Cara Berpakaian Muslimah

Wahai perempuan muslimah, melalui tulisan ini saya mencoba untuk saling mengingatkan. Dan bukan berarti saya menggurui, saya hanya ingin menyampaikan cara berpakaian muslimah baju muslim yang benar menurut Al-Quran dan Al-Hadist. Dalam bukunya ” Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah fil Kitabi was Sunati.”, Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menjelaskan menurut Al-Quran dan Al-Hadist, bahwa jilbab itu harus memenuhi 8 syarat :

  1. Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan.( QS.An-Nur : 31, Al-Ahzab : 59 ).
  2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan.( QS. An-Nur : 31, Al-Ahzab : 33 )
  3. Kainnya harus tebal, tidak tipis. ( HR. Abu Dawud )
  4. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya. ( HR. Al-Baihaqi, Abu Dawud, dan Ad-Dhiya )
  5. Tidak diberi wewangian atau parfum.( HR. An-Nasa’i, HR. Muslim )
  6. Tidak menyerupai laki-laki. ( HR. Abu Dawud, HR. Ahmad, HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad )
  7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir. ( HR. Ahmad, HR. Muslim, HR. At-Tabrani )
  8. Bukan libas syuhrah ( pakaian popularitas ). ( HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah )

Itulah 8 syarat pakaian wanita muslimah berpaikaian baju muslim. Pertanyaannya sekarang, apakah ukhti sudah memenuhi itu semua ? Atau bahkan ukhti belum berjilbab/masih menampakkan auratnya?  (Astaghfirullah, Na’udzubillah). Ingat berjilbab itu kewajiban bukan sunnah atau lainnya, jadi tidak benar jika berjilbab itu menunggu kesiapan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah melimpahkan rahmat, hidayah serta ridhlo Nya pada kita semua. Amin..

“Apa artinya usia panjang namun tanpa isi sehingga boleh jadi biografi kita kelak hanya berupa 3 baris kata-kata yang dipahatkan di nisan kita :
‘Si Fulan,
lahir tanggal sekian-sekian,
wafat tanggal sekian-sekian’

14 responses to “Cara Berpakaian Muslimah

  1. tak heran jika semakin banyak terjadi kasus pelecehan seksual terhadap para wanita disebabkan oleh belum “pantasnya” pakaian yang mereka kenakan.

    Mengutip kata-kata Bang Napi :
    KEJAHATAN TERJADI BUKAN HANYA KARENA ADANYA NIAT NAMUN JUGA KARENA ADANYA KESEMPATAN

  2. terima kasih sudah mengingatkan, tapi gak semua juga salah perempuan (meski saya juga dah berjilbab) karena kalo lakai2 melihatnya gak pake nafsu ya gak bakalan terjadi kasus pelecehan.. btw, ngomongin masalah gender jadi sensitif hehe🙂

    • lho, makanya saya bilang semuanya harus menjaga diri baik ikhwan maupun akhwat. Menundukkan pandangan itu sangat dianjurkan.
      kalau tidak ada yang mengalah dan instropeksi diri, siapa yang akan bertanggung jawab??

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s