Terjaring Jejaring Sosial

Pict.

Bismillah,

Ngomongin masalah kemarin terlalu panjang, belum ada habisnya kalau terlalu berkutat pada tulisan kemarin, hehe. Sekarang saya mau mengganti tema, hari ini entah kenapa saya jadi teringat masa lalu yang sebelumnya tidak kenal dunia internet. Awal mula terjerumus dunia maya ini saya baru mengenal email dari yahoo. Beberapa lama kemudian saya kenal situs jejaring sosial pertemanan, Friendster. Sangat tersohornya situs itu beberapa tahun silam, membuat saya belajar dari teman untuk membuat akun di situs jejaring tersebut. Dulu memang seringnya memakai hape untuk berinteraksi dengan teman-teman baru dunia maya.

Masih sedikitnya jasa internet merupakan salah satu penyebab saya jarang sekali bersentuhan dengan media internet. Biasanya juga rasa malas menghambat interaksi dengan internet . Rasa malas tersebut terjadi karena ketidak tahuan diri saya mengenai dunia internet. Hal semacam itu memang telah menjadi kebiasaan sebagian orang, malas karena belum mengerti.

Seiring berjalannya waktu, dunia friendster tidak lagi tersohor seperti dulu kala, padahal sekarang situs jejaring tersebut telah berganti wajah. Frindster tenggelam, dunia maya dikejutkan oleh situs jejaring sosial pertemanan besar yaitu Facebook dan Twitter. Sekali lagi, saya juga terbawa arus, ikut-ikutan membuat akun. Padahal sama sekali belum mengetahui fungsinya.

Jejaring sosial inilah yang belakangan disukai oleh banyak orang, terutama remaja. Mereka sangat serius dan fanatik terhadap jejaring ini. Hal ini juga menjadi salah satu sebab berkembangnya warnet akhir-akhir ini. Warnet menjamur, sampai ke desa, dan pengunjungnya kebanyakan membuka situs jejaring pertemanan ini. Ya, ada segi positifnya juga sih, setidaknya mereka tidak mempergunakannya untuk hal – hal negatif. Namun, yang perlu diwaspadai, jangan terlalu terlena oleh dunia maya.

Bagi saya sendiri, mempunyai akun jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Friendster, dan semacamnya tidak menjadikan diri saya fanatik terhadap salah satunya. Mempergunakannya dengan wajar, dan sesunggunya saya pribadi kurang begitu suka. Buktinya, saya jarang update status dan sesekali mengunjungi akun tersebut.

Pesan saya, jangan terlalu percaya pada ajakan, janji dan sejenisnya dari sebuah situs jejaring sosial. Karena kejahatan bisa timbul darinya. Bisa kita lihat berita – berita di televisi maupun surat kabar, sudah banyak korban yang terlena, tertipu oleh teman di dunia maya tersebut. Intinya, berhati hatilah. Bukan untuk menakut-nakuti, cuma harus waspada.

Salam

Iklan

15 responses to “Terjaring Jejaring Sosial

  1. kayaknya facebook, twitter, dan sejenisnya bukanlah penyebab warnet jadi rame deh mas. kalo saya lihat sih warnet tetep gitu-gitu aja. tapi facebook dan twitter bener-bener bikin pabrikan handphone laris manis. yang dulunya bisa dipake buat internetan adalah hp kelas atas, sekarang hp 300rb-an udah bisa buat buka facebook dan twitter. luar biasa!! ini juga yang menyebabkan blackberry berkembang begitu pesat.. bikin orang jadi linglung. lagi nyetir sambil BBM-an, update status, dan sejenisnya. kalo dulu orang sangat sebal untuk mengantri, sekarang berbeda. sekarang sudah mulai hilang rasa itu. ngantri 2-3 jam nggak masalah, yang penting pegang hp, BBM-an, sambil buka fb dan update status.. dan yang menyebalkan sering kali orang seperti ini sering nggak nyambung kalo diajak ngomong karena sibuk dengan hp ataupun blackberry-nya..

    pake blackberry, punya fb, ataupun twitter sih nggak masalah asal jangan sampe lupa aja sama temen di dunia nyata 😀

  2. Menyambung komunikasi kemarin…2 jempol 🙂 lebih nyaman kan?

    Mengenai jejaring dan jaringan kebetulan tidak terlalu fanatik, harus ini atau itu, menggunakannya sebagai sarana untuk BUZZ Komunikasi. Karena jarang update juga, disamping itu udah punya no Hp teman heeeee…

    Alenia terakhir patut kita waspadai bersama, sebelum mengenal lebih lanjut klien yang kita aja komunikasi, siip mantap ari..terima kasih pencerahannya.

  3. Ari bicara layaknya Bundaku 😀

    Piss, Ari….

    He he he he

    Ari, menjamurnya warnet bukan karena FB atau twitter kali..menurut pengamatanku sih ya karena masyarakat di desa itu baru mengenal internet makanya jadi menjamur di daerah-daerah, tahu sendirilah apa-apa kalau masih baru pasti gimana gitu (baca:maruk) he he he

    tapi 10% ada benernya juga, buat aku adanya situs jejaring itu menguntungkan produsen HP.

    Manfaatkan situs jejaring itu untuk hal positive aja, dech!!

    He he he

    Keren, Ari!

    Salam!

  4. eh ari dulu ngalamin gak sih jaman nya chatting masih pake mirc?
    aku ngalamiin…

    dulu email nya masih pake hotmail juga, atau ada yang nama belakangnya aneh – anhe itu. semakin aneh semakin cihuy…

    eh ngalamin gak yah dek ari inni?
    *hahahaha, berassa Tua deh…

  5. yup setuju mas..dulu juga saya g gitu ngeh dan cuek2 saja dengan FB atau twitter dll tapi karena kebutuhan dan istilahnya hanya untuk formalitas saya pun membuat..akhir2 ini malah males banget buka FB, twitter apalagi..ngeblog aja deh..g papa kan? ^^

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s