Part. 3 ; Akad Nikah

Hari ini adalah hari yang sangat menyenangkan bagi saya, terlebih lagi bagi Ani dan Hardi. Setelah berunding dengan Joko dan Hasan sejenak, dan kami semua menarik nafas panjang…bismillah, kami rasa sudah tidak ada kekurangan sedikitpun mengenai fasilitas dan alur acara pernikahan Ani dan Hardi beberapa jam nanti. Semua memang sudah kami rancang jauh-jauh haru ketika Pak Tono dan keluarga menunjuk kami bertiga sebagai penanggung jawab jalannya acara pernikahan ini.

Pak Tono, dengan setelan jas hitamnya sudah siap di tempat akad nikah, beserta penghulu dan beberapa tetangga sebagai saksi sudah siap di ruang tamu yang kini sudah disulap menjadi tempat yang sakral. Sementara para tetangga lain yang diundang, sudah duduk di halaman. Beberapa menit kemudian dua buah mobil mini bus hitam berhenti tepat di depan pintu gerbang. Hardi beserta keluarga dan beberapa orang yang diajak keluar dari mobil tersebut.

Dengan setelan jas abu-abu yang tampak bagus melekat di tubuhnya. Sesosok pria yang gagah dan tampan itu berjalan diiringi wali dari pihak pria. Ruang tamu yang luas itu menjadi penuh dengan tamu pengiring mempelai pria, Hardi. Semua pria yang hadir di sana mendengarkan dengan hikmat tatkala saya membuka acara akad nikah pagi itu. Kemudian giliran pak Tono yang beraksi, dan ketika Hardi menjawab kalimat dari pak Tono, semua yang hadir mengatakan,’sah’ seketika itu terlihat senyum ceria diantara semua wajah yang hadir. Tak terkecuali Hardi dan Pak Tono, begitu juga Ani tentunya yang sedari awal mendengarkannya di kamar.

Saya, Joko, dan Hasan tak luput tersenyum ceria juga. Semua bahagia, terlihat hardi yang begitu lega detelah mengucap ijab qobul tadi karena memang sebelumnya dia terlihat agak tegang sekali. Walaupun sudah berkecimpung lama dalam kegiatan social, Hardi tetap saja deg-degan karena memang itu pengalaman pertama yang sangat dahsyat. Katanya setelah saya tanyai. Setelah itu acara makan-makan pun tiba. Jamuan makan prasmanan untuk tamu undangan telah disediakan di halaman. Memang kami rancang agar tamu undangan dari pihak Pak Tono maupun yang mengiringi Hardi agar makan bersama di sini. Supaya terlihat lebih akrab antara semua pihak.

Semuanya telah usai, semua pengiring kembali ke rumah masing-masing terkecuali Hardi yang tinggal di tempat pak Tono. Setelah akad nikah tadi, rencananya Hardi dan Ani langsung menerima tamu undangan untuk teman-temannya di kampus yang memang terjadwal setelah acara akad nikah. Acara yang dikemas khusus untuk ramah tamah ini di desain seperti acara reuni. Semua yang hadir diharapkan dapat menikmati suasana di rumah Ani.

Hardi dan Ani, kini telah sah sebagai pasangan suami istri. Pak Tono sekarang sudah lega, anak pertamanya kini sudah ada yang menjaga sepenuhnya, jadi beliau tak lagi mengkhawatirkan Ani, Pak Tono percaya penuh kepada Hardi, sosok pria yang bertanggung jawab. Hardi mempunyai rencana akan memboyong Ani ke tempat yang sudah di sediakan olehnya. Kontrakan rumah sederhana di dekat kampus Ani. Keluarga Hardi dan Ani memang orang berada, namun dia tak menginginkan harta dari kedua orang tuanya atau mertuanya. Hardi orang yang mandiri, dari hasil tabungannya menjadi seorang jurnalis, dia sudah merencanakan dalam waktu dekat akan membeli rumah di bilangan Jakarta Selatan.

Sambil terus menabung, di kontrakan sederhana itu, Hardi dan Ani juga mencoba peluang usaha lain. Untungnya Ani juga anak yang mandiri, sehingga mereka saling menghormati satu sama lain. Menghargai kerja keras Hardi sebagai suami Ani. Setelah menjadi ibu rumah tangga sedikit demi sedikit kegiatan Ani terkurangi. Keinginan Ani untuk mengabdi sepenuhnya pada sang suami akan dia bangun secara perlahan.

***

Kapan-kapan lanjut ya? 😉

22 responses to “Part. 3 ; Akad Nikah

  1. Izinkan cah Jember membuka segel pengamannya dulu ya Bli.. wah liat postingannya saya jadi pingin cepat nyusul nikah nih, hem tapi kapan yo…?? Bli ada nominasi engga di Bali..? uhui..!!

  2. semoga Allah melimpahkan berkah kepada keduanya,amin
    barokallahu laka wa baroka alaika wa jamaa baina kuma fi khoir,amin

  3. Buat MBk Hani
    ayolah mbak kalo dah pengen tunggu pa lagi
    he..he…he..
    nah kalo mbak hani di Malang saya tunggu undangannya >_<

    Salam Mas Tunsa pinter MC juga ya 🙂

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s