[Part II] Pesona Nusa Dua Beach

Bismillah,

Tulisan ini adalah lanjutan dari reportase sebelumnya, silakan bisa anda baca di sini.

***

Peta Nusa Dua Beach

Beruntung sekali hari itu cuaca di Bali sedang cerah ceria, sumringah seolah mentari tersenyum menyinari dunia. Tidak panas, tidak mendung, pokoknya cocok untuk memanjakan pengunjung yang hari itu bersenang-senang di sana. Betapa elok pantai yang terkenal dengan ombaknya yang bersahabat itu, nampak biru airnya membuat semua orang yang melihat pasti ingin berenang. Termasuk saya, tapi apa daya rupanya saya kurang mempersiapkannya dengan matang, tak membawa pakaian ganti saya hanya bisa berpose saja😀

Jepreeett…jepreett..!!

Tak perlu menunggu lama, tentu apalagi kalau bukan photo bersama, hihi..Begitulah blogger, kemana-mana pasti ada kamera:mrgreen: *Apa aku aja ya yang begitu?😆

Persiapan yang kurang matang membuat saya lupa recharge baterai handphone, sungguh malang nasibku, meski ada kamera lain sepertinya kurang sreg di hati, tidak bisa foto semaunya😦

Lihat! Indah bukan? warna biru laut yang berpadu padan dengan birunya langit di atasnya. Pantai Nusa Dua ini terdapat daratan yang kelihatannya terpisah tapi sebenarnya masih menyatu (seperti komentarnya pak Sugeng) ada dua bagian antara ujung dan ujung. Sekarang sepertinya ada pembangunan gedung baru di sana, ditandai dengan ditutupnya tepi pantai hampir menyentuh area pejalan kaki. Nah, bagian yang seperti pulau yang terpisah tapi menyatu itu merupakan tempat ibadah (Pura) Bagian satunya sih bukan terpisah, tapi seperti memisah dengan daratan yang lebih tinggi dibandingkan bagian tengah tepi pantai. Haduwwhh…susah amat jelasinnya, bagi yang sudah pernah ke sana pasti tau deh maksud saya😀

Kebetulan saya punya gambarnya nih..

Itu loh pulaunya, maaf sekali gambarnya kurang jelas karena ini hasil foto dari kamera handphone 2 MP dan di zoom. Nah, dari pulau kecil yang hanya terpisah 20 langkah ini kita bisa melihat pemandangan yang menakjubkan dari sana. Mau tau apa isinya di dalam sana?

Daerahnya lebih tinggi dari pantai utama makanya ada beberapa anak tangga untuk menuju ke sana. Pertama kali masuk kita akan disambut oleh papan yang bertuliskan himbauan yang ada di sebelah kanan.

Layaknya taman kota, daratan ini luas dengan tepi jalanan terpasang lampu taman, persis seperti taman kota tapi pepohonan yang ada di sana hanya sejenis pohon kamboja, yang biasa tumbuh di makam seperti di daerah jawa. Luas sekali, mungkin bisa dijadikan tempat bermain sepak bola jika tak ada pohon-pohon itu.

Ternyata…di luar itu semua ada hal lain yang menakjubkan , tentu selain pura (tempat ibadah umat hindu) juga ditepian pulau kecil itu ada pepohonan rindang (biasanya banyak orang berteduh di sana) yang menghadap langsung ke tepi laut. Daratan itu lebih tinggi dari permukaan air laut sekitar 5 meter, jadi berbentuk tebing gitu, di bawahnya ada bebatuan karang yang memecah ombak laut, pokoknya bagus deh, ya itu fotonya seperti yang sudah saya tampilkan kemarin.

Ombak lautnya bisa muncrat sampai ke atas lho, padahal kan itu tinggi banget.

Lihat percikan air laut itu kan?

Banyak anak-anak yang bermain di tepian pantai juga lho, tapi yang bikin meringis, anak-anak itu tak ada pengawasan dari orangtuanya. Padahal ombaknya besar untuk seukuran mereka. Tapi dengan asyiknya, anak-anak itu tak menghiraukan bahaya..

Anak-anak itu terhempas oleh ombak

**

Pantai Nusa Dua sungguh luas, seperti yang saya katakan tadi sisi satunya yang memiliki keindahan lain adalah daratan yang menuju kawasan water blow. Daerah ini lebih cocok jika dikatakan seperti lapangan sepak bola karena begitu luas. Di tengah-tengahnya terdapat monumen yang digunakan untuk mengabadikan nama-nama negara yang ikut menanam pohon. Ya, di sini lah dulu negara-negara luar ikut berpartisipasi menghijaukan daerah ini.

Biarlah foto yang berbicara..

Denah lokasi yang saya maksud

Terlihat monumen itu

Anda memasuki kawasan water blow

Kawasan Water Blow?

Ada apa di dalamnya? akankah Nusa Dua Beach membosankan? Tunggu saya esok hari ya? Foto-foto lengkap di dalamnya ada di hape bos, besok aku minta deh..

:mrgreen::mrgreen:

Ini bocorannya

Belum..

Ada yang lebih hebat pada postingan selanjutnya. Akan ada blummm!! memecah karang😀:mrgreen::mrgreen:

Bersambung…

40 responses to “[Part II] Pesona Nusa Dua Beach

    • Ahaa…
      pertanyaan yang bagus! saya sampai lupa tidak menjelaskannya, baiklah, sekaligus menjawab pertanyaan mas mab:

      Mengacung di sini tidak sama artinya dengan yang ada di KBBI, yang kata dasarnya “acung”
      pengumuman ini ada yang pernah membahasnya juga di salah satu blog yang artinya adalah berjualan di kawasan itu. karena kawasan itu dianggap kawasan suci oleh umat hindu, ditandai adanya pura yang sudah saya pasang gambarnya di atas. kalau istilah kasarannya, mengacung itu menawarkan sesuatu untuk pengunjung. Itu menurut “bli” yang bertugas di pura tersebut.
      sedangkan panggang-panggangan itu sama dengan bakar-bakaran, menyalakan api, pokoknya yang bersifat mengeluarkan api tidak boleh.

      kurang lebih seperti itu om😀
      salam

  1. Apakah itu blummm yang memecah karang? hehehe…
    Aku agak nggak mudeng sama peraturan di pulau yang nomor 4′
    dilarang menembak dan memetik bunga…
    menembak hewan kali maksudnya yah? hehehe…

    biar foto hape tapi hasilnya kereeen… sampe debur ombaknya keliatan percikannya tuh…😀

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s