Alhamdulillah, Sebuah Renungan

Bismillah,

Sebuah renungan untuk mengingatkan kita akan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa tidak ada kekuatan yang bisa menghancurkan alam semesta ini kecuali Dia Yang Maha Perkasa. Berimankah kita terhadap kitab-Nya? Alqur’an, kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya. Perintah dan larangan yang seharusnya kita taati, masih saja ada yang belum terlaksana.

  1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat)
  2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
  3. dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”,
  4. pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
  5. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.
  6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka[1596],
  7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
  8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Note:

[1596]. Maksudnya ada di antara mereka yang putih mukanya dan ada pula yang hitam dan sebagainya.

— AL ZALZALAH (KEGONCANGAN) — SURAT KE 99 : 8 ayat —

Alhamdulillah, Allah telah mengingatkan saya beserta saudara-saudara saya khususnya yang berada di wilayah NTB sampai Bali. Goncangan gempa bumi semalam, mengingatkanku bahwa kekuatan manusia itu sangatlah kecil. Tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan-Nya, Allahu Akbar! Subhanallah…

Gempa yang terjadi tepatnya di Sumbawa Besar, NTB semalam membuat saya dan teman-temanku panik. Saya yang baru saja terlelap dan satu temanku yang juga sudah nyenyak dibangunkan oleh teman lainnya yang kebetulan masih nonton televisi. Guncangannya memang tidak membuat porak poranda, tapi cukup besar hingga terasa pusing. Saat kejadian, semua penghuni berlarian keluar meninggalkan ruangan.

Saya merenung sejenak setelah kejadian, bermuhasabah sesaat, tidak ada kehidupan alam semesta ini yang abadi. Hidup dan mati kita ada dalam genggaman-Nya. Tidak ada seseorangpun yang tahu bagaimana akhir hayat dirinya dan kapan waktunya. Subhanallah.. Bagaimana kalau kita meninggal dalam keadaan melakukan dosa. Na’udzubillah..Insya Allah, tidak ada satu orang pun yang menginginkan hal itu terjadi.

===========================================================================

NB:

Kekuatan gempa 6,6 SR

Lokasi gempa berada di titik 7.12 Lintang Selatan – 116.85 Bujur Timur, tepatnya di kedalaman 523 km. Pusat gempa sendiri berada di 165 km Barat Laut Sumbawa Besar NTB, 180 km Timur Laut Mataram-NTB, 181 Km Timur Laut Taliwang-NTB, 225 km Timur Laut Singaraja-Bali dan 1.118 km Tenggara Jakarta. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari situs BMKG, gempa tidak berpotensi tsunami.

 

44 responses to “Alhamdulillah, Sebuah Renungan

  1. ….manusia itu sungguh lemah, gak ada apa2nya kalo dibandingkan dengan alam…
    Tapi, syukurlah, Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk sempurna, punya akal (dan nafsu), jadi bisa bertahan hidup di tengah alam yang ganas. 🙂

    • iya mbak, katanya sich gitu. google aja sampai pake alert segala saat ini. Indonesia dan negara lain sdg waspada.
      smoga tdk terjadi apa2

  2. Hanya orang-orang yang beruntung yang bisa mengambil hikmah pelajaran dari setiap kejadian dan menjadi renungan kemudian bertekad memperbaiki diri

    Benar-benar kita ini tidak ada arti di hadapan Allah SWT. Terima kasih postingnya mengingatkan saya 🙂

  3. Assalaamu’alaikum Wr. Wb nanda Ari…

    Subhanallah, bunda baru ketahuan adanya gempa di Indonesia kerana hanya mengetahui gempa dan tsunami di Jepang yang lebih dari 8 sr. Bagi bunda kalau gempa yang dirasakan Ari itu 6.6 sr, mungkin jauh dari lokasi bisa terasa pusing, masya Allah bagaimana jika ia sangat berhampoiran.

    Sungguh beruntung sekali, tidak terjadi apa-apa kepada Ari dan teman2. Bersyukurlah kerana peluang hiudp masih diberi Allah. Suarh al-Zalzalah cukup menggugah hati kita untuk memahami intipati tersirat. Baca juga surah al-Insyirah (pecah belah). Surah ini menggambarkan akhir kejadian bumi ini.

    Semoga kita lebih berhati-hati dengan kehidupan kita untuk mencari bekal di hadapan Tuhan yang mana mati datangnya tidak berbau.

    Salam mesra dari bunda di Sarikei, Sarawak.

  4. Waaah serem banget! Teguran kecil untuk mengingatkan kita berintrospeksi ya Mas.

    Saat kita merasa sejengkal dari maut, pastilah kita akan flashback kepada perbuatan2 kita dimasa lalu, menyesali yang buruk dan berharap akan diampuni.

    Semoga hikmah ini tidak hanya dirasa oleh orang2 yang merasakan gemnpa saja, tapi untuk semuanya.. Amin Amin ya Rabb.

  5. Sorry, saya salah memasukkan permintaan diatas pada ruangan anda….maaf seribu maaf.
    Tjuk d

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s