Go To Ubud

Istana Raja Ubud

Salah satu tempat yang paling menarik perhatian wisatawan adalah Ubud, kota kecil ini adalah salah satu tempat yang menjadi tujuan waisatawan, baik local maupun mancanegara. Meskipun hanya kecamatan, Ubud mempunyai nama yang lebih tenar dibandingkan dengan kecamatan lain di Gianyar, Provinsi Bali. Saya juga awalnya menyangka jika Ubud itu adalah kota sekelas Denpasar, Badung, Gianyar, Singaraja, dll. Pesonanya luarrr biasa, hingga mampu menarik pengunjung. Selain keadaan alamnya yang sangat mempesona dan menyejukkan, Ubud adalah salah satu tempat yang masih kental sekali budayanya. Barang barang kesenian juga salah satu yang menjadi incaran para wisatawan.

Kemarin, berawal dari perbincangan ringan dengan pakdhe Fuad, yang akhirnya memutuskan mengajakku jalan jalan kesana. Akupun tak sanggup menolaknya, hehe… (padahal aku yg ngajakin). Hampir setahun aku di Bali, belum pernah tau yang namanya Ubud. Makanya saya sangat senang saat pakdhe mengajakku kesana. Sekalian berkunjung juga ke tempat kakak beliau.

Perjalanan yang tidak singkat menurutku, untuk sampai kesana kami membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam kira-kira, dengan bersepeda motor. Kami berangkat jam setengah 6 sore, dan sampai disana sekitar jam 7 kurang. Tanpa membawa perlengkapan perang, dan cukup memakai kaos berkerah saja, setelah mandi kami langsung cabut. Awalnya hanya berdua, cuma ketika akan berangkat, ada dua temenku yang mau ikutan. Akhirnya kita berangkat kesana dengan tidak bersamaan. Perjalanan yang cukup menyenangkan, sebab itu perjalananku ke Ubud untuk pertama kalinya. Tentunya indah pemandangan sekitar, masih banyak sawah di daerah itu. Menjadikan suasanam terasa berada di desaku. Sayangnya di tengah perjalanan, hujan mengguyur dari kawasan setelah Bali Zoo. Pemandangan jadi tak seenak sebelumnya, soalnya aku menutupi diri dengan mantel hujan.

Kondisi jalanan yang naik turun dan licin karena tergenang air hujan tidak membuat sepeda motor yang kami tumpangi melambat. Hawanya dingiiin sekali, dan yang mengenaskan aku juga tak bawa bekal perang seperti jaket. Yah, namanya pake sepeda motor, walaupun sudah memakai mantel hujan tetep aja saya kebasahan…😦 . Kata Pakdhe, Ubud memang Bogornya Bali. Maksudnya, sering hujan seperti di Bogor. Sejuk, dingiinn, apalagi habis kehujanan. Suasana jalanan yang menyedihkan, akses menuju Ubud, kurang mengasyikkan. Kondisi jalan raya yang tidak raya (sempit), jalan raya utamanya aja sempit. Saya sempat berfikir, gimana ya kalau pas pengunjung rame? pasti macet, nggak bisa gerak. Coba jika jalanannya besar, pasti akan lebih banyak wisman yang seneng kesini, kan menambah devisa negara juga. Tapi…susah juga ya? Pasti akan membutuhkan waktu dan biaya yang sangat besar. Ah, angan angan angin..biarkan saja yang berwenang yang mengurusnya.

Tak lama kemudian, sampailah di TKP. Langsung menuju teman yang disana, namanya Pak Heri. Mampir ke tokonya sekalian numpang sholat dan numpang ngobrol. Mmmm…leganya, sudah sampai di Ubud. Bagus, indah, padahal saat itu hujan sedang deras-derasnya mengguyur. Banyak juga wisatawan mancanegara disana, sepanjang perjalanan di Ubud juga banyak yang nongkrong di restaurant. Abis sholat, kami ngobrol sambil nunggu hujan reda. (Cas..cis…cuss….bla…bli…blu…ngalor ngidul, nggak nggenah). Untung tuan rumahnya baik, kami disediakan suguhan yang bisa membuat perut jadi tenang, hehe…maklum lah, dari pagi saya baru makan sekali aja.:mrgreen:

Hampir satu jam ngobrol, tak terasa, hujan sudah agak mereda. Kami pun berangkat ke tempat pakdhe Faris, kakaknya Pakdhe Fuad. Sayang seribu sayang, beliau nggak ada di tempat. Akhirnya, hanya bersinggah sebentar, kali ini sambil nonton tv, hihi… dan kali ini nggak ada suguhannya juga. Selang lima belas menitan, kami pulang. O iya, teman-temanku yang mau ikutan tadi ketemu di tempat pakdhe, sehingga pulangnya kami bersamaan. Sebelum pulang, mutar muter dulu dikawasan pasar Ubud, itu lho yang pernah buat shooting artis luar negeri yang terkenal itu..mmm…siapa namanya tuh, tukiyem atau siapa lah, aku nggak kenal. Disana juga terdapat tempat raja Ubud. Megah tempatnya, saat itu masih ada pertunjukan tari di sanggarnya. Kami tak mampir disana karena memang sudah agak malem.

Rasanya agak lebih cepet dibanding perjalanan saat berangkat tadi, sampai di rumah jam setengah sepuluh kira-kira. Perut keroncongan, dangdutan, macem macem deh, udah gitu hidungku mampet, pilek, bersin-bersin tak henti-hentinya, mungkin karena kedinginan disana. Aku pun mengadu ke penjual bubur kacang ijo. Bapak tukang kacang ijo juga langsung tau, belum saya cerita, sudah disodorkan semangkuk bubur hangat yang sudah siap disantap, hehe…pinter amat yaak bapaknya,πŸ˜† . Beliau ini, penjual bubur kacang ijo favoritku, makanya sudah faham. Abis semangkuk kacang ijo, kayaknya masih belum diem nih perut, langsung aja aku lompat ke pedagang sate sebelah “Bu, sate sama lontong, 5 ribu ajah, bentar lagi tak ambil bu, aku mau ke toko jajan dulu”:mrgreen: jangan pada protes yaak..hihi…

Beberapa menit kemudian…

Tiingg…ngeluarin dompet, “Ini bu, 5 ribu ya? makasih bu, assalamu’alaikum”

Tinggal menyantap deh di rumah, hehe… sudah ya? nanti tambah pingin, aku di demo deh, hehe…

Itulah keindahan Ubud, salah satu kecamatan di Gianyar, namanya sudah terkenal sampai ke negeri seberang.

Salam, dan have a nice monday

46 responses to “Go To Ubud

  1. Bali emang banyak tempat plesiran yang mempesona. Saya baru 2x ke Bali namun belum sampai ke Ubud.

    Salam hangat dari Plesiran – Blog untuk memppromosikan pariwisata daerah anda secara gratis. Pengirim artikelnya bahkan akan mendapat hadiah sebuah buku yang menarik dan bermanfaat.
    Silahkan mengirimkan artikel ke Blog Plesiran.

  2. ubud? salah satu tempat favorit saya kalau ke bali.. emang udaranya lebih sejuk daripada di denpasar ataupun kuta. tempatnya masih sangat asri, masih banyak sawah tapi pemandangannya luar biasa..

    emang mas ari di bali tinggal di daerah mana sih? sayang banget nyampe ubud langsung balik lagi, kirain mau nginep semalem di ubud terus paginya langsung jalan-jalan lagi..πŸ˜›

  3. pemandangan alamnya indah, bangunan hotelnya klasik dan unik, suasana malamnya pun eksotik dengan suguhan tarian tradisional untuk para wisatawan..

  4. Wah ternyata di Bali ada juga kota hujannya, Bali emang dah menjadi icon pariwisata di Indonesia, kadang-kadang wisman pun gak tahu klo Bali itu di Indonesia, dikira Bali negara kaya Singapur gitu kali ya hehehπŸ™‚

  5. waw, subhanallah, saya belum pernah ke ubud meski beberapa kali ke Bali, ohya, ndak ikut writer fest itu kah? kan ada di ubud??

    salam hangat dari Malang

  6. Waaaaaaaaaa… jadi pengen jalan2 ke ubud,, kapan ya??? *nunggu undangan tunsa n rekan2 blogger bali nih,, hihihi*

    ngiler sama bubur kacang ijonya deh,,πŸ™‚πŸ™‚

  7. Ubud …?
    banyak yg dengar nama itu, namun tentu semua pernah kesana …
    alangkah indah pics diatas – baru pertama kali lihat gambarnya …πŸ˜€

  8. ^_^

    hmm … mampir ke blog sebelah juga lg bahas Bali … eh, mampir ke sini juga bahas Bali … jadi mau ikuuttttttt … hehehe …

    kapan ya ane bisa ke sana lagi buat makan sate ikan di jimbaran? hmm …

  9. Beberapa kali ke Bali, tp nginep di Ubud nya cuma 2 kali, itupun ga jalan2 kmana2.. nyesel deh..

    Istana raja ubud nya bisa dibuka untuk umum gitu? beneran? kereeeenn!
    Kudu harus wajib masuk ke jadwal nih klo main ke bali lagi..!

  10. Kalau ke Bali, saya selalu stay di Ubud. yang menarik disini, banyak sekali “hidden beauty” nya. Masuk ke jalan2 setapak, mblusuk2, banyak sekali pemandangan indah tersembunyi. Salah satunya, ada sebuah desa di depan hote Tjanmpuhan, desanya diatas bukit, kalau mau kesana harus naik tangga eksotis yang tinggi banget, atau naik motor muter2 jauh. Begitu sampai diatas, bener2 desa sepi yang indah. Banyak cottage2 kecil yang disewakan. jalan2 disekitarnya hanya jalan2 setapak kecil dengan galengan air disekitarnya. Itu salah satu view favorit saya.

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s