Jamu Gendong

Jamu...jamu...Bismillah,

Jamu…jamu…bapak, ibu, ncang, ncing, nyak, babe, teteh, akang, mbak, mas…yang mau jamu siapa? hehe… *Itu teriakan tukang jamu lho, bukan aku.. :mrgreen: . Masihkah temen-temen mendengar teriakan-teriakan itu di jalan depan rumah? atau di kompleks perumahan kalian? atau bahkan di kos2an? Jamu gendong, orang-orang bilang demikian. Karena jual jamunya di gendong…katanya sich yang di gendong yang lebih siip [Daripada jamu sachet]

Setuju?

Ternyata, walaupun aku nggak pernah denger ada yang teriak jamu..jamu…, tapi penjual jamu gendong masih tetap eksis sampai sekarang lho?. Selain karena banyak khasiatnya, jamu gendong punya cita rasa tersendiri bagi penikmatnya. Katanya sich karena diracik sendiri secara tradisional dan juga bahan yang digunakan masih alami, tidak ada bahan kimianya. Jamu gendong sendiri, macamnya ada banyak…nggak cuma satu macam aja. Ada jamu untuk kebugaran, kecantikan, dan lain-lain, pasti yang pernah minum jamu gendong sudah tau lebih banyak deh. Terutama masyarakat jawa nih yang suka minum ramuan-ramuan tradisional itu. Racikan jamunya turun temurun dan terpelihara dengan baik. Jamu gendong memang beda, selalu disajikan dalam keadaan hangat dan segar, tanpa bahan pengawet.

Eh, ngomong-ngomong soal jamu nih.. siapa yang pernah minum jamu gendong? hihi…baiklah, akan ku jawab mulai dari yang memberi pertanyaan dulu [Pertanyaan sendiri di jawab sendiri, hihi]. Sewaktu kecil, aku suka nyicipi jamu lho, kalau ibu pas manggil tukang jamu gendong mampir ke rumah. Soalnya penasaran banget, dan setelah dirasa, ternyata enak juga. Sebab yang ku minum itu asem jawa, sehingga rasanya nggak pahit deh, hehe…Eitt, tapi aku pernah minum jamu lain lho, yaitu beras kencur…katanya sich jamu itu bisa menyebabkan suara jadi bagus. Kebetulan kemarin ku baca pengalaman dari orang lain, dan ternyata bener.

Banyak juga yang nggak suka jamu, karena pahitnya. Padahal kan lebih bagus daripada obat-obatan kimia, jamu gendong ini tidak mengandung bahan kimia karena terbuat dari herbal atau tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat. Di keluargaku, sudah turun temurun minum jamu tradisional. Contohnya ketika ada yang baru melahirkan, pasti sebulan sebelumnya sudah dibuatkan racikan jamu langsung dari nenek yang sudah berpengalaman. Termasuk ibu saya, beliau juga minum jamu. Kata nenek lebih bagus minum jamu buatan sendiri.

Waduh..bahasnya malah kemana-mana.

Jamu gendong masih bisa bersaing di zaman modern ini. Banyak yang masih menyukainya. Bahkan kemarin saya baca di jawa pos, survey membuktikan lebih banyak yang masih suka jamu gendong daripada yang tidak suka. [Responden anak-anak SMA dan SMP di Surabaya].

Apakah temen-temen juga suka?

Hehe…sekian dulu ya…sampai jumpa lagi..

Iklan

19 responses to “Jamu Gendong

  1. q suka, tp di jakarta jamu gendong dah naik kelas, sekarang, si mbak bawa jamunya naik sepeda, jadi dah gak pake kebaya lagi ky dulu ..

  2. Huahahaha

    Aku nggak suka minum jamu, meski dulu amam nenekku sering dicekoki jamu biar doyan makan (saat masih kecil, he he)

    Tapi aku dulu lumayan sering minum jamu gendong, beras kencur ama kunyit asam yang aku suka karena rasanya enak, he he he

  3. dari dulu bunda gak begitu suka beli jamu gendong, krn biasanya di rumah ibu selalu bikin sendiri jamu godog yg dimasak memakai wadah dr keramik, Ari.

    setelah menikah dan gak tinggal dgn ibu , gak pernah lagi minum2 jamu
    salam

  4. Tukang jamu gendong di rumahku masih ada lho, padahal dia sudah ada sejak saya kelas 3 SD, dan masih awet muda, tapi two thumbs up deh buat tukang jamu gendong dengan perjuangan hidupnya….
    Tukang jamu gendong di rumahku kedua anaknya bisa disekolahkan ke Kedokteran UGM… Salut2 🙂

  5. Yth. Saudaraku para penikmat jamu,

    Ingin lebih menikmati jamu, sekaligus meningkatkan stamina, potensi libido, syahwat, dan sembuhkan frigiditas, serta termasuk cegah menopause dini?
    Coba saja jamu yang akan anda nikmati berikan/taburkan 1/3 sachet produk yang satu ini:
    Reximax
    Kunjungi kami di:
    Web: http://www.reximax.com
    ID: SKY0004448, Pasword Login: 111111
    HP/sms: 02137878828, 081807490541, 081310104072

    Reximax adalah ramuan herbal yang diracik khusus dari bahan herbal alami dengan komposisi yang seimbang sehingga tidak ada efek samping berfungsi untuk meninggkatkan Vitalitas yang prima, meningkatkan kesuburan hormon, regenerasi sel, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Juga bermanfaat untuk therapy detoxifikasi, diabetes, melancarkan peredaran darah, menyembuhkan impotensi, lemah syahwat dan frigiditas, memperlambat penuaan serta menopause dini.

    Delapan ramuan alami yang terkandung dalam Reximax untuk kehidupan yang lebih harmonis, terdiri dari :
    TRIBULUS TERRESTRIS
    PURWOCENG (Pimpinella Alpina)
    PANAX GINSENG
    TONGKAT ALI ( Eurycoma Longifola)
    MACA ( Lepidium Perulianum Chacon )
    MADU
    KOPI
    NON DAIRY CREAMERS (NDC)

    Cara Penyajian & Pemakaiannya
    Ambil 1/3 sachet (=2 sendok teh peres) langsung ditaburkan dalam minuman jamu panas yang sudah tersedia dan siap saji, langsung Anda nikmati dengan santai bersama kolega-kolega Anda baik dirumah maupun di Kafe-kafe dikota Anda.
    Apapun jamunya, Reximax campurannya.

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s