Ketika Aurat Wanita di Umbar

Bismillah,

Mengawali setiap perbuatan kebaikan hendaknya dengan menyebut nama Allah, agar kita dimudahkan dalam segala urusan kebaikan tersebut. Alhamdulillah, saya masih bisa menulis kembali pada awal bulan masehi ini. Semoga bisa bermanfaat untuk saya, terlebih lagi untuk banyak orang. Dunia semakin mendekati kehancuran, tidak lain karena ulah penghuninya, manusia. Saya tidak akan menyalahkan satu pihak saja, tetapi manusia pada umumnya termasuk juga saya sendiri.

Kerusakan aqidah dan tauhid merupakan muara dan poros dari segala kerusakan di muka bumi ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan di dalam firman-Nya:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

“Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan akibat perbuatan tangan-tangan manusia, dan Allah akan merasakan kepada mereka akibat perbuatan mereka agar mereka mau kembali.” (Ar-Rum: 41)

Aqidah atau akhlak merupakan salah satu penyebabnya, moral yang kurang baik pangkal dari kerusakan lain yang lebih besar. Termasuk keeksisan wanita di dunia ini. Lihatlah, semakin banyak diantara mereka yang mengumbar auratnya di depan umum. Sungguh tercela menurut akal dan pikiran, dari aurat wanita yang semakin diumbar akan terjadi kejelekan-kejelekan lain darinya, seperti kasus asusila sampai perzinaan (pemerkosaan) dan lain sebagainya.

Telah cukup bahkan terlalu banyak contoh yang terjadi di Indonesia khusunya. Kasus karena mengumbar aurat yang menjadi pangkal utama. Padahal, cara berpakaian yang baik sudah diatur dengan jelas.  Ulama kita yang mulia telah menetapkan syarat-syarat pakaian yang syar’i bagi muslimah ketika keluar dari rumahnya, atau ketika berhadapan dengan lelaki ajnabi. Di antaranya:

  1. Pakaian itu panjang hingga menutupi seluruh tubuhnya dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya.
  2. Tebal, tidak boleh tipis sehingga menampakkan warna kulit.
  3. Tidak ketat hingga membentuk lekuk-lekuk tubuh.
  4. Tidak menyerupai pakaian yang khusus dipakai oleh lelaki sesuai dengan kebiasaan yang ada di masyarakatnya.
  5. Bukan pakaian perhiasan atau diberi hiasan-hiasan sehingga menarik pandangan (orang lain) karena bagusnya pakaiannya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan dalam hadits yang shahih1:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: رِجَالٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسُ وَنِساَءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلاَتٌ مُمِيْلاَتٌ رُؤُوْسَهُنَّ كَأَسْنَمَةِ الْبُخْتِ لاَ يَجِدْنَ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang saat ini aku belum melihat keduanya. Yang pertama, satu kaum yang membawa cambuk-cambuk seperti ekor sapi, yang dengannya mereka memukul manusia. Kedua, para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka miring dan membuat miring orang lain. Kepala-kepala mereka semisal punuk unta, mereka tidak akan mencium wanginya surga.”

Ref: http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=847

Subhanallah, begitu jelas aturan dalam islam, masih saja banyak orang terutama yang menganggap dirinya “gaul” masih menentang. Ada saja alasan yang mereka kemukakan. Memang semuanya tidak seratus persen karena kesalahan wanita. Perintah menundukkan pandangan bagi laki-laki juga sudah jelas.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ. وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, serta janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya..” (An-Nur: 30-31)

Ref: http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=935

Sekali lagi, bagi wanita maupun laki-laki, mari kita jaga aurat dan berusaha menundukkan pandangan terhadap terhadap sesuatu yang haram. Jangan mencari-cari alasan untuk melakukan kejelekan. Hanya sebuah perenungan, saat melihat semakin banyaknya wanita yang berpakaian semaunya di jalan. Setidaknya ini menjadi pelajaran buat saya pribadi. Melatih pribadi, menuju kebaikan.



 

 

Iklan

35 responses to “Ketika Aurat Wanita di Umbar

  1. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    ——

    Semua sebab pendidikan dasar dari keluarga yg minim pak.
    Saya juga kdg miris jika berbincang sama anak-anak SD’an, saya ajak bicara ttgakidahdan syariah yg dasar2, seperti aurat, sholat, dzikir, adab makan minum, mereka pada ga paham..

    Ya Allah ngelus dada..semoga mereka adalah ahlul jannah nantinya, jgn sepoerti saya yg maha hina…

    Dan saya lgsg geleng2 jika dtg ke majlis, lihat anak kecil kerudungnya panjang, subhanllah, jd pebgin cepet punya keluarga dan mendidik dan membimbing keluarga saya seperti mereka…
    Hahahaha…

    Tp saya masih 17 tahun… ^^

    ——

    صَلَّى اللّهُ عَلَى مُحَمَّد – صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم

  2. Salam Sahabat Common Cyber
    **************************

    Saya tiba-tiba lekas teringat kisah penuturan sayyidina Muhammad SAW ketika isra miraj…

    Di akhirat, dilihat oleh beliau bahwa penduduk netraka begitu berlimpah sang wanita,,ada yg kepalanya dibenturkan ke tembok, dll…

    dan salah satunya yaa itu gara2 pakaiannya kekurangan bahan…

  3. susah sekali menjaga keistiqomahan dalam berpakaian rapih sesuai ketentuan. mudah-mudahan selalu allah berikan keikhlasan hati dan kesabaran serta kemudahan dalam mengamalkan syariat ini

  4. tidak mudah utk memakai pakaian yg sesuai dgn syariah agama di negeri ini, krn masih banyak kerancuan ttg baju muslim yg mengikuti trend mode, dengan baju muslim seperti dimaksud dalam syariah.
    tugas ulama dan orang tua , atau suami bagi yg menikah, utk lebih menjelaskan dgn baik dan hati2.
    salam

  5. menjaga aurat, lebih berat daripada menjaga segudang berlian… maka auratpun lebih lebih berharga dari segala macam barang berharga yang kita punya… 🙂

    semoga keluarga kita senantiasa dapat menjaga aurat yang menjadi perhiasannya.. 🙂

  6. salah satu upaya yang saya lakukan adalah mewajibkan istri saya untuk mengenakannya disaat keluar rumah, walaupun tidak dipungkiri bahwa sekarang banyak yang mengenakan busana muslim tapi justru auratnya semakin kelihatan

  7. iya betul sekali mas tony, senang kalau lihat keluarga muslim yang jalan keluar dg busana muslim sejati…kayaknya mereka bahagia..hehe
    salam

  8. bahkan cara berpakaian pun diatur dalam Islam

    bukankah itu sebuah tanda-tanda yang nyata? semoga kita semua menyadarinya, untuk kemudian mengamalkannya

    Islam, rahmatan lil ‘alamin…

  9. Ping-balik: Ini Memang Gila, Tapi Ini Cinta | Tunsa·

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s