Jangan Bicara Padaku!

Bismillah,

Bicara itu mudah. Mudah bukan berarti asal. Asal bicara kepada lawan bicara anda akan membuat orang lain sebagai orang yang diajak bicara akan merasa tersinggung. Diperlukan teknik dalam bicara kepada orang lain. Ada satu hal yang tidak boleh dilupakan dan perlu perhatian pada saat kita berbicara kepada orang lain, baik itu teman, saudara, tetangga, atasan, bawahan, dan lain sebagainya. Yakni sopan santun.

Bicara sopan bukan berarti memperlambat cara bicara, seperti jawa keraton. Bukan pula bicara sambil menunduk atau yang lain. Bicara sopan itu cukup dengan memasang ekspresi muka sesuai dengan tema pembicaraan saat itu, dan bertingkah sewajarnya. Hal itu berlaku untuk semua jenis pembicaraan, baik atasan kepada bawahan, penjual kepada pelanggan, teman sebaya, kepada orang tua dan lain sebagainya.

Tidak perlu berlebihan dalam mengekspresikannya. Karena ekspresi yang berlebihan bisa menimbulkan kesan yang kurang baik untuk lawan bicara anda. Dan ingat, jangan berbicara kepada orang yang lebih tua, atasan, pelanggan sambil mengunyah sesuatu. Ada beberaoa orang yang sering melupakan hal itu. Kesan ketidak sopanan sangat terlihat. Dibolehkan dalam keadaan seperti itu jika yang diajak bicara adalah teman sebaya yang sudah dikenalnya.

First impression, akan menimbulkan kesan yang sulit hilang kepada lawan bicara anda. Kita akan dianggap baik jika kesan pertama yang terlihat baik, namun sebaliknya kesan pertama yang kurang menggoda biasanya menimbulkan ill feel kepada orang yang kita ajak bicara. Mereka akan beranggapan bahwa kita itu termasuk orang yang kurang sopan.

Tulisan ini adalah buah dari kekecewaan saya kepada karyawan PT AD**A yang menurut saya sangat tidak sopan! Coba bayangkan, kami sedang membicarakan sesuatu yang formal, masa dia sambil mengunyah permen karet. Menurut pengakuannya dia adalah orang baru di sana. Belum ada satu bulan. Yang membuat saya semakin kesal, ekspresi wajahnya tanpa senyum tapi tampak seperti sedang becanda.

Sekali lagi, kesopanan itu sangat penting, jangan remehkan itu. Jika kita belum mengetahui esensinya, lebih baik jangan bicara dulu!!

—–

Baca juga: Cara Menghilangkan Bau Mulut

—–

Salam

Ari Tunsa

54 responses to “Jangan Bicara Padaku!

  1. tanpa bermaksud minta dihargai, saia sepakat bahwa sopan santun itu penting, sebab aneh juga rasanya kalau pas ngomong yg diajak bicara malah cengengesan ga jelas. soalnya saia pernah bentak teman gara² hal macam ini. untungnya setelah itu dia berubah, ga cengengesan lagi kalau orang lagi bicara.

    dan saia curiga, itu AD**A adalah ADIRA… hahaha…
    *nyoba buka kartu*

  2. Ihiy, galak juga ternyata.

    Bener, males banget deh ngobrol sama orang yang makan permen karet. Kalau santai dengan teman sih nggak masalah Tapi kalau obrolan serius, ya nggak sopan namanya.🙂

  3. Selain tidak sopan, rasanya sangat tidak profesional ya mas, kan itu formal bin resmi, aneh >_< *ikutan kesel*

  4. Sikap ketika di hadapan orang lain itu harusnya menjadi perhatian utama setiap orang. Karena dari sana tercermin keseriusan dan profesionalisme kerja.

  5. karena saya lebih banyak jadi pembicara *halah*, ya memang lebih banyak pula menyaksikan banyak yang cengengesan macam itu. hahaha. tapi, saya kadang melakukan sentilan dengan pantun sajaha. ckckc.

    well, memang sebaiknya diam saja kalau belum tahu esensi dari sebuah perkara. *halah*

  6. ada maqolah arab…. jika ilmumu 1 kilo… maka akhlaqmu harus 2 kilo… hehehe makasih atas tulisannya…. manfaat sekali,,,

  7. oke mas jika anda melarang saya bicara saya akan diam!, tapi saya mau komen aja disini hehehe

    memainkan hape saat berbicara dengan oran lain, juga salah satu etika yang gak sopan loh Kang

  8. Sepakat…
    Mulutmu harimaumu.
    Kesopanan dalam berbicara dapat dijadikan sampel dalam menggambarkan kesopnan seseorang secara utuh. Menjaga mulut dalam pembicaraan menjadi salah satu kunci dan prasyarat keimanan. Katakan hal yang baik-baik saja, atau diam, dan jangan sampai menyinggung perasaan..

  9. kirain lagi kesel mas, eh ternyata beneran kesel ya🙂
    Makasih sharingnya,ntar kl bicara sama orang harus siap2 bawa permen karet buat ngimbangin yg gituan,sapa tau orang itu ga serius cuma mau ngajak kita main besar2an nyebul balon permen karet:mrgreen:

  10. mbetuul mbetuuuull..!
    saya tujukan postingan ini juga kepada Si Bukan Bos Langsung Yg Berasa Kanjeng Ratu! huh!
    hehehhehe.. ngomel colongan!

    eh, rajin sekali kau posting, ketinggalan banyak kali nih akuu

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s