Orangtua bukan Malaikat

Ayah, Ibu…..
Ketahuilah, menjadi orangtua terbaik untuk anak-anak kita
bukanlah berarti kita diharapkan menjadi orangtua ‘malaikat’
yang tak boleh kecewa, sedih, capek, pusing menghadapi anak.
Perasaan-perasaan negatif pada anak itu wajar,
bagaimana menyalurkannya hingga tak sampai menyakiti anak
itu yang menjadi fokus perhatian.

Artinya, ayah ibu,
sebenarnya kita masih tetap boleh sedih, kecewa pada anak,
tetapi kita sama sekali tak berhak untuk melukai
dan menyakiti anak-anak kita.
Ketahuilah, melotot, mengancam, membentak
dapat membuat hati anak terluka.
Apalagi, mencubit dan memukul tubuhnya.
Tubuhnya bisa kesakitan,
tapi yang lebih sakit sebenarnya apa yang ada dalam tubuhnya.

Ayah, Ibu…..

Karena kita bukan orangtua malaikat,
maka yakinlah anak kita pun bukan anak malaikat
yang langsung terampil berbuat kebaikan.
Mereka tengah belajar ayah,
mereka masih berproses Ibu.
Seperti belajar bersepeda,
kadang mereka terjatuh,
kadang mereka mengerang kesakitan ketika terjatuh.

Iklan

48 responses to “Orangtua bukan Malaikat

  1. kita tak bisa mengharap kesempurnaan terhadap anak-anak sepanjang kita sendiri sebagai roang tua punya banyak kekurangan, yang terbaik adalah bijak dalam berpola asuh. terima kasih untuk tulisan ini yang menambah kearifan saya untuk mendidik anak secara adil dan bijak.

  2. kalau orang tua generasi kita mungkin sudah berubah ya cara berpikirnya, tapi generasi orang tua kita, yeah … pasti menganggap mereka selalu benar, dan selalu harus anak yang elastis kalau tidak mau benturan terus hehehe

  3. Great… suka sama “jeritan” yang satu ini. Teriring salam untuk para Ayah dan Ibu.
    Kalian memang bukan malaikat, dan anak kalian pun juga bukan malaikat. Namun, bagi sang anak, kalian adalah malaikat…

  4. Oh, so sweet, Ri.. 🙂
    Belajar mendewasa ibarat kata sepanjang hayat dikandung badan, ga peduli tu atau muda semestinya tiap manusia sadar bahwa hidupnya adalah untuk menjadi yang lebih baik.

    Salam dari Jogja

  5. Betul …
    Orang tua itu bukan malaikat …
    Dan saya rasa … Anak-anak tetap akan menghormati orang tuanya … jika orang tuanya jujur dalam mendidik anak-anaknya … (dengan segala kelebihannya … dengan segala kekurangannya)

    Salam saya Ari

  6. ayah ibu….
    ini impianku, ingin menjadi anak yang sholeh…
    menolong ayah…
    membantu ibu…
    _________________________
    heehee….curhat.com

  7. biasanya setelah kelepasan marah
    anak-anakku diam
    dan tak lama mereka akan berkata, “Aku sayang mama”
    dan…. lumerlah hatiku
    dan aku memeluk mereka, “Maaf tadi mama marah”
    “Maaf juga karena aku nakal tadi”

    Kata maaf, jika diucapkan dengan tulus, pada siapapun
    akan berarti sekali. Dan jangan pikir orang tua selalu benar (spt mas Ari juga bilang bukan malaikat), maka orang tua pun harus bisa minta maaf pada anak-anaknya.

    EM

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s