Alergi pada anak

Sebagian orang pasti mendambakan kelak mempunyai keluarga yang harmonis, sehat dan penuh keceriaan. Pasti teman-temanku juga kan? Nah, ini ada poin penting terutama buat ibu – ibu maupun calon ibu untuk bisa memperhatikan tentang proses melahirkan anak atau persalinan. Pada postingan yang lalu, saya membahas pengetahuan yang perlu dimiliki seorang calon ibu khususnya, kali ini masih soal persalinan juga, yang bisa berpengaruh terhadap anak setelah lahir. Banyak yang bilang, melahirkan normal (Tanpa Operasi Caesar) lebih
menguntungkan. Ibu tak membutuhkan waktu terlalu lama untuk pemulihan. Tanpa disangka, melahirkan normal juga mengurangi risiko alergi pada anak.

Hal itu, menurut dr. Ari Baskoro SpPD KAI, berkaitan dengan hygiene hypothesis. Angka kejadian infeksi berbanding terbalik dengan penderita alergi. “Di suatu wilayah, bila angka kejadian infeksinya tinggi, penderita alerginya rendah. Begitu juga sebaliknya,” terangnya.

Konsultan alergi imunologi tersebut menjelaskan, sebelum menjalani operasi caesar, bagian perut ibu yang akan dibedah disterilkan dulu. Bahkan, adakalanya ibu minum antibiotik untuk mengurangi kemungkinan mengalami infeksi. Harapannya, bayi terlahir dalam kondisi steril. “Ibu biasanya senang buah hatinya terlahir super steril. Padahal, justru kondisi tersebut merugikan. Sebab, kemungkinan anak mengalami alergi dikemudian hari jadi tinggi,” tegasnya.

Proses Persalinan -- Caesar

Sebaliknya, kecil kemungkinan ibu yang melahirkan normal menderita alergi. Ari menjelaskan, bila melahirkan normal, bayi keluar melalui jalan lahir yang tak steril. Bayi juga menghisap lendir yang melekat di jalan lahir. “Saat lendir tersebut diteliti, ternyata berisi ribuan mikroba,” jelasnya saat konferensi pers Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) XXV Ilmu Penyakit Dalam FK Unair – RSUD dr Soetomo kemarin (20/7). Acara PKB tersebut akan berlangsung di Hotel Shangri-La Surabaya pada Jumat s.d Minggu (23-25 Juli 2010).

Nah, kuman dalam lendir yang tertelan bayi tersebut justru berpotensi melindungi buah hati akan kemungkinan mengalami alergi di kemudian hari. Namun, lanjut Ari, tak perlu khawatir kuman yang tertelan akan menjadi ganas atau menimbulkan penyakit. “Kuman – kuman bersifat probiotik. Justru membantu mencegah munculnya alergi,” tambah dia.

Ari menyarankan, ibu-ibu melahirkan normal. Kecuali, bila ada masalah kehamilan dan persalinan. Misalnya, ibu mengalami preeklampsia atau bayi terlilit tali pusatnya. Dengan begitu, sulit untuk melahirkan normal. “Diusahakan, sebisa mungkin melahirkan normal,” paparnya.

Staff Divisi Alergi-Imunologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK Unair-RSUD dr Soetomo itu juga meminta para ibu untuk tak terlalu ketat melarang keras buah hatinya bermain. Dia lantas memisalkan buah hati yang secara tak sengaja memakan remahan roti yang tercecer di lantai. Bila mengetahui, kebanyakan ibu langsung melarang. “Saya pikir, sedikit kotor tak masalah buat anak. Itu juga pembelajaran” tuturnya.

Informasi barusan saya dapatkan setelah membaca koran Jawa Pos tadi pagi. Saya sangat senang dengan salah satu rubrik pada koran tersebut, soalnya bagus untuk pengetahuan yang nantinya kita akan mengalaminya.

Sekian yach…nanti kalau ada informasi penting lagi Insya Allah saya share ke teman-teman. Semoga kita menjadi insan yang berkualitas, setiap hari mendapatkan satu hal baru untuk menuju kepada jalan terang sehingga bisa bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang-orang sekitar. Sampai ketemu postingan depan ya…

Iklan

26 responses to “Alergi pada anak

  1. wah, terima kasih infonya. saya selalu berharap, siapapun wanita dalam keluarga saya kelak bisa melahirkan dengan normal2 saja. lihat pic yang di caesar itu, kok saya jadi ngeri yah……..

  2. Waaaaaaaaaaaaah ternyata cara caesar beresiko sangat tinggi y mas

    Mudah-mudahan nanti saya melahirkan normal aj de (Ntah kapan…tuing..tuing..) :mrgreen:

    Sekalian mo kasih tau Link nya udah tak pasang..silahkan dicek
    Salam 🙂

  3. He…jadi pengen mengalami persalinan nih…semoga nanti normal2 ajah…
    kapan ya…?hmhmhmhm…

  4. Wooh, ternyata melahirkan cesar bikin kemungkinan alergi pada anak makin tinggi ya. Saya sih kelak berharap kalau melahirkan bisa normal.

  5. Wah, postingan yang kuereen, Ri.. 🙂 Makasih.
    Info bagus buat calon ibu & bapak. Oh ya, boleh tanyakah soal masang link di dalam tulisan. Beberapa kali aku nyoba koq gatot melulu yak? Hmm.. mesti berguru pada yang lebih ahli sepertinya.. hehe 😀

  6. hehe,,,aku bukan guru yg baik mbak…
    wah, baru nongol nih rupanya gadis jogja satu ni, hehe
    — di blog dl tulisan yg mau di link, trus kalo ada di halmn visual bs klik toolbar hyperlink klo di html klik “link” yg warnanya biru itu…jka sdh tinggal pasang deh link yg dituju… 🙂
    slmt mencoba

  7. kalo saya terpaksa sesar karena mengalami pengapuran plasenta dan ketuban semakin sedikit, plus dah punya riwayat keguguran 2 kali, jadi mau tidak mau harus sesar. Alhamdulillah sampai saat ini anak saya sehat2 saja

  8. Jelas bayi normal lebih sehat dari bayi SC.. termasuk soal kekuatan, pernafasan n imunitas. soalnya kan bayi normal itu keluarnya dia usaha keras, sdgkan bayi SC cuma menunggu “diambil” dokter.. mudah2an rasa sakit melahirkan itu tidak jd momok bagi ibu2 yg akan menyambut buah hati.. 😀

  9. Eh, tapi blog kamu ini aneh banget… kenapa semua posting n komen di jam yg sama [15.10]..??? Ada apa dengan 15.10?? sebuah Sandi kah?? 😀 😀

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s