Jalan Ngareng

Kemarin libur posting nich, lumayan capek soalnya banyak tugas yang harus saya kerjakan. It’s OK,sekarang sudah siap menghadapi dunia, ceilehhh….gaya loe 🙂
Pada postingan yang lalu, saya pernah berjanji mau cerita kisah kasih di asrama-ku nun jauh disana. Kebetulan kemarin – kemarin tak liat gambar-gambarnya di flashdisk juga masih banyak. Menarik sekali pengalaman pertamaku ketika tiba di Jalan Ngareng no 1 – Asrama Vyatra- sekitar jam 05.00 shubuh waktu setempat.

Depan Asrama

Waaau, memang sebelumnya saya nggak kenal yang namanya asrama.
Pikirku dulu bahwa asrama itu tempatnya nggak asyik, semua dibatasi, harus disiselipin eh disiplin, dan seterusnya. Masjid Vyatra menyambut tamu yang datang setelah melewati POS penjagaan, termasuk calon mahasiswa Program Pendidikan Beasiswa (P2B) dibawah naungan Kementrian BUMN dan Badan Pendidikan dan Latihan Energi dan Sumber Daya Mineral (Badiklat ESDM). Saya waktu itu datang berempat yang termasuk dari sekian delapan belas orang yang sudah masuk seleksi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Memang program ini diselenggarakan di tempat-tempat terpisah, di 14 kota besar seperti Jakarta, Cepu, Cilacap, Cirebon, Jayapura, Medan, Makasar, Aceh, Palembang, Balikpapan, dll (dan Lainnya Lupa). Pokoknya dari sabang sampe merauke dech…
Setibanya di asrama, kami – empat wakil dari Jakarta – sholat shubuh di Masjid Vyatra, menunggu sejenak sampai sang surya nongol dikit di ufuk timur, kami langsung digiring ke kantor Asrama untuk melakukan registrasi dan pembagian beberapa perlengkapan sehari hari, seperti selimut, gayung untuk mandi dan lain lain. Aku merenung sejenak, “Waah, ni kaya di Rumah Sakit aja selimutnya sama” hihihihi. Ruangan di asrama vyatra itu dibagi menjadi beberapa bangunan dengan diberi nama Vyatra I, II, III dan seterusnya sampai VI. Setiap Vyatra terdapat sekitar 44 kamar, dan setiap kamar dihuni 2 – 4 orang, didalamnya sudah ada meja belajar berjajar dengan empat buah kursi, serta lemari pakaian dan tempat tidurnya yang bertingkat. Seremnya….kayak rumah sakit. Kamar mandi ada 8 buah setiap sisinya, sehingga jumlahnya 16 kamar mandi dalam satu lantai. Kebetulan anak-anak P2B ditempatkan  di Vyatra II dan I hanya satu kelas saja yang ada di Vyatra I. Naah, di Vyatra II ini bangunannya dua lantai dengan terdapat ruang tamu ber-tv 21 In tiap lantainya. Jadi kami kalau mau nonton tv selalu nonton bareng, hehehe…di lantai bawah ada satu ruangan  khusus untuk pertemuan, rapat, maupun sebagai ruang lab. komputer di Asrama. Kami disediakan komputer 3 bulan sebelum Presentasi Kertas Kerja Wajib (KKW), kalau istilah SMK dulu, Tugas Akhir.
Menengok keluar ada 2 lapangan voly di depan vyatra II tempat tinggal kami, sebalah kiri ada lapangan Bulu tangkis, dan sebelahnya  ada Lapangan Sepak Bola yang juga berfungsi sebagai tempat berkumpulnya semua penghuni asrama. Memang setiap Vyatra memiliki lapangan badminton di sampingnya. Semua Vyatra berlantai dua kecuali Vyatra III dan IV. Asyik dah pokoknya, oh iya ada perpustakaan buku buku agama juga disamping masjid. Eh ada yang kelupaan juga, tempat makan ada di vyatra VI lantai bawah, di depannya ada kolam ikan kecil.

Lapangan Bola Voly

Jalan Mengarah ke Pintu Gerbang

Banyak aktivitas yang kami kerjakan disana. Asrama Vyatra beralamat di jalan Ngareng no 1 Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah . Yang memang sudah dikenal warga Cepu, buktinya saat baru tiba di stasiun Cepu tukang ojek, maupun abang becak langsung nanyain “Mas, asrama vyatra ya?, ayo saya antar” belum bilang apa-apa sudah tahu kalau kami beserta rombongan mau ke asrama, hehe…emang tukang ojek begitu kalee ya…sdh tau semua jalan.

Kami di dampingi oleh bapak – bapak kodim 072 blora, untuk melatih kedisiplinan. 24 jam full dari senin sampai jumat, bahkan pada saat 3 sebelum wisuda kami di dampingi 1×24 jam dalam 7 hari/1 minggu. Wajahnya garang-garang lagi, emang kadang ada yang nyenengin juga, soalnya tugas pendampingan di rolling tiap minggu. Setiap harinya kami harus sudah siap jam 5 pagi tepat di tengah lapangan dengan pakaian olah raga lengkap tidak boleh ditawar, telat lima menit sudah dapat hadiah hukuman. Olah raga sebentar, kadang dilanjutkan PBB sampai jam setengah 6 pagi. Setelah itu mandi dan sudah harus siap jam setengah 7 di depan ruang makan untuk melakukan apel terlebih dahulu. Makan sampai jam 7 terus langsung menuju tempat apel semula dengan barisan yang rapi untuk berangkat ke kampus. Oh iya jarak asrama dan kampus sekitar 500an meter, berangkat dengan baris dan berjalan kaki bersama dua orang kodim. Tiap pagi kami bikin macet jalanan cepu, hihi..Maaf pak dinas perhubungan, kan bukan niatan kami.

Masuk Kampus

Belajar dikampus dari jam setengah 8 pagi sampai pulangnya jam setengah lima sore. Sampe di kamar sudah ada snack dan segelas teh hangat yang nikmat disantap, hmmm…nyaman. hehehe, jangan pada ngiler ye…setelah sehari full di kampus rasanya enak kalau buat berbaring dilantai. Aktivitas sore itu digunakan terserah penghuni asrama, ada yang bermain bola sepat, voly, tenis meja, badminton dll ada yang istrht juga seperti aku. Jam malam dibatasi, senin – jumat hanya boleh keluar sampai jam 8 malam sedangkan sabtu n minggu bisa sampai jam 11 malam maksimal. Jam setengah 7 setelah sholat maghrib, apel kembali dilaksanakan, memang sebelum makan kami di apel kan terlebih dahulu. Makan pun harus bersamaan sampai selesainya. Sholat isya dan harus belajar tiap malam, soalnya mesti ada tugas yang harus dikerjakan, sambil sesekali ada sidak dari management. Sistem perkuliahan kami adalah sistem gugur, siapa yang tidak memenuhi kualifikasi dan nilai paling rendah akan di pulangkan dengan diberikan uang tiket perjalanan sampai di tempat yang dituju. Begitu setiap hari, tapi cukup menyenangkan juga karena semakin banyak teman baru dari sabang sampai merauke.

Selanjutnya saya beri ceritanya lewat gambar aja ya…males nulisnya, hehehe..

Teman Sekelas

Teman Sekelasku, Coba tebak aku yang mana?? 🙂

Suasana Ruang kelas saat pergantian dosen

Seorang temanku Berpose di depan Ruang Makan

Vyatra II tampak dari pojok Kanan Depan

Itu saja sedikit ceritanya kisah dari perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, sebenarnya masih banyak lagi yang mau saya tulis, cuma lagi banyak nyang antri ni… 🙂

8 responses to “Jalan Ngareng

  1. Ping-balik: Dear God « Tunsa·

  2. mau nanya mas di depan asrama vyatra gitu ada hotel/atau penginapan g? rencana mau kesana juga nemuain keluarga 🙂

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s