Tiket Kereta Api

Salah satu alat transportasi yang masih tetap eksis sampai sekarang adalah Kereta Api. Transportasi yang belum ada duanya bagi masyarakat Indonesia, terutama untuk rakyat kecil ini belum ada penggantinya. Khususnya di pulau Jawa, karena Jawa memiliki jaringan Kereta Api yang paling besar di Indonesia. Kalau di Bali ini mah, tidak ada kereta Api. Tapi mungkin suatu saat ada, mungkin.

Solusi transportasi cepat, murah, meriah, sampai-sampai karena meriahnya, prasarana yang menjaga kenyamanan pelanggan tidak terpenuhi. Kita harus berdesak-desakan, orang tua, ibu hamil, bayi, dan lain sebagainya, semua ada dalam kereta api. Tapi masih saja banyak orang yang memilih kereta sebagai alternative transportasi dambaan. Mungkin dengan pertimbangan yang sudah saya sebutkan tadi, murah, cepat, dan meriah.

Semakin bertambahnya tahun, fenomena yang ditimbulkan oleh kereta api ini ternyata belum mampu membuat pihak yang berwenang untuk membenahinya. Seharusnya, masalah ini perlu mendapat perhatian khusus, paling tidak agar penumpang merasa nyaman di dalam kereta, bukan karena alasan yang bisa dikatakan β€œkepepet” daripada naik bis, lebih lama atau yang lain. Saya yakin, kalau di benahi, masyarakat bisa memakluminya manakala ada kenaikan harga tiket.

Untuk kelas bisnis dan eksekutif, menurut saya pribadi sudah bagus, mungkin karena harga tiketnya yang jauh lebih mahal dari kelas ekonomi. Tapi yang jelas, apapun kelasnya, kenyamanan dan keselamayan penumpang harus di utamakan. Kita memang belum bisa, tapi pasti suatu saat akan bisa. Dan informasi terakhir yang saya dapatkan hari ini, tiket kereta api kelas bisnis dan ekonomi akan mengalami kenaikan lagi pada bulan April 2011. Kenaikan tersebut berkisar atara 5 hingga 10 persen. Hal itu dikarenakan biaya operasional yang semakin naik, katanya. Bagi saya tidak ada masalah, kalau kualitas kemanan dan kenyamanan pelanggan lebih dijaga.

Mohon maaf, ini hanya keluhan saya ketika pagi tadi membaca kabar tentang kenaikan tiket KA Bisnis dan Eksekutif. Apa yang saya tulis, berdasarkan pengamatan pribadi ketika menggunakan Kereta api ekonomi, bisnis, dan eksekutif yang perbedaan harga tiketnya sangat signifikan. Jika perlu menaikkan harga tiket kelas ekonomi dengan syarat kualitasnya juga naik, maka menurut saya tidak mengapa. Namun, jika kualitasnya saja yang naik maka itu lebih banyak disukai oleh masyarakat pengguna transportasi tersebut. Bagaimana menurut sahabat?

Iklan

33 responses to “Tiket Kereta Api

  1. saya malah baru tahu kalau tiket kereta api harganya naik,. belum liat berita sepekan ini. yang saya dengar juga bensi juga mau naik ya kang?
    aduh aduh, kasian rakyat kecil, makin tidak ada lagi alat transportasi yang murah dan nyaman

    • kalo BBM kemungkinan belum naik, untuk itu dhimbau kpd masyarakat agar tdk panik. membeli BBM sewajarnya, jgn menimbun. Itu kata menteri ESDM..
      mudah2an smua bisa teratasi yah?

  2. saya suka naik kereta, bahkan kereta akan menjadi pilihan nomor satu saya jikaaaa sang kereta api eksekutif menjadi :
    1. untuk membeli tiket untuk mudik hari raya ga perlu antri berhari-hari πŸ˜₯
    2. ga ada calo-caloan 😑
    3. stasiun pemberhentiannya (eksekutif) di probolinggo 😳

  3. hehe..indah paling suka naek kereta api deh… πŸ™‚

    tinggal call 13897..pesen…bayar lewat atm….beres..
    perjalanan dinikmati tanpa mabok perjalanan….bisa santai…enak deh pokoknya..
    hehe..

    masalah harga yang naik..belum tau juga indah.. :mrgreen:

  4. nebeng menyampaikan unge – uneg..
    untuk kereta ekonomi nya itu loh. agak gak manusiawi yah.
    sedih deh kalau naik ekonomi. apalagi kalau pas barengan mbok – mbok apa bapak – bapak yang harus duduk di bawah.
    dan lebih njengkelin nya lagi kalau ada yang ngerokok di gerbong dengan seenak udel e!

    btw, aku mau naek kereta loh dek ari ntar maleeem
    πŸ˜€

  5. Semenjak harga tiket pesawat yang tidak jauh2 dari tiket kereta eksekutif, saya (apalagi) keluarga saya hampir tidak pernah naik KA lagi. Beberapa kali saya naik KA bisnis pun kalo sendirian, orang tua saya sendiri pun lebih memilih utk naik pesawat atau malah bus saja krn kalo KA kan terpusat di satu stasiun, sedangkan kalo bus kan dia banyak tujuan. Misalnya saya harus ke tangerang, padahal kereta cuma sampai Gambir, kan sulit hehehe..

  6. Kalo saya sih, harga tiket naik nrimo aja. πŸ˜€

    Tapi menurut saya, nggak mungkin terjadi peningkatan kualitas tanpa kenaikan ongkos. 😐 Itu bisa dibilang mustahil. Sebenernya bisa, Mas, tapi dengan syarat PT. KAI siap merugi besar! πŸ˜†
    Saya termasuk orang yang meyakini bahwa “harga sejalan dengan kualitas”. πŸ™‚ Tapi, memang saya sebenarnya agak sangsi dengan PT. KAI saat ini.

    Sebagai pengguna rutin kereta api (sejak saya kecil) tiap tahun, saya nggak terlalu berharap peningkatan kualitas KA eksekutif terjadi setelah harga tiketnya naik. Apa pasal? Ternyata, menurut berita di tipi beberapa hari yang lalu (saya tahunya pertama kali dari tipi), kenaikan ongkos kali ini “hanya” untuk menutupi biaya operasional PT. KAI. Ya sudah, pikir saya, kalo alasannya seperti itu, yang ada kualitas gak akan bertambah, yang akan terjadi adalah kualitas tetap, tapi neraca keuangan PT. KAI menjadi sedikit lebih baik (entah apa tetap merugi atau tidak).

    Serba salah memang, sebagai konsumen kita ini gak bisa berharap banyak. Entah kembbali, apakah dananya nggak ada, salah manajemen, banyak dana “bocor” di daerah, atau gimana. 😐

  7. andai saja per-kereta apian kita lebih baik, apalagi punya monorail dan kereta bawah tanah
    saya yakin kepadatan lalu lintas karena membludaknya sepeda motor akan sangat berkurang

  8. Aahh… klo ngomongin service PT.KAI, saya selalu bilang gini :
    “KUDU ADA SAINGAN!”
    Kalo ada pihak swasta yang bisa dapat izin mbikin layanan kereta api juga, pasti deh PT.KAI akan langsung berbenah diri, sama seperti waktu Pertamina bukan lagi menjadi satu2nya yang jualan BBM.. karena ada persaingan, semua berlomba jadi yang terdepan untuk urusan service.

    Selama PT.KAI masih memonopoli perkeretaapian, saya sanksi akan ada perbaikan yang SIGNIFIKAN.

  9. knaikan kualitas ga harus dibarengi kenaikan tarif seh menurutku..
    sebenarnya PT.KAI bisa mengakali, seperti
    yg naik tarifnya itu cuma kelas bisnis/ekeskutif.. nanti keuntungan dari kelas bisnis ini duitnya untuk naikin fasilitas kelas ekonomi..

  10. semoga manajemen PT KA mendapat laknat dari Tuhan
    mereka selalu menzalimi pelanggan KA
    jadwal selalu kacau
    banyak kecelakaan
    Ya Tuhan, laknatilah pengelola PT KA

    sedj

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s