Yang [Kuning] Tak Disebut

Bismillah,

Sore ini begitu padat aktivitas semua orang, kelihatannya. Mungkin karena masih hari selasa, hari kedua dalam hari kerja. Pastinya kepadatan lalu lintas juga bertambah saat jam pulang kerja atau jam berangkatnya. Tadi sepulang dari masjid saya kaget melihat lampu lalu lintas di perempatan jalan Kenyeri-Kecubung yang melintasi jalan WR Supratman padam/tidak menyala. Padahal daerah tersebut merupakan daerah yang rawan kecelakaan yang disebabkan oleh lampu warna di tempat tersebut.

Tapi bukan itu yang bikin aneh menurut saya 😆

Lampu lalu lintas kan terdiri dari tiga warna [Merah, Kuning, dan Hijau] tapi kenapa kebanyakan orang kalau menyebut lampu lalu lintas itu dengan tidak menyertakan lampu [kuning]nya yah?

Biasanya sich orang-orang nyebutnya,

Lampu Ijo

Lampu merah

Lampu BangJo (Abang Ijo)

Saya kurang tau, kenapa orang Indonesia kok rasanya enggan menyebut warna kuning pada lampu lalu lintas yah? Apakah ada sesuatu yang menyinggung? atau adakah batu dibalik udang? :mrgreen: atau gimana?

Adakah saudara blogger sekalian ada yang mengetahuinya?

Salam

49 responses to “Yang [Kuning] Tak Disebut

  1. Diantar dua warna terdapat satu warna, dari pada kita kelamaan mmbahan keburu diklakson sama pengemudi di belakang, mending siap=siap jalan aja ya Sob ! he….x0

    Sukses selalu

    Salam

    Ejawantah’s Blob

  2. Ping-balik: Apakah Aku Cantik? « Try 2B cool 'n smart…·

  3. apalagi di jakarta sini Sob
    yang disebut cuma merahnya doank
    hehehe…
    “kena macet di lampu merah”
    “ada pengemis di lampu merah”
    hehehe…

    sedj

  4. Mungkin karena kuning dalam hal ini warna yang tidak tegas alias ragu2, Karena hijau pasti boleh jalan,merah pasti harus berhenti. Nah kunign? klo keterusan bisa2 ditilang pak polisi.

  5. Selamat pagi… 8)

    Hmm…
    Mungkin gara-gara arti ‘lampu kuning’ itu adalah hati-hati? 😕

  6. Xixixi…
    Iya Mbak.
    Saya juga menyebutnya dengan Lampu BangJo…
    Mungkin hal ini sama kayak BurJo yang artinya Bubur Kacang Hijau
    Kalau diteliti kan bahannya nggak cuman Kacang Ijo tapi ada gula, garam vanili dll 😀

  7. hmmm…waktu sekarang ini, di kotaku serasa tak berguna lagi itu ijo, kuning atau abang. sedang masanya kampanye, jadi setiap saat bisa saja seperti di lampu merah. mandhek sreg. macet terhalang masa pendukung calon bupati.

  8. penyebutan lampu bangjo biasanya identik dengan orang jawa.

    Di ini normal kehindupan sehari-hari, hanya yang ekstrim yang
    dikenal. Yang standar biasa-biasa saja tidak ada yang memperhatikan. Begitu juga dengan efek warna kuning dalam lampu traffic light 😀

  9. artinya warna kuning di lampu lalu lintas itu emang ga dianggep Ri..

    Coba perhatiin kalo dijalan, saat lampu kuning nyala untuk segera pindah ke merah, orang2 malah semakin ngebut biar sempet ngelewatin lampu itu. Padahal kuning disitu harusnya mulai mengurangi kecepatan toh?

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s