Fenomena Koran vs TV

Koran VS Tv

Media massa memberikan segala macam informasi kepada kita, baik itu media cetak maupun media elektronik. Kira-kira media berita yang paling diminati kebanyakan orang apa ya? TV? Radio? Koran? Atau ada lagi selainnya? Masing-masing memiiki kelebihan dan kekurangan. Kebanyakan orang memilih media elektronik televisi, karena media ini sudah sangat familiar dengan masyarakat. Di era seperti sekarang ini, televisi bukanlah menjadi barang mewah lagi bagi banyak orang…
Selain itu, sebagai media massa yang memuat beragam informasi dan berita, televisi menyajikan bayak hiburan. Kata sebagian orang, televisi memuat berita dengan kemasan yang bagus karena beritanya kelihatan hidup, tidak sama dengan media cetak (koran, majalah) yang menggambarkan informasi hanya lewat tulisan dan gambar yang agaknya kurang menarik. Atau bahkan radio, yang hanya bisa kita dengar saja tanpa melihat gambar. Padahal temen-temenku semua, kalau dilihat dari segi informasi dan berita, menurut saya koran lebih bagus ketimbang televisi, menurut saya lho. Melihat sisi positifnya, koran lebih sarat akan berita yang sangat kita butuhkan, sedangkan televisi lebih banyak digunakan oleh masyarakat untuk menonton hiburannya saja.

Saya suka koran, dan tentu saja saya termasuk pelanggan kertas buram tersebut. Saya yakin masih banyak orang yang lebih suka membaca koran daripada televisi, meskipun tak sebanyak yang suka tv. Koran, apa bayangan temen-temen saat mendengar kata-kata itu. Kalau saya langsung terfikir, tulisan kecil-kecil, kertas buram, gambar kebanyakan tidak full colour. Hiks…kasian dikau koran bila semua orang menganggapmu demikian. Sekarang, lambat laun saya semakin menyukai koran. Mungkin karena jarang beraktivitas sambil menonton tv seperti dahulu kala. Rasanya biasa aja meninggalkan tv, jadwal tayangan televisi pun saya sudah nggak banyak yang hafal.

Budaya membaca orang Indonesia menurutku masih rendah, (termasuk saya :mrgreen: ) itu salah satu penyebab semakin tergesernya koran. Mari kita biasakan membaca, sebab dengan membaca, kita bisa mengetahui dunia. Semakin gemar membaca berarti kita akan semakin rajin belajar. Semakin giat belajar, pasti akan banyak suatu hal asing diluar pengetahuan kita. Dan semakin kita tidak tau, maka belajar kita menjadi sungguh-sungguh. Ketika itu, saatnya koran akan bangkit kembali menjadi media massa yang paling diminati dari pada televisi. Hehehe…ketinggian nggak ya, impianku itu.

Sumber gambar: dari sini

{Selamat membaca}

—–

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Mulut

—–

Salam

Ari Tunsa

24 responses to “Fenomena Koran vs TV

  1. Saya termasuk suka media yang banyak tulisannya. Koran.Ya koran….tapi sekarang ada yang lebih membuat saya lebih tertarik daripada koran. Blog..hehe..banyak baca blog juga bagus. 🙂

  2. Lha sekarang mau berita apa kita bisa dapet dari internet meski koran tetep butuh, untungnya aku termasuk org yg hobby baca meski skrglbh suka baca blog….
    nonton TV g gt suka..mau gmn…

  3. di rumah saya ada sebuah televisi 21 inch dan 21 rak buku tersebar hingga ke ruang makan dan garasi.. kamar saya sendiri 4 rak.. hehee… soal informasi saya lebih suka membacanya dari situs berita di ponsel saya.. 😀

  4. Saya suka dua-duanya nih..

    kelebihan dari si TV ini adalah dia lebih update dari pada koran yang perlu waktu untuk mencetak berita, paling tidak kita tau suatu kejadian lebih cepat dan bisa ambil langkah antisipasi jika diperlukan..

    Nah, koran ga kalah pentingnya..
    kalo buat saya, berita yang tertulis lebih jelas dan rinci.
    Tidak seperti TV yg bisa aja kita salah denger, malah salah terima info.. Koran tertulis, kita bisa baca dengan lengkap.

    Intinya, mengetahui kejadian melalui TV, lalu carilah detail kejadian itu melalui koran 🙂

  5. bunda sangat jarang sekali nonton tv, krn merasa gak ada acara yg menarik apalagi mendidik 😦
    koran, krn dirumah langganan beberapa koran, jadi paling yg dibaca yg dianggap penting2 saja, selebihnya malas bacanya, lebih menarik utk ngeblog saja ,Ari 😀
    salam

  6. saya gak suka nonton TV sudah berapa tahun stop memang sengaja hehe 😀 kalo koran cuma beli Kompas hari minggu aja, dulu sempet langganan tapi sekarang cuma minggu aja. sekarang lebih banyak update berita dari internet 😉

  7. Sebelumnya salam kenal; Kebetulan mulai kecil saya sudah dibiasakan senang membaca, jadinya sampai sekarang saya lebih senang membaca daripada nonton tipi;

  8. aku di kost nggak ada tv, koran juga jarang beli.. tapi tiap hari baca kompas epaper alias koran kompas yang terbit hari ini di berbagai kota dalam versi elektronik. maklum punya-nya cuma koneksi internet doang dan kalau tiap hari beli koran otomatis jatah makan berkurang.. hehehe

  9. Ping-balik: Indonesia Jual Listrik « Tunsa·

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s