*Mimpiku*

Pict: disini

Sebuah angan dan cita-cita yang kuat biasanya akan menjadi mimpi kita dalam kegelapan malam. Mimpi juga berasal dari hal-hal yang sudah membayangi kita pada siang harinya. Atau mungkin sesuatu yang sudah sering kita lihat, namun belum bisa melaksanakannya. Mimpi tidak bisa kita jadwal, dan mimpi juga belum tentu datang sesuai keinginan kita.

Pernahkah kita membayangkan sesuatu dan menjadi mimpi yang indah dalam tidur?

Jawabannya bisa “pernah” dan bisa juga “belum pernah” betul kan? hehe… 😆 Tentu saja, tak ada seseorangpun yang tau akan mimpinya di masa depan. Mimpi yang dimaksud disini adalah mimpi dalam arti luas. Mimpi indah maupun mimpi buruk tak bisa kita terka datangnya. Pada hakikatnya seseorang akan menginginkan mimpi indah daripada mimpi buruk. Sama halnya dengan saudara-saudara kita yang ada di sekitar Gunung Merapi di daerah Jogjakarta dan di sekitar kepulauan Mentawai. Mereka tak pernah bermimpi dan tak pernah berharap mimpi terkena bencana yang melandanya. Kita tahu, bahwa beberapa hari ini saudara kita yang ada di Jogja dan sekitarnya serta di kepulauan Mentawai dan sekitarnya sedang kesusahan. Tidur tak nyaman, makanpun tak enak. Setiap malam harus berbagi selimut dengan sesama, dan siangpun harus rela menatap panasnya mentari, belum lagi saat hujan turun.

Tak ada satupun orang di dunia ini yang berharap bermimpi sesuatu hal yang tidak mereka sukai. Yang ada malah sebaliknya, mereka justru ingin sekali bermimpi menjadi orang yang serba enak. Saya sendiri juga sering berfikiran demikian. Namun, tahukah teman…perlu kita sadari bahwa hidup ini tak hanya keindahan yang ada, kadang kesedihan bisa membuat diri kita  malah menjadi lebih bijak dalam menjalani hidup.

Tidakkah engkau lihat teman-teman kita di sana? mereka sangat membutuhkan doa kita bukan hanya sekadar bantuan material. Support kita untuk mereka menjadi sangat berharga. Mimpi buruk bukanlah suatu hal yang harus kita hindari, tapi harus di jalani ketika hal itu menjadi nyata. Mimpi indah memang belum berpihak pada kita,  namun mimpi itu kan terus ada dan harus kita pelihara sampai menjadi kenyataan.

Bagi saudara-saudaraku yang masih tertimpa musibah meletusnya gunung merapi di Jogjakarta dan Tsunami yang melanda Kepulauan Mentawai, tetaplah semangat, masih banyak teman yang peduli padamu, terus siramilah mimpi indah sampai menjadi kenyataan.

Budheku juga di Jogjakarta, entah dimana letaknya, sampai sekarang beliau sekeluarga belum bisa dihubungi sehingga belum tau pasti keadaannya. Mohon doa dari teman-teman ya? Semoga mereka baik-baik saja

Iklan

10 responses to “*Mimpiku*

  1. dibutuhkan relawan sebagai tukang masak dan pengajar sekolah ceria anak-anak di lereng merapi

    juga barang-barang berupa bahan makanan, air bersih, obat-obatan, pembalut wanita, tikar, selimut buat para korban merapi

    atau paling tidak dibutuhkan DOA dari kawan-kawan semua agar musibah ini segera berakhir dan para korban diberikan ketabahan…

    -salam dari kawan-kawan di Jogja-

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s