UNAS SMA Selesai

Bismillah,

Pertama, saya merasa lega karena UNAS tingkat SMA sederajat telah usai kemarin. Tentunya perasaan adikku juga sama, lega, meski belum diketahui hasilnya, setidaknya bisa mengurangi beban pikiran. Unas telah membuat adik saya dan adik-adik lain yang mengikuti ujian menjadi terbebani. Virus was-was yang melanda itu adalah penyakit musiman, sudah biasa terjadi. Deg-degan karena UNAS adalah ujian terakhirnya selama tiga tahun sekolah.

Berhubung sudah selesai ujian, saya menelponnya tadi pagi, membicarakan apa saja yang sudah dia alami ketika menghadapi ujian kemarin. Ternyata benar dugaan saya, kecurangan dalam Ujian Nasional memang susah ditanggulangi meskipun ada sanksi bagi pelakunya. Termasuk di sekolah adik saya, kali ini pihak sekolah yang melakukannya. Kata adik saya, sebelum ujian dimulai, guru di sekolah tersebut menyarankan untuk membawa handphone masuk ke dalam ruang ujian. Adik saya juga salah satunya.

Dia memang membawa handphone ke dalam ruang ujian sesuai perintah sang guru, tapi tidak menggunakannya untuk berbuat curang. Sampai-sampai dia ngomong “Mas, sebagian temen-temenku dapet bocoran semua…aku aja yang nggak, gimana donk?? takut salah nih” (Tentu saja obrolannya dalam bahasa jawa, dan kurang lebih terjemahnya begitu :mrgreen: ) dan tentu saja sebagai kakak yang baik, saya menghiburnya. “Tenang, itu kan cuma bocoran, mending nggak bocor jadi nyaman tidurnya” (kalau yang ini fiktif πŸ˜† ), intinya saya mengatakan kalau yang dapat bocoran jawaban itu belum tentu benar semua, percaya saja, yang penting kamu sudah berusaha. Tinggal tunggu hasilnya tanggal 16 Mei nanti.

Itu sedikit obrolan saya dengan adik saya yang kemarin adalah hari terakhirnya mengerjakan soal ujian nasional. Untuk adik-adik yang juga telah menjalani ujian saya ucapkan selamat ya? dan jaga terus sportivitas di mana pun. Untuk yang sudah berbuat curang juga selamat, semoga ujian kemarin adalah terakhir kalian curang.

Kejujuran itu sangat penting untuk membangun mental dan watak. Generasi penerus bangsa harus bersih. Coba bayangkan jika seorang guru menularkan mental curang kepada siswa satu kelas, jika diibaratkan satu kelas ada 30 siswa dan guru yang punya mental seperti itu ada puluhan sampai ribuan di Indonesia ini. Apa jadinya Indonesia dengan jumlah 2 juta lebih siswa yang menempuh ujian. Belum lagi kalau siswa yang telah terjangkit mental seperti itu kemudian menjadi guru, maka kejujuran tidak akan bisa ditegakkan. Semoga saja masih ada secerca hati nurani bersih yang bisa memahami.

Ujian nasional jangan dijadikan momok, dan jangan pula dijadikan alasan untuk berbuat curang. Ujian nasional harus tetap diadakan, namun perlu dipertimbangkan mengenai sistemnya. Dulu memang sempat memanas pembicaraan tentang ujian nasional akan ditiadakan. Menurut saya tidak perlu, pertimbangannya karena jika ujian nasional dihapus, maka tidak akan ada persaingan nilai terhadap siswanya. Siswa tidak akan termotivasi memiliki nilai tinggi dan permasalahan baru seperti rendahnya nilai dan lain sebagainya akan terjadi. Itu hanya pendapat pribadi saya.

Ujian atau tidak, motivasi belajar harus ditingkatkan. Dan kejujuran harus ditegakkan. Orang jujur tidak akan hancur, tapi jujur bikin mujur :mrgreen:

Salam

Iklan

44 responses to “UNAS SMA Selesai

  1. Suka banget ama kalimat terakhir. “Orang jujur bakal mujur!” πŸ˜€

    Eits, tapi perjuangan belum berakhir, masih ada ujian masuk uiversitas. πŸ™‚

  2. adikku yang baru saja menjadi guru, harus ikutan curang membantu siswa ujian, ya itu perintah senior gitu katanya, jadi serba salah ya ..

    πŸ™‚

  3. Orang jujur tidak akan hancur, tapi jujur bikin mujur
    setuju banget dengan kata2 itu..

    iya nih kemaren juga ade angkatku lagi UNAS SMA..
    semoga hasilnya memuaskan yah,, amin..

  4. wow masi ada bocoran juga… wkwkwkwk…
    yaudahlah apapun ujiannya… jujur gak jujur moga2 Tuhan memberikan yang terbaik ya πŸ™‚
    tinggal tunggu hasil dong sekarang? πŸ˜€

  5. sedih saat melihat siswa sekarang belajar “menghafal soal” demi melewati nilai minimal agar bisa lulus…
    sedih saat memandang siswa yang tercetak adalah siswa dengan mental “yang penting lulus dengan segala cara”…
    tapi optimis di negeri ini banyak anak bangsa yang akan membanggakan negara, agama, dan bermanfaat untuk umat…

    *salam semangat buat adiknya mas… πŸ™‚

  6. assalamu ‘alaikum
    subhanallah sekali adik Mas itu..
    saya sangat benci dengan kecurangan, dan ketidakjujuran..
    syukurlah masih ada generasi bangsa yang sama seperti Adik Masitu..

  7. betapa unas telah dibuat menjadi sesuatu yg sangat menakutkan bagi yang menjalaninya, sehingga kecurangan menjadi hal yang dimaklumkan.
    **lebih penting membangkitkan kepercayaan diri siswa dan gurunya, kalau mereka bisa melampaui unas dng kejujuran yg dimilikinya.

  8. Alhamdulillah, sementara adik2 dan anak2 ini bisa beristirahat dulu,
    setelah ini haru berjuang lagi utk mendapatkan sekolah yg terbaik demi masa depan mereka .
    salam

  9. syukurlah kalau unas udh selesai dan tetap menjaga kejujuran… selamat buat adik-adik sma yg sudah selesai ujiannya, perjuanganmu belum berakhir… tetaplah bersemangat untuk meraih masa depan yang lebih cerah….
    salam kenal….

  10. Hah? beneran disuruh curang?
    Ckckckck…
    Betapa pihak sekolah tak percaya diri atas kemampuan muridnya dan kemampuan para guru yang telah mengajar… 😦

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s