Sudahkah?

Sudah berapa juz kita membaca Alqur’an?

Atau mungkin ada yang sudah khatam?

Sudahkan kita pasang target tilawah Al-Qur’an untuk Ramadhan ini ?

Adakah keinginan kita untuk mengkhatamkan Al-Qur’an Ramadhan ini?

Beberapa pertanyaan yang bisa menjadi pertimbangan dan hanya temen-temen sendiri yang tau jawabannya. Katanya di bulan ramadhan pahala dilipat gandakan? Kenapa kita belum maksimal beramal ya? Mari kita instropeksi diri, hal-hal apa saja yang sudah kita lakukan selama tiga hari lalu, mumpung belum berakhir bulan ramadhan tahun ini.

Banyak sekali hadits yang menjelaskan keutamaan membaca Alqur’an, amat sangat bodoh jika kita nggak tertarik (maap yaak, agak kasar…lagi semangat-semangatnya nich, hehe). Ini ada beberapa hadits yang menyatakan tentang keutamaan membaca Alqur’an, mohon disimak dengan seksama.

Orang yang mahir dengan al-Qur’an bersama malaikat yang mulia, sedang orang yang membaca al-Qur’an dengan tertatih-tatih dan ia bersemangat (bersungguh-sungguh) maka baginya dua pahala [HR. Bukhari-Muslim]

Dari Ibnu Mas’ud r.a bahawa Nabi Muhammad S.A.W bersabda : Orang yang paling layak mengimami kaum di dalam sholat  ialah mereka yang terfasih membaca Al Quran. ( Riwayat Muslim )

Dari Ibnu Omar r.a. daripada Nabi Muhammad S.A.W. telah bersabda: Tidak boleh berhasad dengki kecuali di dalam dua perkara : Lelaki yang dianugerahkan kefahaman yang sahih tentang Al Quran, ia menunaikan ibadat siang dan malam , lelaki yang dianugerahkan kemewahan harta lalu dinafkahkannya

siang dan malam. ( Riwayat Bukhari & Muslim )

Masih buaaaanyak lagi penjelasan tentang fadhilah membaca Alqur’an. Semoga dengan kita mengetahui keutamaannya, kita bisa tambah semangat lagi membaca Alqur’an. Mari kita pasang target dan beristiqamah menjalankannya, Insya Allah akan dimudahkan jalan kita. Manfaat lain di dunia, Insya Allah kalau kita istiqomah, tilawah kita akan semakin bagus dan lancar serta benar jika mau lebih istiqomah lagi.

Note:

Dalam Qur’an standart:
1 Juz = 10 lembar (20 halaman),
Jika 1 hari = 1 Juz maka 1 bulan (30 hari) = 30 Juz (khatam).
Rinciannya:
1 Juz / hari = 10 lembar/hari = 2 lembar setiap selesai sholat fardlu.
Jadi kita bisa pasang target minimal 2 lembar setaip waktu shalat / 10 lembar per hari, sukur2 bisa lebih. InsyaALLAH dalam sebulan minimal kita bisa 1 kali khatam Al-Qur’an.

30 responses to “Sudahkah?

  1. berasa ditampar, makasih sudah diingatkan
    saya sudah punya beberapa targetan dalam ramadhan ini
    tapi, biar jadi rahasia antara saya dan Allah aja ya🙂

  2. Ramadhan = syahru Qur’an,,

    tatsqif…kajian…seminar…di bulan Ramadhan ini semua tentang Al Qur’an

    The Miracle of Qur’an
    (semoga dimaknai juga ya, bukan hanya sekedar dibaca)^^

  3. kalau buat saya pribadi, bukan khatam dalam membacanya saja, tapi dalam menelaah, mengerti, dan menerapkan apa yang kita baca itu dalam kehidupan kita…
    jangan sampai khatam berkali-kali tapi nggak tau apa maksudnya
    salam🙂

    • iya betul mbak…
      tapi agar tumbuh kata2 seperti itu harus dibiasakan dulu…
      nanti kalau sudah terbiasa pasti akan belajar menelaahnya.
      bagaimana mungkin akan menelaah dan mengerti jika nyentuh alquran saja nggak pernah.
      salam balik

  4. puasa ini belum khatam masih lama kayaknya hehe.. oke deh semoga bisa mengejar ketinggalan dan makasih tips di note nya.. coba dulu ya.. makasih banget mengingatkan🙂

  5. saya biasanya malam, habis sholat lail sambil tunggu sahur.. hanya belakangan saya suka dipaksa ikut jamaah di masjid. jujur, saya ga suka sholat ramai2 di masjid, lebih suka sendiri. ada dalil yg shahih mas? *dan tidak ini ga boleh itu ga boleh lho yaa..:mrgreen:

    • Dan layak untuk kami (Musthafa Al Adawi) nukilkan disini ucapan Al Hafidh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari 2/350. Beliau menyatakan : ” … dan juga Allah subhanahu wa ta’ala telah mengetahui apa yang akan mereka (para wanita) perbuat. Namun Allah tidak mewahyukan kepada Nabi-Nya untuk melarang mereka (mendatangi masjid). Seandainya apa yang mereka perbuat mengharuskan untuk melarang mereka dari masjid, niscaya melarang mereka dari selain masjid seperti mendatangi pasar-pasar adalah lebih utama. Dan juga perbuatan yang diada-adakan itu hanya dilakukan oleh sebagian wanita, tidak seluruhnya. Maka pengkhususan larangan (penunjukkan larangan) ditujukan kepada wanita yang berbuat. Yang lebih utama adalah menilik perkara yang dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan, lalu menghindarinya berdasarkan isyarat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan melarang memakai wangi-wangian dan berhias.” (Lihat Jami’ Ahkamin Nisa’ 1/280) ]

      • simpulannya??? lebih utama sholat sndiri di rumah atau ke masjid?

        -kalo ga boleh ke pasar, trus cari bahan makanan kemana?? padahal di pasar harga miring lho.. dan kita ga bisa menghindar dari kebutuhan itu.. Jujur saya membatasi diri untuk banyak hal, tapi masih logis, seengganya menurut saya..🙂

        *ketemu mas Ari n kang Ian bikin saya terlempar ke masa SMU saya.. hehe:mrgreen:

      • hehe…jauh amat kelemparnya mbak…sakit donk.

        kesimpulannya hal-hal yang menuju fitnah lebih baik dihindari, seperti jika ke masjid banyak menimbulkan fitnah mending nggak usah, tapi banyak hadits menyebutkan tak ada larangan ke masjid jika di dampingi suami. jika menetapkan lebih baik sholat di rumah secara mutlak maka hal itu tidak benar adanya.
        mengapa ke pasar lebih utama untuk dihindari karena lebih besar bahayanya, jika pergi sendiri daripada masjid. saya hanyalah manusia biasa yang masih banyak kekurangan ilmu. Wallahu a’lam bisshowab.

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s