Sosok Keluarga Harapan

Sejak pagi menjelang, kami bertiga belum sempat menemui pak Tono. Beliau adalah pemilik rumah yang kami huni sekarang. Beliau orang yang baik hati, masih muda tapi sudah banyak harta. Sukses dalam bisnis penjualan motor bekas. Pak Tono, pemilik kontrakan sekaligus orang yang sangat dekat dengan kami. Beliau juga sudah mengerti watak-watak jahil kami. Selama 6 tahun kami ngontrak di sini, beliau tak pernah sedikitpun terlihat marah. Sabar dan penyantun, itu sedikit sifat yang tampak darinya sekilas orang melihat.

Kami tahu, pak Tono adalah sesosok pria yang tak mudah menyerah, pantang berkata tidak, pada sesuatu yang belum pernah dicobanya. Hidupnya penuh dengan kesulitan yang menghadang dikala mudanya. Sekarang dia telah dikaruniai seorang istri dan dua anak perempuan yang cantik-cantik. Sikap yang ramah membuat para tetangga beliau kenal baik dan menghormati beliau. Maka dari itu, pak Tono diangkat sebagai kepala desa di provinsi Jawa Timur. Meskipun sekarang telah menjadi orang yang bisa dikatakan sukses, dia tidak sombong.

Salah satu kontrakan miliknya yang kami tinggali berada tidak jauh dari rumah pak Tono. Sekitar tiga ratus meter sebelah barat rumahnya. Setiap ada acara di rumah, beliau selalu mengundang kami untuk bantu-bantu. Setiap hari jika ada makanan yang tak habis beliau selalu menawarkannya kepada kami, memang kami sendiri yang meminta. Bukan pak Tono namanya, kalau hidupnya bermewah-mewahan. Semuanya sederhana, termasuk makanannya. Biasanya makanan itu sisa gara-gara anak-anak beliau yang sibuk mengurusi kegiatan sosial sehingga mereka jarang makan di rumahnya. Ya, anak-anak beliau kini menjadi sekretaris organisasi kepemudaan yang ada di kampus tempat ia kuliah. Ida namanya, sekarang masih semester 4, dia juga dikenal sebagai anak yang rajin di kampusnya.

Putri kedua pak Tono, hampir lulus SMA, sekarang masih semester akhir kelas 3. Nah, yang putri yang kedua ini juga orangnya tidak pemalu. Sering dia sharing tentang pelajaran yang didapatkannya di kelas. Biasanya dia minta bantuan kepada kami bertiga untuk mengajarinya. Dari ketiga orang dari kami, saya yang paling sering, karena saya banyak waktu senggang daripada mereka berdua. Tini namanya, dia sudah kuanggap seperti adikku sendiri.

Joko dan Hasan (dua orang temanku) itu biasanya lebih sering membantu aktivitas Ani, kakak Tini. Tugas-tugas kuliah maupun aktivitas kegiatan organisasi sosialnya sering dibawa ke rumah. Saya juga sich kadang menemani mereka. Tapi sangat jarang sebab si Ani pulang malam ketika saya sedang mengajar anak-anak ngaji di masjid sebelah selatan rumah pak Tono. Oh iya, ibu Tono (red: istri pak Tono) sehari-harinya menjadi ibu rumah tangga yang baik sekaligus membuat baju (menjahit) pesanan-pesanan tetangga. Ibu Tono memang sudah terkenal akan keahliannya menjahit di kampungnya. Beliau juga tidak memungut biaya mahal dari hasil menjahitnya.

Hmm..senangnya kenal dengan mereka, tidak hanya itu, kedua temanku, Joko dan Hasan pun orangnya baik, suka membantu, rajin beribadah, dan saling menghormati. Mereka kini sibuk bekerja di salah satu instantsi perusahaan milik negara. Joko dan Hasan kebetulan di tempat yang sama, sedangkan aku di bagian yang lain. Kami adalah sahabat lama dari SMP, sehingga kita sama-sama sudah banyak tau satu sama lain. Kami suka becanda, becanda untuk melepas gundah. Jika sedang berkumpul semua, Pak Tono dan Ibu Tono, Tini, Ani, Saya, Joko dan Hasan di rumah Pak Tono, kami sering curhat. Yah, diselingi canda tawa memenuhi ruang yang luas itu.

***

Lanjut kapan-kapan yah? 😉

16 responses to “Sosok Keluarga Harapan

  1. semoga banyak pak tono pak tono yang lain di Indonesia tercinta ni,
    negorone ben gemah ripah loh jinawi,
    ga seperti sekarang, kebanyakan orang mikirane awak’e dewe,
    jarang sekali yang mengikuti sunah2 nya,
    semoga kita semua bisa menjadi pak tono selanjutnya,amin…

  2. ini fiksi kan?? jangan bilang lo naksir tini yak, hahaha… 😛
    tapi membaca fiksi ini terasa teduh sekali keluarga pak Tono itu ya,, Uh, jadi ngiriiiiii.. 🙂

    lanjutkan Ri…!!

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s