Operasi Penertiban oleh Satpol PP

Sumber gambar

Denpasar, 22 November 2010 kemarin ada operasi ketertiban besar-besaran yang dilakukan oleh satpol PP. Operasi tersebut dilakukan untuk menertibkan trotoar dari pedagang kaki lima. Selain itu, operasi yang dilancarkan oleh banyak personil satpol PP kemarin juga menindak bagi siapapun yang parkir sembarangan di trotoar. Setelah saya konfirmasi langsung kepada salah satu penanggungjawab, katanya operasi yang focus di jalan WR Supratman ini adalah operasi yang kesekian kali setelah sebelumnya diadakan di jalan Gajahmada, Teuku Umar, dan sebagainya.

โ€œSebelumnya jalan Gajahmada, Teuku Umar, sudah di sweeping, sebab jalan itu yang paling ramai pelanggaran. Banyak kendaraan bermotor parkir sembarangan di sanaโ€. Tegasnya menjawab pertanyaan dari saya. Operasi ini sebelumnya memang sudah diberitahukan kepada masyarakat, terutama kepada pedagang asongan yang biasa nongkrong di trotoar bahkan ada yang memakan tepi jalan. Tapi mereka tetap saja nekat jualan saat operasi digelar. Tak khayal, mereka banyak yang ikut terjaring.

Kemarin saja saya lihat sudah ada beberapa gerobak sate yang masuk di dalam truck. Pedagang roti goreng, dan es degan yang biasa mangkal di depan toko pun juga kena batunya. Meskipun mereka sudah diberi tahu sebelumnya. Untung saja, mereka cepat meninggalkan lapak dengan membawa serta rombong yang digunakan berjualan. Namun malang bagi si penjual es degan, dia lupa tidak membawa serta es dan degan yang masih utuh. Hanya dia sembunyikan dibalik bangunan tua depan toko saya. Petugas satpol PP akhirnya dapat menemukan barang bukti tersebut dan memasukkannya ke dalam truck yang hampir penuh itu.

Meskipun banyak yang terjaring, penertiban tersebut tidak diwarnai kericuhan. Pedagang asongan hanya pasrah barang jualannya diangkut oleh petugas. Ada juga kasur springbed yang diangkutnya. Kasur ini memang masih baru, petugas menemukannya di depan toko penjual kasur sebelah toko. Kasur-kasur itu sengaja diletakkan di trotoar, sebab toko sudah terlalu penuh ditambah halaman toko kasur tersebut tidak ada. Dan lain sebagainya, termasuk spanduk dan umbul-umbul yang dipasang mengganggu jalanan.

 

Namun perlu disayangkan, tidak ada jeranya sama sekali tingkah pedagang kaki lima itu, baru beberapa jam setelah operasi berlangsung, beberapa diantara mereka ada yang mulai berdagang kembali di tempat yang sama. Dilain pihak ada yang melihat penertiban ini merupakan tindakan tidak adilnya pemerintah terhadap terhadap kaum bawah, seperti pedagang kaki lima. Memang penuh pro dan kontra, tetapi di luar itu semua menurut saya bagaimanapun juga tertib itu indah, mari kita jaga keindahan itu dengan tertib. Alangkah lebih baiknya jika pemerintah memfasilitasi rakyat kecil seperti pedagang kaki lima, sebagai contoh merelokasi tempat untuk mereka mencari nafkah.

Bagaimana menurut anda tentang adanya penertiban oleh satpol PP tersebut?

Iklan

30 responses to “Operasi Penertiban oleh Satpol PP

  1. jika pemerintah hanya menindak tanpa memberi solusi mungkin memang dapat dilihat tidak adil, tetapi jika pemerintah memberikan tempat untuk mereka berdagang maka hal itu wajar dilakukan… ^^

  2. memang kalo harus ditertibkan,,,
    okelah gpp tapi harus dengan perasaan n jangan tebang pilih,
    diperlukan juga tempat pengganti yang strategis,,
    namun biasanya ketika ada tempat pengganti ga strategis, alhasil PKL ya kembali ketempat semula,,,,,
    ya PKL tu kaya semut ,, diusir usir ya akan kemabi ke tempat semula yang banyak gula/ rezkinya…

  3. Sebenarnya serba salah juga sih ya bli..
    Kita inginnya tertib,,tapi kasihan juga pedagang kaki limanya,,kan hanya dari iru mereka bisa hidup..

    Yg kudu dilakukan sebenranya mungkin tata kota dan pengalihan fungsi hingga semakin apaik..
    Seperti di kota saya, gak benr2..
    hehehehe..

    Pedagang kaki lima mau digusur, dipindah ke laun2 kecil di pinggir kota. Yaa pada ndak mau soalnya sepi..

    Hehehhe

    ——

    ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏ – ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…

  4. Salam Hormat dan taklim dari Common Cyber

    Pokoknya satu deh bli,
    Pedagang kaki lima dipindahkan, tapi pemerintah juga harus memberikan tempat alih baru, tapi prospeknya juga menguntungkan buat mereka..

    Tp penertiban di atas, bagus salut, gak ada kericuhan sama sekali..

    Top markotop

  5. penertiban utk PKL memang perlu, krn kadang trotoar yg diperuntukkan pejalan kaki, malah dipakai oleh mereka, atau parkir sembarangan yg membuat repot dan susah pejalan kaki, juga menjadikan penyebab jalanan macet dan semrawut.

    namun, mungkin sebaiknya pemda setempat juga menyediakan lahan, khusus utk para PKL ini, agar tertib dan tdk mengganggu.

    Ada saja,yg mengambil keuntungan dr para pedagang PKL, seperti preman yg memungut iuran seenaknya .
    salam

  6. jadi ingat film alangkah lucnya negeri ini… padahal mereka mencari penghasilan dengan cara yang halal tapi dikejar kejar,…dibanding mereka yang ‘disana’ yang mencari penghasilan dengan cara yang nista (korupsi)…huh lucunya negeri ini..

  7. Di mana-mana kasusnya sama Ari…

    Di Malang juga begitu, namun sebagian daerah mereka sudah diberi tempat jadi tidak lagi berdagang secara liar, ini hanya salah satu upaya pemerintah daerah saja untuk membuat kotanya tertib….

    Sempat kaget pas lewat di depan stasiun kota baru pemandangannya jadi bersih, kalaupun berjualan sudah sangat tertib….

  8. Penertiban tanpa jalan keluar, sama dengan membunuh rakyat.. ๐Ÿ˜ฆ

    semoga pemerintah yang berwenang dapat lebih bijak dalam membuat kebijakan, dan memberikan ruang dialog bagi para pedagang, juga jalan keluar sebagai alternatif untuk tetap menjalankan usaha tanpa mengganggu ketertiban lingkungan…

    Hidup Ari…!! lhoh,, hahah

  9. Salam Mas Tunsa
    Maaf baru berkunjung ๐Ÿ™‚
    Menurut saya:
    Pemerintah harus cerdas donk, mencari akar dari permasalahan bukan hanya memangkas dahan.
    dengan penertiban satpol pp saya selalu ngeri lihatnya, kasihan banget mereka butuh makan, yang hanya di pikiran mereka adalah mencari rizki, dan mereka tidak paham dengan ketertiban, gimana mau tertib jika butuh uang.
    makanya pemerintah dan kita harus memahamkan dulu >_<
    HAlah sotoy(mood on)

    gak pa lah sekali-kali ๐Ÿ˜†

  10. mas ari punya toko apa di bali? ๐Ÿ˜€ memang ironi deh di satu sisi kasian yang dagang nyari duit eh dagangannya di bawain di satu sisi lagi petugas juga lagi menjalankan tugasnya.. emang suka g tertib juga sih dagangnya apalagi nyampah

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s