…jepret…jeprut…foto-foto dech…hihihi…buat kenang-kenangan gituhhh.

O iya, waktu itu kami dapat selebaran diskon 50% ke Dufan, so tambah semangat aja. Memang DUFAN selalu memberikan diskon tiap tahunnya. Sampai kira-kira jam setengah sepuluh tak terasa karena diselimuti rasa gembira akhirnya keluarlah kami. Membayar tiket lagi untuk masuk Dufan seharga 80.000,- rupiah (Harga tiket normal), karena kita dapet diskon, sehingga delapan puluh ribu rupiah untuk dua orang. Salah satu beli tiket di loket, sambil nungguin ngantri mendapatkan tiket yang diinginkan teman-teman yang lain beli makan pagi, ada juga yang ke toilet. Aku milih jalan-jalan disekitar situ, sambil liat-liat aja.

Setelah beberapa detik, menit, jam terlewati kami dapat juga akhirnya tuh tiket. Tak lepas juga dari antrian, walaupun sudah mendapat tiket kami musti ngantri lagi saat mau masuk ke dalam.

Waaaauuu, melihat liat sambil kagum meski sebagian kami sudah pernah kesitu namun tetap tidak membosankan, seolah taman bermain di Jakarta Utara itu tak pernah sepi oleh pengunjung apalagi di hari libur seperti hari minggu itu. Sudah dapat diskon, hari libur lagi sehingga pengunjung bertumpah ruwah ada disitu. Dufan cuma bayar sekali kita disuguhkan banyak wahana disana dah bebas tanpa biaya lagi. Eh, tangan kita akan dicap lho kalo masuk kesana (Mungkin tanda sudah lunas, hehe..).

Wahana pertama yang pertama kali diincar adalah “Torpedo” namanya serem ya, padahal aslinya serem banget, sampai aku dan andri –temanku- nggak ikut, soalnya lagi pusing. Kita duduk di sebuah alat yang membentuk huruf H yang flexible, bisa meliuk-liuk sampai badan kita terbalik, kepala dibawah kemudian ada air yang disemprot yang menyebabkan basah baju kita. Hiii…menyeramkan, kami berdua mlongo aja di tempat teduh. Tenang men,,,itu baru permulaan, masih ada puluhan wahana disitu. Memang wahananya banyak, tapi waktunya yang gak memungkinkan untuk menjelajahi seluruh wahana disitu sebab antrinya puaaaanjang banget, bisa nyampe satu jam atau bahkan lebih untuk memasuki satu wahana.

Waktu tak terasa, senja sudah menjelang dan itu artinya sebentar lagi tempat hiburan tersebut akan ditutup. Kami mencoba mencari antrian yang cukup pendek agar bisa menikmati wahana lebih banyak, namun hanya diangan saja. Menyenangkan, menegangkan, sekaligus melelahkan, tidak dapat ku gambarkan semuanya secara detail. Waktunya tidak memungkinkan untuk membahas seharian dalam tulisan (bisa gak merem sampai malam).

Saatnya pulang…

Dengan penuh riang, semuanya merasa kelelahan juga kami keluar. Langkah gontai tak, dan saling bercanda masih tetap menyelimuti. Sungai ku susuri, laut ku sebrangi, hehehe…hiperbol. “Pak, jalan papanggo 20 ribu ya?” peppy (nama samaran) mencuap.

“25 deh” sambut tukang taxi, eh sopir taksi maksudnya. “Oke pak, aku butuh satu taksi lagi” jawab peppy, supaya dicarikan pak sopir tadi. Akhirnya teman pak sopir dipanggil, kami diantarkan sampai ke tujuan tadi, baik hati banget bapak sopir itu mau mengantar. Eeeehh, pas turun bayar ternyata. Ku kira baik hati beneran…

Happy ending deh…

2 responses to “Dufan emang FUN

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s