[Imajinasi] Kau Menanti?

Bismillah,

Ini jawaban dari sebuah surat yang kau nantikan..

Mudah-mudahan tak ada yang tersakiti.

Sungguh, saya tak main-main dan tidak sedang dalam canda. Hari-hariku penuh rasa kegelisahan yang membahana, semakin hari terasa makin dekat saja pada hari yang sudah kita nantikan bersama. Tak ada acara istimewa, hanya sederhana tapi penuh makna. Itu yang sedang ku rancang untuk pernikahan kita nantinya. Bukan maksud untuk menunda, hanya saya ingin membuat semua keluarga bahagia, tak ada yang saling mencela. Tak semudah membalikkan telapak tangan memang, tapi akan kucoba. Maaf, jika kata-kata dalam surat ini terasa membenarkan diri dengan berbagai alasan.

Hmm…

Jarak yang begitu jauh terasa susah untuk membicarakan hal itu kepada ayah dan ibu. Waktu luangnya berbeda, mereka sibuk pas saya berusaha menelpon, begitu juga sebaliknya, tak ada telpon dariku jika mereka sedang menantikan, karena memang saya sedang bekerja. Tanggung jawab, bukan hal yang mudah, pasti engkau tau itu. Saya tak mau bersusah hati, bergulat dengan satu masalah saja. Yang akhirnya malah tidak bisa menyelesaikan masalah, mungkin bisa jadi memperkeruh suasana.

Wahai pemudi nun jauh di sana..

Wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, sebaliknya laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula. Yakinlah, berusaha menjadi seorang baik insya Allah akan dipermudah untuk bertemu di pelaminan nanti. Hapuslah air matamu, sesungguhnya ini adalah perjalanan menuju kemantaban jiwa dalam mengarungi sebuah bahtera kelak.

Tak sanggup saya ungkapkan lebih banyak, jalani masa menantimu dengan bahagia. Jangan dijadikan belenggu yang selalu menyesakkan nafas. Meski jalan menuju ke sana sudah tak lama lagi.

Usah kau pertanyakan lagi, bagaimana perasaanku saat ini. Berdebar, mata berkunang-kunang, mulut menganga (hehe…abis ketabrak mobil kalee ya? 😀 ) saat detik-detik memasuki jenjang pernikahan. Tak bisa kubayangkan, sebentar lagi dua keluarga akan menjadi satu. Kita hampir melepas masa lajang, bukan seorang anak kecil yang masih suka merengek kepada ibunya. Mandiri kita akan diuji untuk menjalani hidup berdua, hanya berdua saja..

Insya Allah, masih dalam tahun ini kita akan tunaikan 😀

Salam saya untuk mu dari jauh, surat ini mudah-mudahan bisa memberikan jawaban kegelisahanmu saat ini.

————————————————

Eits…mohon maaf, jika terdapat nama tokoh atau cerita yang sama dengan sahabat semua.
Kisah ini hanya imajinasi belaka, tak ada maksud yang ditujukan kepada perorangan.

:mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: DILARANG MLONGO!:mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Iklan

30 responses to “[Imajinasi] Kau Menanti?

    • …panggil pak penghulu datang
      Segantang dua gantang bunga dan kumbang….
      halah..kok jadi ngedangdut sih!
      Semoga harapan menikah di tahun ini bukanlah sekedar imajinasi. Amin. Ini doa untuk siapa ya? untuk yang belum dan hendak menikah tentunya.

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ari…

    Wah… keinginan yang sudah meluap-luap untuk mencapai impian hati. Apa sudah ketemu jodohnya kini ?

    Bisa sahaja surat sebagai curhat kepada apa yang terpendam di hati. Jangan tunggu lama-lama lho.

    Jika sudah berkenan dan bertemu, segerakan walau sejauh mana jaraknya. Bunda selalu mendoakan. 😀

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

  2. ini beneran apa sekedar imajinasi?
    wah,
    sebaiknya diperjelas,
    soalnya banyak yang ge’er nih
    :p

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s