Mataku permataku

Mata adalah bagian tubuh kita yang sangat berharga, dan mata pula bagian yang sensitif. Saya yakin hampir semua teman – teman pernah punya atau mengalami yang namanya sakit mata. Ada yang ringan, sedang, sampai penyakit yang parah, semua itu ada penyebabnya masing – masing. Naah, baru deh kalau sudah sakit kita merasa bahwa betapa besarnya nikmat sehat yang sudah kita sia siakan selama ini. Lho, apa buktinya? Bukti bahwa kita sudah menyia-nyiakan kesehatan salah satunya kita tidak mau menjaganya dan berhati-hati demi kesehatan diri kita. Contohnya banyak sekali, coba diingat lagi…kalau belum ketemu juga ya mungkin ‘anda belum beruntung’ hehe, nggak ada hubungannya kalee.

Malah melebar bahasnya, kembali ke…mata.

Biasanya orang penderita penyakit mata minus atau sebaliknya suka menggunakan yang namanya Soft lens. Penggunaan lensa kontak ini terasa lebih nyaman dan praktis dari pada menggunakan kacamata, itu sich kata kebanyakan orang aja. Kalau aku alhamdulillah nggak sampai minus. Naah, tidak dinyana nyana setelah ditimbang, dirasa, dan diputuskan bahawa penggunaan soft lens dan semacamnya ada aturannya sendiri, aku baru tahu itu. Tapi don’t worry my friends, ni ku temukan secarik tips menarik bagi pengguna soft lens.

Tips aman memakai Lensa kontak

  • Bila mata terasa kering, gunakan tetes mata khusus untuk pemakaian soft lens
  • Jangan mengucek mata dan hindari terpapar debu
  • Lepas lensa kontak saat berenang agar tidak teriritasi klorin. Begitu juga saat memasak dan tidur
  • Periksakan mata yang memakai lensa kontak secara teratur untuk mengetahui adanya perubahan ukuran atau kelainan
  • Patuhi petunjuk penggunaan dan perawatan yang optimal
  • Ganti lensa kontak bila tidak nyaman atau penglihatan kurang jelas.

Sumber: Jawa Pos. Kamis 15 Juli 2010

Informasi ini saya dapatkan setelah siang tadi membaca Jawa Pos di rubrik “Life”, sesungguhnya aku menyukai hal-hal mengenai kesehatan. Belajar dari membaca aja, biar kita bisa mengatasi nantinya.

Saudaraku, bagi yang terpaksa harus berkacamata jangan cemas, ataupun minder, jangan khawatir, semua itu akan terasa ringan jika kita pandai bersyukur. Tidak akan ada orang yang sempurna. Siiiip! Jangan lupa smile 🙂

BTW but a way, bus way, aku dulu seriing banget sakit mata. Betapa pedihnya kurasa saat itu, tiada orang yang melihatku (apa aku yang nggak bisa ngeliat orang y :)), terasa amat sedih rasanya karena tidak bisa total dalam mengerjakan aktivitas sehari hari. Bahkan kala sholat, sujudpun nggak kuat lama sepertinya mataku mau copot. Beraat banget, yang udah pernah pasti ngrasain. Mulai dari obat mata yang paling murah sampai yang paling pedih di kantong sudah pernah kucicipi. Tentunya dari resep dokter. Semuanya berawal saat cahaya yang menyilaukan, sangat silau terlihat oleh mataku. Cahaya itu berasal dari percikan las listrik FCAW (Flux Cored Arc Welding). Las dengan gas argon yang bereaksi dengan alumunium itu mengeluarkan asap tebal sehingga mataku tak bisa menghindarinya. Ya, doeloe aku bekerja di perusahaan kapal terbesar di Indonesia, sebagai operator las. Kebetulan juga spesialisasiku dalam bidang las alumunium. Berbeda dengan las lain yang biasa kita lihat, las jenis ini mengeluarkan asap yang bisa mengakibatkan mata menjadi sakit. Warna percikannya juga hijau dan baunya menyengat. Aku memang sudah memakai perlengkapan safety sesuai SOP lengkap. Yach, kalau inget2 lagi kayaknya miris, dalam waktu sekejap mataku memerah dan berair. Gejala awalnya mataku terasa pegel banget sehingga pingin tidur rasanya, terus kepala pusing dan badan jadi panas dikit. Abis itu keluar air mata, dan nggak bisa terbuka matanya. Seolah sekitar kita itu sangat menyilaukan. Emang sahabat itu sangat bermanfaat, saya ditolong sahabatku, diantar ke rumah sakit yang disediakan di sana. Pokoknya semua diurusin deh. Sampai – sampai waktu itu aku berjalan tanpa melihat jalan, temenku itu yang membantu, terimakasih my friend. Takkan kulupa jasa-jasamu sampai kelak.

Hmmm…hingga akhirnya dokter menyuruhku untuk istirahat dulu di kos dengan membuatkan surat keterangan kepada perusahaan untuk cuti selama tiga hari. Dokter yang baik hati, ketika mau keluar pun pak dokter itu ngasih sesuatu, beberapa tablet pil dan kapsul untuk mengurangi rasa sakitku. Karena fasilitas perusahaan jadi dokter itu nggak minta bayaran alias gratis. Hehe…walaupun sakit rasanya agak senang dikit, dapet libur tiga hari ditambah berobat gratis, lumayan buat ngilangin capek juga. Sehari setelahnya sudah agak mendingan, di kos nggak ada orang, aku merana kesepian tiada yang menemani. Hanya satu dua ekor semut dan cicak temanku dikamar, hehe…

Aku memutuskan berangkat sebelum istirahat yang disarankan dokter habis. Kutunggangi pacar setiaku setiap pagi, si biru berkeranjang hitam dengan boncengan belakang yang reot, hehe…ku kayuh hingga satu kilometer, jarak dari kos sampai perusahaan. Tapi di tengah perjalanan tiba – tiba kakiku menginjakkan di tanah, berhenti sejenak, tak kuat dengan cahaya matahari, masih sensitif sekali. Dengan tersendat sendat aku mulai mengayuhnya lagi, sampai beberapa kali ku hentikan laju sepeda bututku. Memejamkan mata sejenak, agar kembali pulih penglihatanku. Akhirnya sampai juga di tempat parkir. Aku terlalu memaksakan diri, padahal belum pulih betul, sampai akhirnya disana hanya istirahat aja.

Hmmm… pengalaman sakit mataku karena hal yang sama terjadi beberapa kali, memang sudah resiko pekerjaan, jadi tetap kujalani dengan senyum :). Hanya dengan senyum semua bisa terasa mudah dan ringan, coba aja…

Iklan

27 responses to “Mataku permataku

  1. Mataku sekarang jadi bengkak di keduanya 😦 semoga aku cepat sembuh. (mendo;akan untuk diri sendiri)
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  2. Alhamdulillah mata saya masih sehat dan normal mas… jadi gak perlu repot – repot makek kontak lens or kacamata. 🙂
    Pemberian dariNya memang harus kita jaga baik – baik mas. 🙂

  3. Saya pernah sakit mata, dan itu sangat menyakitkan. Apalagi saat baru bangun pagi, takut-takut buka mata karena mata sangat lengket dan sakit.
    Jaga kondisi Sob, jangan sampai sakit mata lagi.. 🙂

  4. wahhh…. nice info nih, mata aku belakangan suka kabur gitu karena kebanyakan baca buku sambil tidur2an.

    • waah, jangan baca sambil tiduran mbak. kan ada aturan cara membaca yg benar, tp aku jg kadng gt, hihi 🙂
      makasih sdh berkunjung

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s