Kebun Raya Bali

Pemandangan yang menyejukkan terlihat pada foto di samping. Eiiit, itu hanya foto yang gak bisa ngomong dan mengungkapkan keindahannya sendiri. Baiklah, akan ku ceritakan sedikit pengalamanku pada waktu berada disana. Tidakkah engkau membayangkannya teman, ketika berada di sebuah tempat, yang disana terdapat pohon – pohon yang rindang, tidak panas dan tidak pula hujan. Naah seperti itu kira – kira situasi di Danau Bedugul, yang bisa ditempuh kira-kira satu sampai dua jam dari kota Denpasar.

Kalian kenal yang namanya galungan?

nah, kalau udah kenal gak usah tak kenalin lagi. Buat yang belum ngerti aja, Galungan merupakan hari raya umat hindu yang diperingati dua kali dalam setiap tahunnya. Kalau nyepi yang sudah biasanya sich cuma setahun sekali aja. Kebetulan hari raya tersebut, semua umat hindu kebanyakan off dari segala aktivitas kerja bahkan instansi pemerintah pun meliburkan orang-orangnya. Termasuk aku, walaupun bukan karyawan tapi tinggal di Propinsi yang terkenal dengan pantai Kuta nya. Aku sekarang menetap di Bali, tepatnya Denpasar jalan WR Supratman no 158. Sehingga kami juga ikut libur, sekaligus momentum ini dimanfaatkan untuk berlibur ke tempat-tempat pariwisata. Kebun Raya Bali yang lebih dikenal dengan Bedugul menjadi pilihan utama kami. Sejak malam sebelum keberangkatan, semua telah dipersiapkan sampai barang bawaan dan bekal untuk keesokan harinya.

Menunggangi Honda Jazz putih nan imut kaya marmut, dengan kapasitas penumpang 5 orang termasuk sang sopir. Padahal kami se-rombongan dengan teman-teman yang lain. Teman lain naik sepeda motor dengan berboncengan satu-satu jadi ada tiga motor yang kami bawa. Sebetulnya kami mengajak teman yang lain, karena tempatnya satu jalur menuju bedugul, maka mereka menunggu di sana, Tabanan. Perjalanan sangat hikmat dan menarikm berbagai pemandangan yang menyenangkan kami lihat di sepanjang perjalanan. Naik, turun, dan lika-liku kondisi jalan kesana. Memang daerahnya pegunungan jadi jalannya juga begitu, pernahkah kalian ke Puncak, Bogor? naah kira-kira demikian kondisinya. Macetnya juga sama, tapi kebetulan hari itu tanggal 12 Mei 2010 jalannya agak lenggang, kata temanku yang sudah pernah kesana sebelumnya.

Berliku jalan yang kami tempuh akhirnya sampai juga ujungnya. Biaya masuk sekitar 7.000 rupiah untuk mobil dan 10.000 rupiah untuk kendaraan berroda dua, dengan alokasi dana parkir 2.500 rupiah dan masuknya 7.500 rupiah. Terliahat tulisan “Kebun Raya Bali” pada pintu gerbang sudah menyambut kedatangan kami. Seperti ritual biasa, kotak ajaib dikeluarkan dari saku, foto2 dech….Ingatkah kalian ketika menonton film liburan? yang ada anjingnya yang bisa bermain bola dan seterusnya itu loh…di film itu kan keliatan lapangannya bersih, rumput tumbuh dengan subur dan sangat hijau, banyak pepohonan rimbun tempat berteduh, dll. Persis kaya di luar negeri, mungkin karena disana juga tempat kesukaan para wisman (wisatawan mancanegara) nongkrong bersama keluarga. Alternatif buat orang non hindu untuk berlibur saat galungan, sebab kebanyakan orang hindu melakukan ibadahnya pada hari itu. Full mobil diparkir disepanjang jalan. Kami hunting tempat berteduh dalam waktu singkat, dan akhirnya nemu tempat yang kami anggap cukup strategis. Agak lembab memang, semalam hujan sich..tapi gak ngaruh. Kami kan bawa tikar dan alas untuk duduk dan menata hidangan yang sudah dibawa dari rumah. Setelah digelar rapi lengkap dengan hidangannya, tak lama kemudian kami menyerbunya. Soalnya dari rumah sudah laper.

Bedugul merupakan kawasan wisata keluarga yang sangat bagus menurutku, selain nyaman digunakan untuk bersantai, di tempat itu pula menyediakan permainan yang menantang (Outbond). Sesaat setelah melahap makanan kecil yang dihidangkan, kami semua berbondong – bondong ketempat yang lebih luas lagi dengan membawa sebuah bola kaki. Kami bermaksud bermain sepak bola bersama, saya kejatahan jaga di lokasi makanan. 5 menit tak terasa, langit kelihatan tak bersahabat. Tetes demi tetes air berjatuhan dari langit, grimis. Aku langsung sigap memberesi tikar tempat kami beristirahat tadi. Semua berteduh di bawah pohon rindang. Gerimis tak lama, kemudian makan besar dibagikan. Setelah semua kenyang, permainan dilanjut. Aku berpisah dari kelompok untuk menunaikan sholat dhuhur. Tanya sana-sini “Masjidnya di sebelah mana Pak?” kepada satpam. “Oh, kesana terus mas, lurus aja” jawab bapak satpam itu.

Kuturuti perkataan bapak petugas keamanan yang gagah itu, jauuuh sekali hampir aku mau menyerah menerima ajakan temanku. Akhirnya kelihatanlah sebuah gedung di paling pojok dan tersembunyi itu. Selesainya sholat, giliran saya mencoba bermain sepak bola. Hehe…gayaku keren seperti pemain profesional, padahal nggak bisa. Baru lari-lari sebentar aja sudah ngos-ngosan. Cuaca tambah panas kala itu, keringatku bercucuran sudah, semuanya juga sudah capek. Pertandingan akhirnya dihentikan dengan skor yang tak tertandingi. Kelompokku kalah banyak gol.

Semua istirahat masih di lapangan, sebelahnya tempat picnic orang bule yang sedang bermain asyik dengan anjingnya, sedangkan aku bersantai dibawah pohon besar yang lokasinya agak jauh, sekitar 50an meter. Eh, ada tontonan menarik buat kami tapi buruk buat pemainnya. Salah seorang temanku dikejar anjing milik bule yang disebelahnya, dia lari terbirit-birit menuju ketempatku yang sedang duduk. Kami tak kuasa menahan tawa..hahaha…haha….semua terhibur olehnya. “Untung anjing kecil yang ngejar, kalo gedhe gimana ya aku jadinya” kata pemeran utama yang menghibur kami itu. Sekitar pukul 3 sore, kami beranjak dari taman. Mencari masjid yang tidak jauh dari Kebun Raya, Masjid yang besar itu terletak bersebrangan dengan danau yang sangat indah nan menawan. Wauu, kerennn…di sekitar situ banyak orang muslimnya, terbukti dengan adanya masjid besar dan madrasah. Ada yang sholat (Yang belum sholat) dan yang lain ke danau. Agak lama memang, rasanya berada disitu pikiran menjadi tak ada beban, plong. Sambil menikmati keadaan alam yang sangat indah, ada yang sambil makan, ada yang berfoto, dan ada yang menikmati desir angin yang semilir.

lihatlah sekilas foto-foto kami disana:

5 responses to “Kebun Raya Bali

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s