Berinternet di Warnet

Warnet

Bismillah,

Warnet, apa kepanjangannya ya? warung internetkah? hehe…warung itu kan tempatnya jualan yaak kalau nggak salah. Warung internet kan berarti jual internet ya? hehe…kagak nyambung. Yang dimaksud warnet itu cuma menyewakan komputer untuk berinternetan gitu kah..silakan dikoreksi kalau salah.

Masalah itu, aku kurang tau banyak. Yang jelas, sekarang aku posting tulisan ini di warnet lho. Ini tulisan ke dua ku yang ku posting lewat warnet. Dulu perdana posting di warnet saat aku di kampung halaman, masih inget kan tulisanku yang lalu? Nah, ternyata dunia ini semakin modern, tambah lama masyarakatnya tambah banyak pengetahuan. Buktinya, fenomena warnet sudah masuk ke pelosok desa. Apalagi di kota, pasti sudah menjamur. Saya menemukan warnet ini tak jauh dari tempat tinggalku di Jalan WR Supratman, kira-kira sekitar 500 meter dari rumah. Berjalan kaki sekitar 10 menitan deh kayaknya.

Persaingan di dunia bisnis warnet juga semakin ketat, banyak yang mendirikan tempat internet ini di rumah-rumah pribadi. Rumah-rumah mereka disulap menjadi tempat yang menyejukkan, dan diberi sekat-sekat atau apa lah, yang bisa memisahkan beberapa komputernya. Ruang tamu mereka jadikan rumah warnet. Semua warnet menyediakan fasilitas-fasilitas mewah dan menarik untuk menggaet para pelanggan agar menyukai warnet mereka. Bahkan perang tarif pun tak terelakkan, semua lomba menurunkan harga sewa. Ada yang 2 ribu, ada 3 ribu, dan banyak lagi yang lain. Padahal, saya masih ingat betul, ketika masa sekolah dulu, internet sangat jarang, bahkan temen2 sekolahku belum ada yang paham tentang internet. Baru setelah kelas 3 SMK, panas-panasnya demam internet, banyak yang baru mengenal dunia internet. Dulu tarifnya lebih mahal daripada sekarang, rata rata diatas 5 ribu, jadi membuat anak sekolah seperti saya ketika itu, jarang pergi ke warnet kalau tidak ada tugas dari sekolah. Malas aja gitu, soalnya mahal, mending buat uang saku. Ya kan?

Semakin banyak yang mengenal situs jejaring pertemanan seperti facebook, twitter dan lainnya. Semakin banyak pula pengguna jasa internet. Kebanyakan remaja anak sekolah. Sebenarnya adanya internet ini akan menimbulkan dua efek, bisa jelek dan bisa juga baik. Semua memang tergantung orangnya sich, ada yang berniat buruk ada juga yang baik. Makanya sebisa mungkin kita sosialisasikan kepada orang-orang terdekat, bagaimana menggunakan internet yang sehat, terutama di warnet. Jaga keluarga kita dulu, adik-adik kita, agar tidak salah menggunakan internet. Yang di maksud salah menggunakan internet itu gimana? ya, jangan untuk kegiatan-kegiatan maksiat. Cotohnya buka situs-situs nggak jelas, untuk mencuri, dan lain2. Intinya semua hal yang buruk kita tinggalkan. Kalau sudah bisa mengaplikasikannya, pasti manfaat yang besar akan di dapat dari internet. Informasi akan bisa kita ketahui pada saat itu juga, dari belahan dunia. Itu keuntungannya.

Udah ngantuk ah, hampir satu jam pula… :mrgreen:

Warnetnya cuma ada dua buah kipas angin, jadi sumuk (Gerah)…sepi pengunjung lagi…jadi berasa nggak nyaman 😦

Salam

 

41 responses to “Berinternet di Warnet

  1. Assalaamu’alaikum Ari @ Tunsa
    Salam kenal. maafi terlalu lewat membalas kunjungan yang pernah hadir ke blog saya suatu ketika dahulu.

    Saya juga baru faham erti warnet apabila seorang teman yang bekerja di warnet menjelaskannya. Sama seperti penjelasan mas Ari di atas. Teknologi semakin berkembang dan kini ia juga dinikmati oleh warga desa. Satu keberuntungan kerana tidak pernah terputus dengan dunia maya walau di mana kita berada di bumi ini.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak. 😀

  2. warnet? ya setau saya sih warung internet.. warung memang tempat untuk berjualan? tapi yang dijual adalah jasanya, yaitu jasa penggunaan internet, bukan barangnya.. 😀

    kebetulan saya udah sangat lama sekali nggak online di warnet mas, dulu sih terakhir ke warnet sekitar tahun 2004 saat masih kelas 1 sma karena belum punya internet sendiri. itupun yang ngenalin saya dengan internet adalah kakak perempuan saya, ketika itu lagi dapet tugas sekolah.. tarifnya waktu itu masih sekitar 4.500-5.000 per jam. 😛

    setelah itu sih udah pake internet sendiri sampai sekarang jadi udah nggak pernah ke warnet lagi..

    oh ya, karena persaingan juga saya mendengar dari teman-teman saya yang masih sering ke warnet katanya dibeberapa warnet tertentu malah disediakan film-film nggak jelas buat menarik minat pengunjungnya. jadi malah nyewa komputer buat ngopy file film, bukan buat internetan.. hahaha..

  3. pertama kali kenal internet dulu tahun 2004 juga lewat warnet.
    memang waktu itu masih mahal berkisar antara 4 sampai 5 ribuan dengan loading yang lama ditambah suasana yang panas dan bahkan kadang antre karena masih sedikitnya jumlah warnet yang ada.

  4. kalo saya kenal internet juga pas kelas 3 smu, itupun tidak dapat tugas, waktu dulu belum ada tuga cari di warnet,
    iya, dulu memang mahal, ada yang 5ribu perjam dan juga 4 ribu perjam.
    waktu dulu internet yang aku tau juga baru cuma google dan yahoo doang? wekeke… gak tau yang lebih-lebihnya, cuma cari gambar dan artikel di google hehehe..
    Bali Villas Bali Villa Villas in Bali

  5. Q gak kenal dg internet, jadi gak pernah ke warnet malu takut di ketawain, maka’a ku beli sendri ku utak atik sendiri, q undang adik sepupu yg hebat internet, nah jadi lah sekarg ku penggemar berat internet … wah gak nyambung ya,, sorry y bis gak tau musti koment apa … hehe

    Salam

  6. Semakin banyak warnet…semakin sepi karena saingan banyak, ditambah lagi udah banyak warnet di laptop dan rumahan, saya sudah tidak pernah ke warnet lagi kangen, entar malam mau mainan ah…liat operatornya

  7. Segala sesuatu itu ada baik dan buruknya Ari, yang penting kan kalau kita bisa menggunakannya dengan bijak ya bakal bermanfaat…

    Prediksiku (sok tahu), kelak nasib warnet bakal kaya wartel kecuali warnet itu dijadikan basecamp commonitas suatu game gitu…

    Di Bali, paling banyak warnet di mana Ari?

    • pinter juga nih embak…pinter ngawur, hehe…
      saorriii yee…

      yeee…mana ku tau paling banyak dimana. dijalan wr supratman juga banyak tuh. emang bener mbak, yg rame pengunjungnya warnet game OL

  8. Warnet sekarang sudah ada hampir ditiap pelosok… informasi bisa diliat dari manapun.
    Memanfaatkan warnet untuk hal positif… mutlak wajib!
    Salam kenal

  9. Ada indikasi warnet2 dalam kota banyak yang boyongan cari tempat lebih ke pinggir. Ini untuk strategi bisnis, karena di kota sudah banyak saingan, tempat2 hotspotan dan jaringan pribadi.
    saya masih sering ke warnet, sampai hari ini, hehe..Salam hangat;

  10. Ping-balik: First Anniversary de Go Blog « de Go Blog·

  11. Di sekitar tempat tinggalku juga banyak warnet. Tapi pengunjungnya kayaknya kebanyakan anak-anak, deh. Mereka kayaknya lagi pada keranjingan game online. Duh, sedih hati klo liat fenomena sperti ini. Kadang mereka jadi lupa waktu, lupa belajar, lupa sembahyang, dan semoga gak buka situs aneh2 aja ya 😦

  12. wah, jadi malu , bunda baru kenal internet, dan akhirnya belajar sendiri dr mulai bikin e-mail, tweeter sampai blog.
    jadi, mungkin bunda baru kenal internet beberapa bulan belakangan ini, jadul ya 😳
    sementara anak2 di rumah sudah canggih2 banget pakai pc maupun laptop 🙂
    salam

  13. Segala sesuatu pasti ada dua sisi baik dan buruk, yang penting kan kita usahakan untuk menggunakan untuk kebaikan sebesar-besarnya heheh 🙂 termasuk warnet…

  14. Internet masuk desa dong ya judulnya? hehehe!

    sayangnya sekarang banyak anak2 kecil yang bisa seharian main game online di warnet, yang menurut saya ga bagus banget, anak kecil harusnya bermain diluar.. berlari2 dan bersendagurau dengan sebayanya…
    bukan melototin monitor ampe belekan…

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s