Upacara Adat Bali

Bismillah,

Assalamu’alaikum, Apa kabar kawan-kawanku…Mudah mudahan baik ya?

Alhamdulillah, masih bisa menulis sesuatu disini, beberapa hari ini flu kembali menyerang, sehingga mengganggu aktivitas. Sering bersin membuat tak nyaman berinteraksi dengan orang di dunia nyata. Dan tentunya banyak alasan pula tak berinteraksi dengan teman dunia maya. Dan sekarang, berkat doa dari kalian, aku sudah kembali sehat. Mudah-mudahan aktivitas kita selalu mendapat ridho-Nya. Amiin…


Hmmm… menghela nafas sejenak*

Siang ini cerah, malamnya pun demikian, daratan Denpasar khususnya Jalan WR Supratman, kondisinya lancar detik ini. Penjual makanan yang biasa nongkrong disekitar tempatku pun sudah banyak yang beraktivitas lagi setelah kemarin bapak nasi goreng libur jualan, hehe…padahal aku menunggu beliau* :mrgreen: . Untungnya ada bapak penjual kacang ijo yang setia setiap hari, hehe…jadi ada alternatif lain menu makan malam.

Eh, jadi ngelantur deh…kalo bicara soal makanan emang nggak ada habisnya terutama buat orang orang yang suka makan sepertiku, ๐Ÿ˜† . Saya mau posting yang ringan-ringan aja, nggak banyak omong, tapi banyak gambar. Sore tadi, ada upacara adat Bali yang namanya saya juga kurang tahu. Yang jelas upacaranya seperti ngaben gitu, cuma orangnya lebih banyak dan memakai seragam serba putih. Awalnya juga saya kira ngaben, cuma setelah dikonfirmasi sama Bli Ketut (Temen sebelah) katanya bukan, tapi…apa gitu, aku lupa, mohon maaf ya? nanti dikoreksi kalau salah…

Sekitar jam setengah 5 sore waktu denpasar kayaknya, jalanan sudah lengang, banyak petugas dari dinas perhubungan yang bergabung dengan pecalang (nama satuan pengaman orang bali), pecalang itu seperti petugas keamanannya khusus orang Bali, kalau di daerah Aceh sana namanya Polisi Syariah, (kata temenku dari Aceh). Sibuknya petugas yang mengaturnya, karena lalu lintas jalan ini tiap sore sangat padat. Acara pun dimulai, seluruh orang yang ikut upacara mulai jalan, persis ngaben, cuma yang dibawa patung naga. Nih, saya kasih liat foto fotonya aja ya? susah ngomongnya, soalnya nggak paham, hehe…dan mohon maaf, fotonya kurang jelas, masih untung aku dipinjemi kamera temenku, hi hi hi …

Pertama aku kasih liat dulu, temen ku yang mau minjemi handphonenya untuk berphoto ria, ini dia…jangan ada yang naksir lho ya…hehe

My Best friend yang baiklangsung ke TKP acara upacara Adatnya…

Penabuh alat musik

Ibu ibu paduan suara

Ini dia, yang dibawa

Liat, banyak ya?

Ada anak kecil juga yang ikutan

Kalau ini, bagian Ibu2…

Ini Penabuh Depan

Terakhir, pembawa bendera..hehe

Lihat pula bapak-bapak pecalang yang gagah gagah, kayak aku ya? hehe

Liat Seragam Pecalangnya? sangar

Bagian Pengendara Motor

Liat tuh, yang nonton, orang counter..hehe

Hmm…dibalikย  itu, hikmadnya upacara ternyata menyimpan antrian yang sangat panjang pengguna jalan tersebut, sehingga berantakan sekali, petugas keamananpun sampai kewalahan mengatasinya.

Antrian jalan sebelahnya

Kacau balau, di perempatan

Pokoknya ramai deh

Seru deh pastinya, jadi rame juga jalan supratman ini, hehe

Bagi yang mau lihat, silakan datang sendiri ke Bali, dijamin, seru dan menyenangkan, kalau nggak percaya, tanya aja orang orang terdekat kalian yang sudah pernah kesini, tapi jangan minta aku yang naggung lho…hehe

:mrgreen:

Salam dari Denpasar, Bali

โ€”โ€“

Baca juga:ย Caraย Menghilangkan Bau Mulut

โ€”โ€“

Salam

Ari Tunsa

Iklan

47 responses to “Upacara Adat Bali

  1. Aku mau kenalan ma yang punya hp ,, biar aku juga di pinjemin hp,,, hehe (sekalian minta no nya …. jangan marah ariiiiiiiiiii ………)

    Mau juga tuh ke bali ,, tp gak tau kapan …

  2. hai tunsa…lam kenal yaaaaa
    yuuuks ikut kopdar biar tambah rame
    tempatnya di RM Mina, Renon…jamnya blm tau, nanti aq confirm lg

    add ym aq yaa : ida_peerlo atau td aq uda add fb mu…namaku Ida Nursiani ๐Ÿ™‚

  3. kalau melihat runutan acara sepertinya upacara adat ini disebut NGerorasin atau Mukur, ibu2 yg paduan suara itu disebut sedang Makidung Pitra Yadnya…
    Untuk lebih jelasnya bisa konfirmasi sama Bli Budiarnaya.
    Salam dari sy, orang Baliage yang merantau di Kendari… ๐Ÿ™‚

  4. Benar seperti yang Blitusuda katakan ngerorasin kalau dilihat fersi gambarnya, namun detailnya harus tau di tkp,
    OOT: Mari berdoa, biar semuanya lancar hinggu minggu bisa kopdar bagi yang kuasai wilayah survey dech heee…biar nutup satu bisa ke loksi satunya heee

  5. Ari, salam kenal ya dari saya.

    12 tahun di Denpasar, aku sering kali menjumpai upacara adat seperti ini. Cuman ya karena Denpasar itu padat kendaraan, kalau pas ada upacara seperti ini, ya kita harus rela-relain mencari jalan alternatif supaya nggak kejebak macet.

    BTW, ada kopdar ya [clingak-clinguk], dimana?

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s