Duit Rp 1.000.000 Bakal jadi Rp 1.000

Ada kabar yang mengejutkan buatku setelah kemarin membaca surat kabar Jawa Pos, saya akan sedikit berbagi informasi yang saya rasa cukup menghebohkan, Duit Rp 1.000.000 Bakal jadi Rp 1.000. Bukan berubah mata uang lho…namanya redenominasi. Setelah baru – baru ini Bank Indonesia mengeluarkan uang sepuluh ribuan baru dan seribuan logam baru, kini ada rencana pembahasan tentang redenominasi tiga digit.

Pertimbangannya katanya dikarenakan uang pecahan Indonesia kurang efektif, katanya sich, kalo kita bawa uang 10.000.000 kan terlalu banyak tuh…Naah, jika sudah ada redenominasi kan uang sepuluh juta hanya jadi sepuluh lembar saja…(Ada benarnya juga, hehe). Dan perlu diketahui juga, uang 100.000 an Indonesia termasuk pecahan uang terbesar di dunia, bukan bentuknya tapi nilainya. Setelah Turki dan Rumania, kini Indonesia akan menirunya (redenominasi uang).

Rencana redenominasi alias pemotongan nilai mata uang (tanpa mengubah nilai tukarnya) yang dilontarkan Bank Indonesia (BI) terus menggelinding. Bahkan bank sentral sudah menyusun tahap – tahap untuk memuluskan rencana tersebut. Pjs Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, mulai tahun depan BI mensosialisasikan redenominasi rupiah ke seluruh lapisan masyarakat.

Menurut Darmin, redenominasi hanya merupakan penyederhanaan penyebutan satuan harga maupun nilai mata uang. Artinya, pecahan mata uang disederhanakan tanpa mengurangi nilai uang tersebut. “Misalnya, seribu rupiah (Rp 1.000) akan menjadi satu rupiah (Rp 1), sedangkan satu juta rupiah (Rp 1.000.000) menjadi seribu rupiah (Rp 1.000). Tapi nilai uang sebelum dan sesudah redenominasi sama,” jelasnya.

Tanggapan beberapa tokoh Indonesia tentang rencana redenominasi:

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesaia (Apindo) Bapak Djimanto mengatakan, baik positif ataupun negatif para pelaku usaha akan merasakan dampak redenominasi. “Jadi bukan otoritas moneter semata karena dunia usaha dan pelaku bisnis akan merasakan dampaknya.” Ujarnya. Pengusaha, kata Djimanto, sampai saat ini belum mengetahui secara pasti apa sebenarnya tujuan redenominasi. Seandainya memang bertujuan membuat rupiah semakin kuat, langkah itu akan mengancam export. “Ekspor akan kurang bergairah. Sebaliknya orang akan lebih senang import karena menguntungkan,” imbuhnya. Namun jika tidak ada dampak signifikan, kata Djimanto, sebaiknya rupiah tetap apa adanya seperti sekarang. “Biarkan begini saja, kan udah baik,” ucapnya.

Kepala ekonom Grup Bank Mandiri Mirza Adityaswara mengatakan, ha tersebut belum perlu dilakukan. “Penyederhanaan rupiah Cuma berarti mengubah secara psikologis agar rupiah tidak lagi terlihat terlalu murah seperti sekarang. Padahal itu tidak berarti apa-apa,” katanya. “Dari pada memikirkan hal yang tidak berarti, lebih baik memikirkan masalah inflasi dan pembiayaan terhadap pembangunan infrastruktur yang terkendala undisbursed loan (Pinjaman yang belum dicairkan perbankan),” Jelasnya.

Pengamat valas Farial Anwar juga khawatir kebijakan tersebut mengganggu pergerakan rupiah di masyarakat jika tak dilakukan dalam waktu yang tepat. “Yang jelas, perlu periode peralihan panjang karena ada sebagian masyarakat yang kurang terdidik,” katanya

Tahap redenominasi

2011-2012 : Masa sosialisasi

BI mensosialisasikan redenominasi kepada masyarakat. Sistem akuntansi, pencatatan dan sistem informasi juga disesuaikan secara bertahap

2013-2015 : Masa Transisi

BI mengeluarkan uang baru yang nilainya 1.000 kali uang lama. Pada masa ini barang akan memiliki dua label harga, yakni “harga dengan uang lama” dan “Harga dengan uang baru”

2016-2018 : Masa penarikan uang lama

BI akan menarik uang lama secara bertahap. Akhir 2018, diharapkan hanya beredar uang baru di Indonesia.

2019-2020 : Masa Pemantapan

Pada periode ini, BI akan mengganti uang baru yang ditulisi “uang baru”, dengan uang baru tanpa tulisan “uang baru”. Dengan demikian, pada 2021, Indonesia memiliki tahap baru setelah rangkaian redenominasi.

Huuh, ribet juga ya…gimana menurut kalian?? Setuju? Atau… malah nggak setuju? Monggo, dicermati….

Iklan

32 responses to “Duit Rp 1.000.000 Bakal jadi Rp 1.000

  1. perlu waktu lama utk sosialisasi ini. Zibabwe, turki, jerman menghabiskan waktu hingga 10 tahun lebih utk menyempurnakan redenominasi.

  2. secara nyata gak ngaruh juga buat saya, tapi jika itu di berlakukan sebaiknya sosialisasinya harus benar2 merata, karena kalo tidak bisa2 banyak orang yang salah paham.. agak sulit kayaknya.. tapi lihat aja deh hehe..

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s