Khazanah Islam (Masjid bag.1)

Tempo lalu saya sudah berjanji mau posting tentang masjid yang biasa ku singgahi, tempat yang biasa untuk berbuka puasa bersama. Baru inget lagi tadi pagi pas lagi mandi, hihihi…

Masjid merupakan salah satu hal yang harus ada dalam kamus hidup saya (Cieilah), biasanya jika aku akan pergi ke suatu tempat pasti yang pertama ku pertimbangkan adalah masjid. Makanya sering aku males kalau diajak jalan-jalan ama temen ke suatu tempat yang tidak deket masjid. Mereka sudah mengetahui kebiasaanku, sehingga nggak mau ngajak aku jalan kalau nggak dekat dengan masjid😦 . Sekalian pengumuman juga buat temen-temen yang lain, kalau mau ngajak jalan-jalan aku harus bawa sarung dan perlengkapan sholat (Hehe…siapa tau ada yg mau ngajak beneran…bayarin sekalian juga boleh:mrgreen: pede bener lu).

Oke, kembali ke jalan yang lurus..

Nah, ngomong-ngomong soal masjid aku juga punya masjid andalan di Denpasar lho. Temen-temen bisa check kalau kebetulan jalan-jalan kesini. Namanya masjid Ukhuwah, langsung bisa liat gambarnya dibawah ini.

He..maaf fotonya kurang jelas, gambar itu saya ambil setelah sholat shubuh. Dan itu hanya papan namanya saja, dengan 25 meter persegi untuk tempat sholat saya kira sudah tergolong cukup besar untuk standart masjid di Denpasar. Terdapat dua lantai disana, lantai kedua yang dijadikan tempat sholat utama, sehingga jamaah harus naik tangga dulu ketika hendak sholat.

Konstruksi bangunannya biasa aja, laksana masjid pada umumnya, namun yang bikin aku sangat suka adalah tempat sholat antara ikhwan dan akhwat terpisah. Bukan terpisah bangunannya, tapi terpisah oleh cermin yang bisa tembus pandang dari sisi ruang akhwat. Pintu masuknya juga terpisah, mungkin jika ada seorang musafir yang sholat disitu akan kesulitan mencarinya tanpa bantuan orang lain. Jadi teman-temanku, orang yang sholat disitu hanya tampak ikhwan semua.

Meskipun demikian ukhuwah bukan masjid yang exclusif, bisa digunakan untuk umum. Masjid ukhuwah hanya menjalankan aturan sesuai sunnah:

Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tanpa sengaja), maka beliau memerintahkan aku untuk memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5609)

Hadits lain:

Sungguh aku tahu bahwa engkau senang shalat berjamaah bersamaku, akan tetapi shalatmu di kamar khususmu lebih baik daripada shalatmu di kamarmu. Dan shalatmu di kamarmu lebih baik daripada shalatmu di rumahmu. Dan shalatmu di rumahmu lebih baik daripada shalatmu di masjid kaummu. Dan shalatmu di masjid kaummu lebih utama bagimu daripada shalatmu di masjidku.” (HR. Ahmad 6/371. Al-Haitsami berkata, “Rijal hadits ini rijal shahih kecuali Abdullah bin Suwaid, ia di-tsiqah-kan oleh Ibnu Hibban.” Demikian pula yang dikatakan Al-Hafizh dalam At-Ta’jil. Lihat catatan kaki Musnad Al-Imam Ahmad, 18/424, cet. Darul Hadits, Al-Qahirah)

Itu sebagian foto yang tampak dari halaman depan yang saya ambil setelah sholat shubuh dan sholat isya.

Semua aspek yang ada di masjid itu yang membuat saya jatuh hati padanya, baik itu imam, jamaah, dan tempatnya yang menyejukkan. Imam tampak sudah fasih dalam bacaan, makmumnya juga bagus, shof tidak ada yang longgar, semua merapat. Masjid pujaanku, aku ingin sekali tiap waktu berjamaah disana. Kendala satu-satunya, karena jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggalku, sampai melewati masjid lain. Sehingga, saya cuma bisa berjamaah disana ketika isya dan shubuh saja, selainnya sholat di masjid Polda yang lebih dekat.

Gambar bangunan yang tampak dari atas, ditunjukkan panah berwarna hijau. Terletak di jalan Kalimantan, dari pusat kota tidak terlalu jauh. Memang masjidnya jauh dari tempat saya, jaraknya sekitar 2.5 kilometeran. Saya lebih sering sholat di masjid Attaqwa Polda Bali, sebab jaraknya yang relatif lebih dekat daripada masjid Raya Ukhuwah.

Hmmm, bagaimana kawan? Jangan takut andaikan kalian mampir di Bali, banyak masjid kok sekarang, muslimnya juga sudah lumayan berkembang. Aku juga sudah tidak khawatir lagi tinggal di daerah ini, menyenangkan. Selanjutnya akan ku tulis tentang Masjid At Taqwa POLDA Bali, tempat sholat yang bersahabat.

26 responses to “Khazanah Islam (Masjid bag.1)

  1. Terntya Islam juga sudah sangat berkembang di Bali sana yah…
    salut banget bisa tiap hari bolak-balik 10 km buat ketemu masjid tercinta…(2 x 2.5 km) x 2 shalat (isya ma subuh)…
    pahalanya juga banyak insyaAllah, kan tiap langkah kaki kita terhitung satu pahala…^_^

  2. Meski bali tersohor dengan pulau seribu pura namun ada juga masjid yang tersebar dimana-mana. masjid yang disebutkan disini aku pernah melakukan sholat jama’ah juga disana. Pernah mampir masjid di ubud mas❓ kalau gak ada yang ngajak aku yakin gak akan ketemu. Karena tempatnya yang masuk kedalam / lorong (hampir tersembunyi) kurang lebih 30mtr.
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  3. Anda bilang takut di Bali? Yang benar saja… Bali itu relatif lebih aman dibandingkan daerah lain. Gara2 pendatang kedamaian dan keamanan Bali menjadi terancam. Contoh paling nyata Bom Bali I dan II.. Tapi sekarang warga Bali sudah waspada. Bagi pendatang yang ga punya kerjaan di Bali. Mending kalian angkat kaki saja. Karena kami sudah alergi dengan pendatang yang hanya membuat onar.. Sebelum kalian ditangkap Pecalang dan dikembalikan ke asal kalian secara tidak hormat!!

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s