SMS cinta

Kata orang, cinta itu buta…

Kata orang, cinta itu bisa merubah segalanya…

Kata orang, cinta itu seolah dunia milik berdua…

Kata orang, cinta itu tak perlu memiliki…

Dan banyak lagi, kata-kata orang yang sering kita dengarkan melalui nyanyian maupun puisi-puisi cinta. Entah apa kata orang itu benar, aku tak tau apakah ini yang namanya cinta. Cinta saat pertama kita bertemu dan berlanjut curhat melalui sms. Tak pernah ku bayangkan, cintaku sekarang adalah cinta yang seperti orang-orang bilang.

“Apa kabar, melati?” Kata – kata itu selalu mengingatkanku pada saat awal kita sms. Entah darimana ku dapat nomor hapemu, tiba-tiba laksana air mengalir kita sudah akrab, saling tegur sapa meskipun hanya sekedar sms. Ya, hanya sms lah yang bisa aku lakukan, tak sanggup bibir ini bergerak ketika engkau memandangku, tak sanggup ku utarakan apa isi hatiku sebenarnya kepadamu, tak sanggup walaupun hanya sekedar telpon.

“Mbak melati, hatiku hampa, entah apa yang sedang ku pikirkan” sms dariku mengawali perbincangan selanjutnya. Beberapa menit kemudian “Memangnya kenapa? Ada apa? Coba ingt-ingt lg pingin apa?” woaa, senengnya dapet balasan sms. Saat itu tak ada rasa cinta untuknya, secuilpun. Sehingga malam itupun berjalan seperti biasanya, hanya saling curhat. Namun, hatiku terasa senang jika si dia langsung membalas sms dariku. “Nggak tau nih, aku juga bingung mauku itu apa? Ada solusi?” lanjut smsku. “Memangnya apa maumu? Kok dah minta solusi? Kan aku nggak tau..” nadanya sedikit kesel sama aku.

Aku memang pemalu, apalagi jika berhadapan dengan seorang wanita yang usianya sepadan. Lain halnya jika wanita itu lebih tua daripada aku, pasti ku anggap sebagai kakak. Saling sms pun terus terjadi sampai aku terasa tak bisa lepas. Rasanya hampa jika tak ada sms darinya. Aku termenung melihat langit biru di angkasa terbayang sesosok wajah yang tak asing bagiku, wajah itu adalah seorang wanita yang biasa aku ajak curhat lewat sms. Apakah ini yang dinamakan dengan cinta? Aku tak tau, yang jelas saat ada laki-laki lain yang dekat dengannya seolah aku takut kehilangannya. Aku takut lelaki itu merebutnya dariku. Tingkah laku pun kelihatan aneh jika bersamanya.

Ternyata selama ini ada salah seorang temanku yang memperhatikan dan mengamatiku, bagaimana tingkahku saat dia ada di samping, dan tingkah aneh lainnya tapi temanku hanya diam. Suatu hari, temanku itu memberanikan diri bertanya padaku, sambil nyindir, “Kamu kenapa sich, aneh sekarang?” . “Ah, nggak ada apa-apa kok, mang kenapa?” elakku. Karena dia terus bertanya, sampai saya bosan akhirnya ku jawab apa adanya. Leganya hatiku karena dia mengerti apa yang selama ini meresahkanku. Kata temanku, “Lebih baik kamu ungkapkan aja isi hatimu pada melati mungkin akan membuat hatimu tenang”. Urat malu, segera ku putus untuk mengikuti saran dari temanku itu. Namun, sang pencipta berkehendak lain, sehari sebelum aku manyatakannya, ada pengumuman dari instansi perusahaan yang telah ku lamar bahwa sore nanti aku harus segera berangkat ke luar kota. Sayang sekali, aku hanya bisa tertunduk pasrah, tak ada hal lain yang bisa ku lakukan. Betapa bodohnya aku, yang nggak peka akan perasaan sendiri, hingga harus ada orang lain yang menyuruh. Aku sangat menyesal, menyesal sekali..sekarang dia tak seperti yang dulu, sms ku tak di hiraukannya lagi, bahkan telponku juga.

Cerita ini hanyalah fiktif belaka dalam rangka untuk meramaikan Agustus di ceritaeka

24 responses to “SMS cinta

  1. pelajarannya, kao punya perasaan, pekalah dan segera nyatakan.. kesempatan ga akan datang dua kali.. dan perempuan biasanya malas menunggu yang tidak pasti..
    anyway, semoga menang ya mas Ari.. saya suka cerita yang mengandung pembelajaran seperti ini.. 🙂

  2. hehe…fiktif ya?? bagian2 depan mirip pengalaman ane pribadi, bedanya gak lewat sms..tapi lewat YM
    tiap ktemu OL pasti chat, tapi dia selalu nyapa duluan
    klo gak disapa biasanya ada yang kurang gitu…(hwah, lama2 jadi kecanduan curhat sama dia)

    akhir2 ni baru sadar klo itu salah, apalagi antara ikhwan-akhwat plus sama2 jadi ‘public figur’ lg di kampus (banyak mudhorotnya drpd maslahatnya, meski yg dicurhatin masalah amanah)

    bulan Ramadhan ini berazzam buat meng-cut semuanya, no sms no YM (tapi kok susah ya??)

    nah lho commentnya kepanjangen…jadinya malah saya yg curhat di sini
    😀

  3. Ping-balik: Satu Minggu Selingkuh | Tunsa·

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s