Tenanglah Wahai Adikku

Bismillah,
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan banyak kenikmatan hidup di dunia ini.
Sahabat,
Kemarin, tgl 16 mei 2011 adalah pengumuman hasil dari ujian nasional SMA seluruh Indonesia. Tentu saat yang menegangkan bagi para siswa sebelum mengintip nilai mereka yang ditempel di kaca jendela atau di papan pengumuman. Seperti itu pula perasaan orang-orang yang memperhatikan pendidikan adik adik yang telah menempuh ujian. Begitu juga para guru pengajarnya. Orang tua dan yang lain pasti juga merasa berdebar-debar pula, sama seperti siswanya.
Saya, termasuk salah satunya yang merasakan hal sama dengan para orang tua. Meski bukan anakku yang menempuh ujian, tapi adikku. Adik tertuaku. Kemarin (16 mei 2011) tepat jam 12.00 wib, adik memberi kabar lewat sms. “Mas, aku lulus” sepertinya dia memberi tahuku lebih dulu sebelum pulang ke rumah. Beberapa saat setelah ku baca pesan singkatnya, aku langsung telpon adik untuk tau lebih jelasnya.

Me: “Pripun kabare”
Sist: “Alhamdulillah, sae”
Me: “Beneran LULUS nopo mboten?”
Sist: “Nggih mas, aku lulus” dengan nada yg membahagiakan
Me: “alhamdulillah, bener kan kata mas. Yang nemu kunci jawaban itu tak selalu benar semua. Nggak usah iri dengan mereka, banggalah pada dirimu sendiri. Nilaine pripun?”
Sist: “alhamdulillah, bagus semua. Wonten sing 9.5 tapi sayang ada yang nilainya 7.5” kali ini nadanya sedih.
Me: “wez, mboten nopo-nopo. Sak niki pingin kuliah dimana?”
Sist: “aku masih bingung mas”
Me: “lho, bingung kenopo?”
Sist: “ada beberapa tempat yang ku inginkan, UNES (Universitas Negeri Semarang), UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta), STAIN Pekalongan, UNIKAL (Universitas Pekalongan)
Yang jelas dari sekian itu yang saya pernah ikuti tes-nya di UMS, dapet nilai B. Banyak pilihan jurusan.
Me: “lah, terus ndi sak jane pinginmu?”

Tuut…tut..tut… (Pulsa habis :mrgreen: )

Adikku masih bingung saudara-saudara, kira kira adakah saran untuk adikku?

Salam

Iklan

41 responses to “Tenanglah Wahai Adikku

    • Emang bundamahes masih kuliah ya di STAN, atau ngajar di sana? Buat adiknya Ari, saran saya pilihlah sesuai minat profesinya misal jangan ambil hukum jika minatnya ngajar, ambillah pendidikan walaupun cita-citanya pengacara/notaris. Minat itu lebih realistis dibanding cita-cita, tapi kalo keduanya klop malah lebih baik. Dan jangan ikut-ikut orang lain, yang jalanin ntar diri sendiri lho. Selamat dan sukses ya 🙂

  1. Selamat buat si Adik…
    Nggak ikut bimbel ya? kan biasanya ada konsultasi tentang penjurusan sewaktu belajar di bimbel persiapan snmptn.
    Sekedar saran saja:
    – sesuaikan dg minat
    – sesuaikan tingkat kesulitan/persaingannya
    – meskipun ada peluang beasiswa, perhatikan juga biaya kuliahnya
    – akreditasi kampus/jurusan yang dituju
    – bagaimana kualitas lulusannya
    – bagaimana kegiatan kemahasiswaannya

    *duh, banyak amat… :mrgreen:

  2. Pertama-tama sahya ucapkan selamat untuk adiknya Ari …

    Mengenai jurusan yang akan dipilih …
    Ya kita serahkan pada pilihan Adiknya saja Ri …
    dia mantepnya yang mana …

    Salam saya Ari

  3. waduh….gak ada translate nya ya bang?…hihihi…
    kok basa Jowo sih???
    aku ora ngerti niiiih…
    pan orang sundaaa…hihihi…

    Selamat buat adiknya bang Tunsa yaaaa 🙂
    Pilih jurusan harus disesuaikan dengan minatnya…
    supaya ada chemistri nya 🙂

  4. turut senang dan mengucapkan selamat untuk adiknya mas tunsa, dan banggalah karena bisa lulus dengan jujur.

    ga berani kasih saran masuk mana, yg penting, kalau masih ada ibu, mintalah restu ibu. itu jauh lebih penting 🙂

  5. selamat buat adik,
    kmaren2 ada teman bilang yayasan solo peduli menyediakan beasiswa s1 untuk kuliah di ums. silahkan cari sendiri info selengkapnya jika berminat 🙂

  6. wakakakka! pake abis segala pulsanya, bikin gantung cerita aja nih! hiihi..
    dimana aja Rii, yang penting niat belajar yang tinggi 😉

  7. Alhamdulillah lega ikut lega pasti ya..hmm dimana aja atuh asal yang bagus aja universitas nya dan sesuai minat adik nya mas untuk ngambil jurusan apa 🙂

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s