Wanita Menyusui

Sudah beberapa kali terakhir saya sering menulis tentang wanita. Sebenarnya masih banyak yang belum kita ketahui dari makhluk yang bengkok ini, bahkan seorang wanita pun saya yakin ada yang belum mengetahui tentang dirinya, pasti ada. Selain itu juga untuk mempersiapkan fase kehidupan yang akan saya jalani nanti, bagi yang sudah pernah menjalaninya juga boleh sharing kok, siapa tahu saya banyak salah. Dengan memperhatikan hal tersebut, saya yakin kita akan lebih bijak dalam melangkah, sebab minimal sudah pernah tahu ilmunya, walaupun berdasarkan pengalaman dari orang lain.

Kali ini saya akan membahas tentang menyusui anak. Di dalam islam semua sudah diatur secara lengkap dan detail, hanya biasanya kita saja yang belum mengetahuinya. Soal menyusui ada anjurannya dalam Alquran surat ke 31 ayat 14. Dalam penjelasan lain “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi orang yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (Al-Umm, 5/26)

Kecuali Abu Hanifah yang berpendapat dua tahun enam bulan, Zufar yang berpendapat tiga tahun dan Al-Imam Malik dalam satu riwayat berpendapat dua tahun ditambah beberapa hari. (Syarah Shahih Muslim, 10/30) (Sumber dari sini.

Naah, begitu ceritanya…banyak kita temukan permasalahan yang menjadi pertanyaan sebagian besar para ibu, gimana kalau ibu hamil lagi, sedangkan anaknya belum genap dua tahun? Okelah kalau begitu…tenang aja para ibu, sudah saya persiapkan solusinya. Anak masih bayi, namun sang ibu sudah hamil lagi. Dalam kondisi tersebut ibu tetap bisa menyusui bayinya. Asalkan, memperhatikan beberapa hal. Nur Fadhilah menyebut, kondisi kesehatan ibu dan janinnya. “Bila ibu sehat dan kondisi janinnya baik, ibu tetap boleh menyusui bayinya. Untuk memastikannya, ibu harus rutin periksa ke dokter kandungan,” katanya. Memang saat menyusui, ada pelepasan hormon oksitosin yang merangsang kontraksi rahim. Bila tak ada riwayat gangguan selama kehamilan, seperti keguguran dan melahirkan bayi prematur, ibu tetap boleh menyusui. “Tidak ada teori yang memvonis menyusui bisa memicu keguguran atau persalinan prematur. Asal, kondisi ibu sehat,” ujar konselor laktasi dari RS Mitra Keluarga Surabaya itu. Yang tak kalah penting, pemenuhan nutrisi. Sebab, yang diberi makan tiga nyawa. Yakni ibu, kakak yang masih bayi dan adik dalam kandungan. Ibu tak perlu khawatir janin akan kekurangan gizi karena “berebut” dengan kakaknya. “Secara alami, tubuh memperioritaskan pemberian zat gizi kepada janin yang sedang tumbuh, tanpa mengurangi porsi yang dibutuhkan untuk membentuk ASI,” jelas perempuan yang akrab disapa Dila itu. Mia Andike yang juga konselor laktasi dan pengurus Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jatim, menambahkan, ibu harus memperhatikan jenis dan porsi makanan yang dimakan. Memberi makan tiga nyawa tidak berarti ibu ugal-ugalan saat makan (he…emangnya naik motor..). Misalnya makan tiga porsi sekaligus. “Hal tersebut justru mengakibatkan ibu obesitas. Porsi makan seimbang, pilih yang bergizi tinggi. Kalau ngemil, lebih baik buah dan sayur,” jelasnya. Kalau yang ingin tahu banyak, gabung aja disini.

Keputusan tetap menyusui selagi hamil juga menjadi momen pembelajaran bagi kakak. Mia mengatakan, tindakan itu membiasakan kakak menyesuaikan diri dan berbagi dengan adiknya yang masih dalam kandungan. Juga, akan terbuka kemungkinan kakak dan adik yang lahir menyusu bersamaan (nursing tandem). ”Ibu bisa memanfaatkan momen tersebut untuk mengenalkan kakak akan keberadaan adiknya. Setelah adiknya lahir, si kakak tak melakukan aksi penolakan (emang demo??).”

Memang, Mia mengatakan, ibu akan repot karena mengurus dua buah hati sekaligus. Namun, keuntungan yang didapat berlipat. “Tak hanya anak mendapat ASI, tapi bonding antara ibu dan anak tetap terjaga,” tuturnya. Kebetulan, Mia sudah menjalani nursing with pregnancy. (Sumber: Jawa Pos 04/08)

Saya hanya mencoba memandang dari sisi agama dan ilmu kedokteran. Walaupun kelihatannya wanita itu selalu susah, tapi dibalik itu ada kemuliaan besar baginya. Sebagaimana pernah disampaikan oleh mbak Fitri. Tulisan ini sekaligus menanggapi komentar mbak Nand, yang katanya pingin berbagi ilmu…

Bagaimana dengan para ibu dan bapak? Atau calon ibu dan calon bapak? Apa yang akan anda lakukan? Itu sich terserah pribadi masing-masing.

Iklan

18 responses to “Wanita Menyusui

  1. saya membayangkan diri saya sendiri seandainya menyusui bayi ketika hamil. Sepertika akan kesulitan sehubungan dengan kesehatan saya…
    Mudah2n kelak diberi kemudahan untuk memberikan hal-hal terbaik bagi putra-putri saya… 🙂

  2. hmmm… yah harus ngasih ASI ekslusif dunk mbak.. ntar klw nggak susah.. 🙂 rawan terhadap penyakit

    (hehe padahal belum punya baby 😛 )

    (afwan mbak ternyata mbak2 toh saya kira mas-mas 😀 )

  3. Seneng deh sama kaum adam yang pro ASI…
    Terus tularkan kepedulian antum semua kepada “bapak-bapak” yang lain yah biar negara kita ini penerusnya sehat dan cerdas…

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s