Gerhana Bulan

 

Bismillah,

Sudahkah ada yang tau informasi tentang akan adanya gerhana bulan nanti malam?

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antaramatahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dengan bumi.

Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.

Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali. Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Gerhana_bulan

Mari datangi masjid-masjid yang mengadakan sholat gerhana tersebut. Sholat sunnah yang terjadi pada waktu tertentu.

Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata:
خَسَفَتْ الشَّمْسُ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالنَّاسِ فَقَامَ فَأَطَالَ الْقِيَامَ ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ ثُمَّ قَامَ فَأَطَالَ الْقِيَامَ وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَكَعَ فَأَطَالَ الرُّكُوعَ وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ ثُمَّ سَجَدَ فَأَطَالَ السُّجُودَ ثُمَّ فَعَلَ فِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ مِثْلَ مَا فَعَلَ فِي الْأُولَى ثُمَّ انْصَرَفَ وَقَدْ انْجَلَتْ الشَّمْسُ فَخَطَبَ النَّاسَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا ثُمَّ قَالَ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

“Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu mendirikan shalat bersama orang banyak. Beliau berdiri dalam shalatnya dengan memanjangkan lama berdirinya, kemudian ruku’ dengan memanjangkan ruku’nya, kemudian berdiri dengan memanjangkan lama berdirinya, namun tidak selama yang pertama. Kemudian beliau ruku’ dan memanjangkan lama ruku’nya, namun tidak selama rukuknya yang pertama. Kemudian beliau sujud dengan memanjangkan lama sujudnya, beliau kemudian mengerjakan rakaat kedua seperti apa yang beliau kerjakan pada rakaat yang pertama. Saat beliau selesai melaksanakan shalat, matahari telah nampak kembali. Kemudian beliau menyampaikan khutbah kepada orang banyak, beliau memulai khutbahnya dengan memuji Allah dan mengangungkan-Nya, lalu bersabda: “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah, dan tidak terjadi gerhana disebabkan karena mati atau hidupnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana, maka banyaklah berdoa kepada Allah, bertakbirlah, dirikan shalat dan bersedekahlah.” Kemudian beliau meneruskan sabdanya: “Wahai ummat Muhammad! Demi Allah, tidak ada yang melebihi kecemburuan Allah kecuali saat Dia melihat hamba laki-laki atau hamba perempuan-Nya berzina. Wahai ummat Muhammad! Demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan lebih banyak menangis.” (HR. Al-Bukhari no. 1044 dan Muslim no. 1499)

Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiallahu anhuma dia berkata:
لَمَّا كَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُودِيَ إِنَّ الصَّلَاةَ جَامِعَةٌ
“Ketika terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka diserukan: “Ashshalaatul jaami’ah (shalat secara berjamaah).” (HR. Al-Bukhari no. 1045)

Saya dengar berita akan ada gerhana bulan malam ini dari radio RRI Pro3. 

Sedikit info tambahan, dari milis saya mencatat masjid2 yang mengadakan sholat gerhana bulan di bawah ini. Silakan anda datangi jika memungkinkan.

DKM MASJID FATHUL GHOFUR
Jln. Masjid Bulak Sereh, Cibubur
Imam : Ustadz Sigit Pranowo (al hafidz – Pemimpin Majelis Al-Qur’an Al Husna)
Jam : 02.00 dinihari s/d selesai.

MASJID DAKWAH AL MANAR UTAN KAYU
Utan Kayu,
Imam : Ustadz H. Amir Qosim. 
Jam : 1.30-3.00 pagi

MASJID AD-DAKWAH 
Jln. Yos Sudarso Lorong 102 Koja, Jakarta Utara.
Jam : 1.30-3.00

MASJID AL HIKMAH MAMPANG
Jln. Bangka 2 Pela Mampang, Jakarta Selatan
Imam : Ustadz Maududi al hafiz. Jam : 1.30 – 3.00

MASJID AL ISHLAH PETAMBURAN
Jln. Petamburan 2, Jakarta Pusat.
Jam : 1.30 – 3.00
Imam : Habib Riziq Shihab

MASJID AL QOLAM ISLAMIC CENTER IQRO PONDOK GEDE
Jln. Ayat, Pondok Gede
Imam : Ustadz Amri Yunezi Lc
Jam : 1.30 – 3.00

MASJID DARUSSALM KOTA WISATA CIBUBUR
Jln. Akses Transyogi, Cibubur.
Jam : 1.30 -3.00

MASJID AL HUDA KOMPLEK TIMAH DEPOK
Imam : Ustad Tizar Zein
Jam : 1.30 -3.00

MASJID AL IKHLAS DUTA INDAH BEKASI
Imam : Ustadz Sirojuddin
Jam : 1.30 – 3.00

MASJID AT TAQWA 
Jln. KH. Mas Mansur, Tanah Abang No.100
Imam : Imron Affandi
Jam : 1.30 – 3.00

MASJID MUAMMAR GADHAFI,
Sentul, Bogor
Imam : Ustadz Ferry Noor
Jam : 1,30 – 3.00

MASJID DARUSSALAM KOMPLEK GRIYA TUGU ASRI

Komplek Perumahan Griya Tugu Asri, Depok

Imam : Ihsan Tanjung

Jam : 1.30 -3.00

 

49 responses to “Gerhana Bulan

  1. alhamdulillah saya juga bisa menyaksikannya meskipun serting tertutup mendung. tapi yang terpenting tetap bisa menjadikannya sebaga media untuk lebih mengagungkan-Nya karena telah mengatur semua yang di jagat ini (termasuk bulan, bumi, matahari) dengan nidzam tertentu. dinihari tadi mo lihat live streamingnya di youtube, boscha, dsb gak bisa. tapi masih sempat live streaming sama mbah google.

  2. aku baru bangun jam 4, padahal udah nyiapin alarm jam 2, eh abis matiin alarm malah tidur lagi *tepok jidat* tapi Alhamdulillah masih sempet untuk ngeliat gerhana bulannya, meski bukan yg total. tetep indaaaahh, subhanallah 🙂

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s