Seperti Sinetron

Bismillah,

Hmm…si Kokom sebenarnya sudah hampir seratus persen sehat. Hanya semalam ada sedikit gangguan lagi, dia mati sejenak. Setelah ku bujuk dengan rayuan maut, cieilaahhhehe, dia akhirnya bisa membuka mata untukku. Mungkin benar kata teman-temanku semua, si Kokom minta di ganti, tapi tunggu dulu, saya benar-benar masih belum rela menggantikan dirinya dengan yang lain. Bukan karena apa-apa, tapi daya pikat selain Kokom belum bisa menggairahkan jiwa. Sudah lama saya berhubungan dengan Kokom, kenangan indah sudah tersimpan dalam hatinya (hard Disc).

Haduwwbikin hati bertambah sedih aja, hehe..

Gak papa deh, yang penting sekarang sudah agak bisa hidup meski belum fit seratus persen. Internet juga sepertinya sudah lancar setelah baru saja saya ganti DNSnya. Sekarang tinggal memulihkan semangatku kembali untuk bersegera merancang agenda untuk menghirup sejuknya blogsphere. Kini saya nyatakan siap kembali bertempur, dengan pekerjaan yang telah menumpuk dan silaturahmi ke tempat kawan.

Maaf ya, baru bisa online lagi..

Kayak sinetron aja aku ini, baru kemarin online terus offline lagi, dan bersambung online lagi. Sinetron berseri, apakah nanti akan ada seri selanjutnya? mudah-mudahan tidak ya, soalnya saya sudah bosan hidup merana tanpa Kokom di sisi, wkwkwk.

Mengenai sinetron, kadang-kadang saya suka isengin orang lho.. (hubungannya apa?) Iseng ajah kalau lihat seseorang pas pikiran lagi nyleneh. Eits…tapi bukan ngisengin orang dengan tindakan secara langsung kepada orang tersebut, tapi biasanya dalam bentuk imajinasi. :mrgreen: Maksudnya, orang itu saya jadikan aktor dalam imajinasiku. Bak seorang sutradara yang handal, biasanya saya membuat alur cerita dari objek yang saya isengin. Seperti yang ku tulis di sini. Itu adalah hasil karyaku yang seolah-olah, aku jadi si dia (sang aktor)

Jadilah dia pemain dalam cerita fiksiku, dan kebetulan yang itu hanya ku tulis pendek. Jadi, saya bisa menjelma, memainkan peran orang dalam imajinasi, halah..gimana njelasinnya yah.. Maksudnya, saya bisa menjelma menjadi orang itu, tentunya dalam imajinasi saja. Kadang-kadang imajinasiku akan berlanjut selama beberapa hari, meski tidak ada lagi tampak orang yang menjadi bintang utamanya :-D. Pokoknya seru dah, bisa bersambung, layaknya sinetron tersanjung

So, hati-hati jika bertemu denganku, bisa-bisa nanti anda menjadi sasaran dalam peran imajinasiku, hehe..

BERSAMBUNG ***

Iklan

36 responses to “Seperti Sinetron

  1. akhirnya… si kokom.
    dan memang sulit menggantikan yg sudah lama ada dihati. *hayyahh…*
    tapi, kalau iseng sebatas imajinasi itu rasanya kurang puas, mas.
    percayalah… hahahaha… *berusaha menghasut*

  2. Wah ini bahaya ….. yah yang penting kalau jadikan karakter imajinasi bukan yang enggak-enggak ya nggak papa……..hehehehe semangat….semangat…….!!!

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s