Benarkah Sampah Penyebab Penyakit?

Bismillah,

Sampah, selalu ada diberbagai daerah. Sampah, selalu membuat resah. Sampah, kenapa manusia semakin brutal membuang sampah tidak pada tempatnya. Sudah banyak cara ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat mengenai sampah. Penanggulangan sampah sudah digembar-gemborkan oleh mereka para pecinta kebersihan. Berbagai media sudah digunakan untuk kampanye atau hanya sekedar berorasi tentang penyakit yang ditimbulkan dari sampah.

Benarkah sampah menimbulkan banyak penyakit?

Coba kita tengok ke Bantar Gebang, tempat pembuangan sampah terbesar di daerah Bekasi. Lihatlah, banyak orang yang sedang mengais rejeki diantara tumpukan sampah. Anak-anak mereka ajak mencari sepotong roti di sana. Bagaimana keadaan mereka? Tak terlihat seperti sakit, bahkan mereka gembira, berlarian kesana-kemari, gunungan sampah dijadikannya bak tempat bermain y

ang menyenangkan. Tak takut, banyak kuman, entah bakteri masuk ke tubuh. Bahkan mereka lupa bagaimana aroma wewangian sabun mandi. Yang mereka tau hanyalah, aroma tak sedap yang berasal dari dunianya.

Mereka sudah tak mengenal rasanya sakit perut akibat memakan makanan sisa yang sudah bercampur bakteri. Sudah tak asing dengan hewan berbisa yang hidup di bawah tumpukan sampah itu. Sampah, bukan penyebab sakitnya seseorang. Sampah, adalah ladang. Ladang bagi mereka untuk mencari pangan. Terbukti sudah bertahun-tahun, sampai mereka beranak pinak hidup di dunianya yang penuh sampah.

Kita..

Lebih enak hidupnya daripada mereka. Makan saja belum sempurna jika tidak menyisakannya di piring untuk dibuang. Akan terlihat rakus jika makanan tidak tersisa di piring, anggapan kita. Orang itu belum mengenal dunia. Mereka anggap hanya dia yang hidup di dunia, menghambur-hamburkan makanan untuk dibuang. Betapa sombongnya orang-orang kaya.

Apakah kita pernah berpikir? Kenapa kita yang hidupnya serba bersih, makanan harus higienis, teratur, bergizi, tidur cukup, tak pernah tertusuk udara luar yang dingin, tapi masih sering sakit. Bahkan semakin banyak varian penyakit baru yang susah dicari obatnya. Mereka yang makan dari sisa saja tak pernah merasakan obat dari dokter, tak pernah merasakan tertusuk spuit (syringe), hidupnya tenang setiap hari. Padahal, mereka setiap hari bergelut dengan bakteri. Mereka tak merasakan makan nasi putih yang masih hangat. Nasi basi saja sudah sangat beruntung mereka dapatkan di tumpukan sampah.

Benar-benar tidak bijak jika kita masih membeli makanan mewah yang akhirnya hanya dibuang saja. Menyisakan banyak makanan di piring, sedangkan kita lihat orang-orang itu, anak-anak kecil jalanan yang sedang membongkar tong sampah di depan rumah. Mereka juga mempunyai hak yang sama seperti kita. Bisa menikmati lezatnya makanan.

Mungkin itu alasannya, mengapa kita sering menghadapi penyakit baru yang susah ditemukan penawarnya. Sebab, kita terlalu sombong, di tengah orang-orang yang masih banyak mengalami kekurangan akan tetapi kita masih memalingkan muka, seolah tak tau apa yang sedang terjadi di sekitar kita.

Subhanallah..

Mari kita renungkan…

34 responses to “Benarkah Sampah Penyebab Penyakit?

  1. huhuhu deket dengan rumahku tuh. eh ga terlalu dekat sih tapi kadang-kadang kalau anginnnya kearah rumahsuka tercium bau nya

  2. Ya Allah.. Aku jd bisa melihat “sampah” dari sudut pandang yg berbeda…
    Ini memang hrs direnungkan.. Tp perenungan saja tdk cukup..
    Setidaknya qta semua berusaha, minimal utk memperkecil jurang itu…

  3. bagus banget tulisanmu dek.
    membaca “sampah” dari sisi lain.
    tapi saya sering ngeliat langsung dan ikut bertanya2, mereka yang langsung berinteraksi dengan sampah itu kok badannya sehat2 dan kuat yah? berarti bener, penyakit bukan karena sampah, klo pun iya, itu kebetulan aja

    salam hangat ^_^

    • nah itu dia mbak…aneh, tapi nyata. kita yg “katanya” hidup bersih saja masih sering sakit. tapi mereka?
      mereka hebat!

  4. Paman saya berprofesi sebagai tukang sampah, usianya sudah 60an tahun dan masih sehat. Mungkin karena sering -terbiasa- “berinteraksi” dengan sampah, kekebalan tubuhnya jadi lebih baik menghadang penyakit… *sok tau sayah🙂

  5. wah, kalau kayak gini, malah jadi tanda tanya , mereka yg sehari2nya bergaul langsung dgn sampah, kok ya sehat2 saja.,seperti tukang sampah atau pemulung di tempat pembuangan sampah akhir .
    salam

  6. Bahkan saya adalah tong sampah. Kalau anak2 gak abis maemnya, maka sayalah yang jadi tong sampah😦 daripada berdosa membuang makanan😛 (pembenaran diri)

  7. sampah itu bau………. aku g` suka liat orang yang kerjanya mungutin sampah/ngumpulin sampah, kasian……………. tau,harus bertahan dengan bau2.. makanya INDONESIA jangan buang sampah sembarangan, ciptakan lingkungan bersih dan sehat!!!!!!!!!!!!!!!!!

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s