Kereta Api

Hai…hai..hai…ketemu lagi deh…lewat postingan ini aku mau mengajak teman-temanku naik kereta. Hayooo, siapa yang udah pernah naik kereta?? Bagi yang belum pernah silakan naik aja, bayar sendiri-sendiri tapi ya..kalau mau yang gratisan ya naikin tuh kereta yang sedang berhenti di stasiun. Pertama kali yang bisa kebayang dari teman-teman apa tho senengnya naik kereta?? (Khusus yang belum pernah).

Ngantre dulu donk…

Dulu, duluuu banget sebelum mengenal dan menunggangi alat transportasi beroda baja tersebut, ku kira naik kereta itu lebih halus daripada naik mobil, bis maupun transportasi lain soalnya jalan kereta api kayak nggak ada hambatan, mulus, lurus lagi nggak ada pertigaan maupun perempatan (yang ada persimpangan). Udah gitu kan jalur kereta bisa ngalahin jalur darat untuk mobil, buktinya jalanan yang melintasi rel kereta api kan mesti ditutup jika ada kereta api yang lewat. Hehe…ternyata lebih bagus dari apa yang kubayangkan, jeleknya juga ada lebih, 🙂

Saya lebih suka naik bis daripada naik angkutan yang lain ketika pulang pergi Pekalongan – Jakarta tempo dulu. Lagi pula perjalanan menuju stasiun kereta api lebih jauh daripada perjalanan dari rumahku ke tempat ngumpulnya bis antar propinsi. Pertimbangan lainnya karena dengan bis jadwal keberangkatan lebih banyak sedangkan kereta api hanya sekali dalam sehari. Kereta api ku kenal pertama kali ketika keberangkatanku dari Jakarta menuju Cepu, itupun gara garanya diajak temen. Coba seandainya sendirian pasti aku lebih memilih bis yang sudah akrab denganku. Kereta api perdana yang ku naiki adalah Gumarang tipe kereta api kelas bisnis jurusan Gambir-Pasar Turi (Surabaya). Enak juga ternyata, kami duduk behadapan semuanya ada 4 orang. Lupa dulu duduk di nomor kursi berapa, yang jelas aku posisinya deket kamar kecil (Toilet). Aku kira sich semua kereta itu ber –AC, ternyata ada kelasnya juga, hihihi…kalau bisnis cuma dapet kipas angin di tengah. Perjalanan cukup cepat, dari jadwal keberangkatan jam 6 sore sampai di Cepu jam 5 pagi, nggak ada 12 jam. Dibandingkan dengan naik bis, perjalanan dengan menggunakan kereta api lebih cepat 4 jam bahkan lebih.

Itu cerita pertama ku kenalan sama kereta api, eh kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya setelah pindahan tempat berkelana dari Jakarta menuju kawasan Jawa sebelah timur aku selalu menggunakan kereta api untuk menempuhnya. Sampai sekarang, dah lupa dengan si Bis, hehe…🙂 . Nah, mulai dari sini semua jenis kereta ku naiki. Mulai dari kereta barang sampai kereta api eksekutip. Lama juga aku nggak menjumpai si monster besi beroda seribu.

Dari stasiun pekalongan jadwal keberangkatan kereta api dengan tujuan Surabaya pasar turi terakhir ku lihat sekitar jam setengah sebelas malam sampai jam setengah satu, kebanyakan sich nggak tepat waktu, lebih molor (Itulah Indonesia). Ada tiga jenis kereta api jurusan Jakarta (St. Gambir) – Surabaya (Pasar Turi), kelas ekonomi, bisnis, dan Eksekutif. Tentu saja berbeda tarifnya, kereta api ekonomi lah yang peling murah. Nah, jadwal kedatangan di St. Pekalongan lebih duluan kereta api ekonomi, abis itu bisnis, abis itu terakhir Eksekutif. Dan inilah keunggulannya eksekutif, meskipun paling akhir berangkatnya tapi sampai kota tujuan paling awal, nah lhooo, kok bisa?? Iya donk, kan balapan , hehe…kereta api kelas lebih rendah akan menunggu kelas yang lebih tinggi di rel persimpangan, jadi jangan heran kalau naik kereta ekonomi sering berhenti walaupun bukan di stasiunnya, soalnya ngalah ama yang mahal. Bayangkan aja bedanya. Tarif kereta api ekonomi cuma 28.000 rupiah, kelas bisnis (Gumarang) harga tiketnya 110.000 rupiah sedangkan tarip eksekutipnya 160.000 rupiah, itu dari pekalongan – Surabaya (Pasar Turi). Gimana nggak ngalah coba,,,hehe..

Coba Liat bedanya…

Kereta Api Ekonomi

Kereta Api Bisnis

Kereta Api Eksekutif

Memang harga tiket yang berbeda jauh itu tidak semena-mena, di imbangi dengan kenyamanan penumpang juga, sehingga lebih pantas harga tiketnya selisih jauh. Aku sich lebih suka ekonomi kalo uangnya mepet, nipis gituh. Tapi kalo dompet tebel sich nyaman pake eksekutif. Hmmm..,naik kereta ekonomi memang penuh dengan duka, aku sudah dua kali tidak dapat bisa naik, hingga kereta api meninggalkanku, penuuuuuh banget orangnya. Pintu masuk, disesaki manusia, ditambah lagi jika sudah bisa masuk, pedagang asongan yang mondar mandir, huuuffftt…bikin sumpek. Ketika shubuh menjelang susah sholatnya. Iya, kereta api kelas ekonomi selalu di penuhi penumpang dengan alasan murahnya, tapi kebanyakan orang tidak memperhatikan sisi keselamatan. Nasibku berbeda saat menaiki kelas atas, ciee…yang naik tentram, nggak ada suara gaduh dari penumpang lain, nggak terdengar teriakan anak kecil yang nangis karena kepanasan, nggak ada teriakan “kacang…kacang….yang dingin yang dingin…..kopinya mas…”. Sholat pun tenang saat shubuh datang, tapi ada juga yang aku nggak suka lho…AC-nya terlalu dingin. Biayanya juga bikin males…hehe..

Wow, seru ya…pasti banyak temen-temen yang sudah biasa naik kereta api. Kereta api yang mengangkut barang-barang atau biasa disebut kereta barang?? Apa ada yang sudah nyonain? Hayoo…aku sudah kawan, dua kali bareng banyak temen ketika pulang ke Pekalongan dari Surabaya. Ternyata menyenangkan juga. Sebetulnya kereta barang hanya digunakan untuk mengangkut barang aja sich, hanya saja oleh petugas disediakan biasanya dua gerbong untuk penumpang. Sore itu hampir saja ketinggalan keretanya, maklumlah belum tahu kayak apa tuh kereta barang yang biasa dibicarakan temen-temen. Untungnya ada bapak petugas stasiun yang baik hati. Beliau nanyain kami:

Petugas: “Naik kereta barang mas?”

Aku: “Iya pak, berangkatnya jam berapa?”

Petugas: “Itu mas, cepetan udah mau berangkat”

Kami langsung berlari menuju gerbong berwarna hijau, aku bingung waktu itu, kok banyak penjual koran bekas dan kardus ya di sekelilingnya…pikirku “ah, buat apa koran bekas itu”, eh ternyata para penumpangnya buanyak sekali, dan mereka semua sudah siap koran. Kereta barang itu ternyata dalemnya nggak ada kursi hanya gerbong aja, sehingga penumpangnya harus membawa koran buat alas untuk tempat duduk. Cukup renggang, karena setiap orang yang naik tidur disitu dengan alas seadanya. Alhamdulillah ada salah seorang temenku yang bawa koran dari kos-kosan, terselamatkanlah kami saat itu. Hehe..cukup memberi ongkos 3 ribu rupiah sampai Pekalongan. Jalannya lumayan cepet karena kereta barang tidak berhenti di semua stasiun melainkan hanya di stasiun – stasiun besar saja. Sayangnya disitu nggak ada ruang kamar kecilnya, tapi buatku nggak masalah karena aku jarang juga ke toilet.

Hehe…motivasiku saat menumpang kereta barang hanya untuk mencari pengalaman saja, tidak ada motiv lain. Cukup membuatku bisa bercerita disini…

Sampai disini dulu saudaraku…sudah nyampe stasiun Pekalongan nich, itu artinya aku harus turun…hehe,,,

Smile🙂

49 responses to “Kereta Api

  1. wah naik kereta api hm… pernah sih bahkan sering soalnya pas pergi ketempat bukde dan pakde🙂

    pokoknya menyenangkan kalau sudah naik kereta api, tapi kereta api yang bisnis, bukan kereta api yang kelas ekonomi…😛 hehe

    salam mas buat kereta apinya yaa ^^

    • hehe, iya mbak…tapi skrg dah gak pernah ketemu kereta api lagi…
      coba naik yang executif, pasti lebih menyenangkan. nggak ada orang tidur di lantai…
      salam🙂

  2. wah kalao pas saya di jakarta..dari bogor naik kereta terus tuh tapinya ekonomi haha..bayar 2000 udah nyampe jakarta. kesannya y jangan ditanya wkwk maklum lah kereta rakyat xixi

  3. alhamdulillah kemarin pas pulang kampung ngerasain naik kereta tegal arum bayar sepuluh ribu ke cirebon..jangan ditanya kesannya. g bisa duduk n panas banget wkwkw😀
    nah pas pulangnya ke jakarta naik cirebon ekspress kelas bisnis 75ribu kesannya lumayan lah bisa duduk karena ada nomernya tapi bete juga pas ada gangguan relnya..molor 1 jam lenih huhu😀

  4. penasaran sama kereta barang. kok bisa sih? ada jurusan jakarta – jogja gak yah?

    diaman yah bisa naek nya. beneran deh aku hobi naek kereta dari dulu. kalau ada kereta sama bisa, biasanya aku milih kereta. tapi makin ke sini kereta kelas bisnis makin ga nyaman, gak jauh beda sama ekonomi.😦

    • betul mbak…kereta bisnis sdh makin kumuh..
      kereta barang hanya lewat pantura setahuku, jadi gak ke jogja.
      makasih sdh berkunjung

  5. 😀 kalau saat lebaran mendekat…tiket kereta api semahal dan semurah apapun serta kereta api yang paling jelek maupun bagus, sama – sama full tanpa ruang kosong.. bahkan pesawat terbang pun full.
    kereta api langganan saya kalau pulkan , kereta api argolemot alias gaya baru malam selatan😀

    salam adem ayem

    • hehe, nggak tau tuh, kalo lebaran aku naik kereta api tambahan kelas ekonomi yg disediakan, jdi agak longgar, tapi lama nunggunya
      salam kenal🙂

  6. kalau dulu, wara – wiri jakarta – kebumen selalu pakai kereta api, bukan apa-apa, aku punya keluhan dengan bus dan segala macam kendaraan berkategori mobil, aku suka mabuk. hihi….kalau orang-orang mabuk alkohol aku malah mabuk bensin. Alhamdulillah, sekarang mau naik bis atau kereta api, permasalahannya bukan lagi soal mabuk, tapi siapa yang bakal bayarin tiketnya. hihihi

  7. Terakhir heny naek kereta waktu minggat dari Stasiun Kereta Talok Bumiayu ke Purwokerto
    xixixiixxiix jadi inget masa itu lg
    Kereta memang alat transformasi sepanjang masa:mrgreen:

    Nice Blog

    salam kenaaaaaaaaaaaal
    Ditunggu kunjungan baliknya 😆

  8. bheu..indah paling demen tuh naek kereta…
    apalagi ekonomi…
    hihihi..
    walaupun..”umpel umpelan”
    tapi murah meriah….
    hihihi..
    jakarta – semarang cuma 33.500

    hihihihi….
    bisa irit banyak tuh.,..daripada naik eksekutif yang 300 ribu..huhuhu….😀

    • iya betul…aku juga pake ekonomi dah biasa, tapi kalo dr pekalongan sering ketinggalan keretanya, hehe…gara2 gak bs masuk🙂

  9. semenjak tinggal di jogja pada tahun 2004 dan sekarang tinggal di surabaya (sebelumnya di sumatera :D), untuk bolak-balik jogja-surabaya saya hampir pasti akan menggunakan kereta. semenjak tahun 2004 tersebut sudah puluhan kali saya bolak-balik jogja-surabaya dan hanya satu kali saja naik bus. habis sekali itu naik bus langsung kapok karena busnya ugal2an.😀

    sekarang udah cukup jatuh cinta sama kereta. kalo punya duit naik yang lewat atas, kalo nggak punya duit naik ya naik kereta saja. naik bus kalo kepepet aja deh😛

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s