Merdeka

Hari ini tepat tanggal 17 Agustus 2010, itu artinya tepat 65 tahun katanya Indonesia merdeka dari penjajahan. Alhamdulillah, kita masih bisa merasakan tak lagi hidup terjajah secara fisik oleh negara lain. Hidup terjajah pasti sulit  untuk dilewati, coba kita sedikit berempati mencoba tempatkan diri kita di jaman perang dulu. Pasti mau apa-apa serba susah, semua diatur oleh penguasa radikal. Waktu kecil aku sering bermimpi berada di zaman penjajahan, rasanya ada semangat untuk bertempur melawan penjajah. Dibalik pintu kamar aku bersembunyi, di kolong tempat tidur, di bawah meja, dimanapun aku bersembunyi. Persembunyianku bukan berarti aku pengecut, karena dengan usia yang masih 10 tahun setara dengan kelas 5 SD waktu itu, aku melawan penjajah yang masuk ke rumah. Ku pukul mereka membabi buta, saking gemesnya sampe ku bunuh,,, (hehe…untung cuma mimpi, angan dalam tidur masa kecil..) Mimpiku bermula dari cerita seorang kakek yang menjelaskan keadaan masa lalu. Katanya di sungai besar desaku, banyak pekerja – pekerja yang dibunuh dan dikubur masal oleh penjajah kala itu. Malam harinya eh, aku giliran perang, hehe..

Huuftt, bersyukur kan? kita terlahir sudah dijaman yang serba canggih, ada lampu listrik untuk penerangan. Meskipun kata ibu, aku dulu terlahir tidak langsung menikmati lampu listrik, dulu, (Kata ibu) masih pake lampu petromax, atau lampu badai…coba sekarang, mati lampu sebentar saja rasanya sumpek ya? apalagi jaman dulu, nggak ada lampu, kipas angin, kulkas, rice cooker, pompa air listrik, dan sebagainya.

Jadi inget saat SD dulu, kami melaksanakan upacara bendera tiap kali agustusan. Abis upacara diadakan jalan-jalan keliling desa dengan membawa bendera plastik yang sudah dibagikan satu hari sebelumnya oleh sekolah masing-masing. Meriah sekali…semua sekolah dasar, dan TK berkumpul menjadi satu dengan berjalan ala tentara, baris rapi 3 banjar…haha… Memang di desaku biasanya ada acara begituan, sehabis jalan-jalan berkeliling nggak langsung pulang dulu, tapi mampir ke Balai Desa, untuk ambil jatah sepincuk nasi yang disediakan oleh donatur yang sudah dkumpulkan di balai desa. Tidak lupa antri dulu…sampai dapet gilirannya. Setelah itu baru deh pulang, terus siap-siap ikutan lomba-lomba yang disiapkan panitia pemuda-pemudi di setiap dusun…menyenangkan sekali.

Sayang sekali, beberapa tahun kemudian setelah saya melanjutkan sekolah di SMK, semua seolah tak tersisa…sepi banget…nggak semeriah 5 tahun silam, apalagi tahun ini, mungkin malah nggak ada sama sekali. Mudah-mudahan semangat kita menjalin persatuan bisa tetap terjaga.

Bukankah kita negara merdeka?

Jangan asal bicara merdeka,

Jangan  cuma pandai mengkritisi penguasa,

Lebih baik kita saling membangun,

Lakukan apa yang saya bisa, dan saya mampu,

Iklan

25 responses to “Merdeka

  1. iya, sekarang perayaan 17 agustusan nggak semeriah beberapa tahun silam…
    tapi semoga semangat kemerdekaan itu tetap ada tanpa perayaan2 seperti biasanya… 🙂
    MERDEKA!!!

  2. merdeka mas!!!!

    betul, harus nya kita bisa bicara dan juga bersyukur.
    65 tahun bukan tanpa cerita dan berita kan?

    terus berbenah diri untuk kemajuan Indonesia
    *cieeh… nasionalis sekali yah

    😀

  3. MERDEKA mbak……. 😀
    Seru juga tuch mimpi soal perang. hahahaha….
    negara kita memang merdeka mbak…. tapi masyarakatnya masih belum sepenuhnya merdeka….. 😦

  4. Tulisannya makin ngalir dan makin enak dibaca mas Ari.. 😀

    Salah satu cara merasakan negara ini sudah merdeka atau belum ya dengan membandingkan keadaan sekarang dengan dulu… waktu jaman penjajahan fisik. Tapi bukan berarti 100% kita merdeka, Negara ini masih punya banyak PR.. dan siapa lagi yang akan melakukannya kalo bukan kita? Mari kita berbuat nyata untuk negeri, karena satu aksi lebih berarti dari seribu caci.

    SAVE NKRI FROM EVIL INJECTION ===>
    *pinjem tagline TJO 🙂

    • hihihi….yang calonnya pembela tanah air…ehm..ehem…
      kalau nggak ada PR mah apa yang mau dikerjakan mbak…hidup penuh dengan tugas dan tanggung jawab…

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s