Om, minta airnya

Sore itu, sabtu 21 Agustus 2010 seperti biasanya rutinitas harian yang sudah biasa ku lakukan selama bulan puasa. Aktivitas buka bersama di masjid raya ukhuwah, masjid tempat aku sholat, masjid favoritku (Profil masjid ku posting nanti). Setiap sore, jam 18.00 wita, aku biasanya baru meluncur dari rumah menuju TKP, tentunya setelah mandi donk…

Sebenarnya sich menu buka puasanya biasa aja, sederhana. Namun bukan tujuan utamaku kenapa selalu buka puasa di masjid, selain agar bisa langsung sholat jamaah, tujuannya juga bergaul dan menambah ukhuwah islamiyah (hehe, gaul kok di masjid ya…). Tiga biji kurma sebagai pembatal puasa dan segelas air mineral kemasan 300 ml sudah cukup bagiku. Habis sholat baru, makan besarnya tersedia, hehe…merdeka deh.

Dibalik agenda harianku itu, ada sesuatu yang berbeda kemarin sore. Tak biasanya aku melihat pemandangan menakjubkan menurutku. Seorang bapak usianya sekitar 45 an deh kayaknya, dilihat dari cara jalannya yang masih gagah berani. Dibelakang bapak itu ada sang pengawal mungil 2 bodyguard kecil cewek dan cowok, halaaaah… anak maksudnya. Yang cowok kakaknya, usia sekitar 6 tahun, dan adiknya sekitar 4 tahun. Sang ayah yang berpakaian jubah itu duduk menunggu makan besar diantar, begitu juga anak-anaknya , duduk di pangkuan. Makanan belum dibagikan cuma minumannya sudah dibagi, sehingga mereka belum dapat minum. Setelah tiba makanan, si kakak berdiri dan menuju kepada orang yang membagi minuman, tanpa sang ayah menyuruhnya. “Om, minumnya ada nggak?” si anak bertanya pada takmir masjid. Kulihat dari kejauhan tapi celotehnya sangat jelas. Kemudian dia kembali ketempat duduk bapaknya, dengan membawa tiga gelas air minum. Duduk bersila, dan menyantap makanan bareng, satu bungkus bertiga. lahap sekali si kakak menyantap, sedang si adik masih di suapin bapaknya. Bapak itu tanpa bersuara, menyantap dengan tenang. Baru menyantap 4-5 suapan bapak itu memberikan makanannya semua untuk si kakak yang memang kelihatan sangat lapar. Hal itu membuat orang sebelahnya tersenyum, sampai ada yang ngasih lauknya untuk si kakak. “Abi ini minumnya, ini bi maem lagi” kakak mungil kembali berceloteh. “Habisin adek aja ya?” si ayah menjawabnya. Si kakak melanjutkan kembali melahap santapan buka tadi.

Hmmmm, kelihatan bahagia mereka, tak ada omelan, tak ada teguran keras sang ayah, tak ada tangisan cengeng sang adik, tak ada suara gaduh sang kakak seolah mereka terdidik dengan baik oleh orang tuanya. Keharmonisan terlihat diantara mereka, sehingga menimbulkan senyum dari orang – orang sekitar. Mudah-mudahan kelak aku bisa meniru sesosok keluarga bahagia itu. Pasti temen-temen semua menginginkannya kan?

20 responses to “Om, minta airnya

  1. Aku sendiri sudah jarang menjalani ritual ifthor di masjid, karena kasihan anak-anak dirumah berbuka puasa sendiri. 😆
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  2. ikut senang jika melihat keluarga yang harmonis seperti itu ya Ari.
    Semoga kalau nanti Ari sudah berkeluarga, akan menjadi ayah yg bijak seperti si ayah di tulisan diatas 🙂
    salam

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s