Sahur…sahurrr!

Bismillah,

Satu minggu sudah kita melewati bulan ramadhan ini. Ada yang merasa waktu terlalu cepat saat menjalankan ibadah puasa, ada juga yang merasakan waktu begitu lambat, hingga satu jam terasa setahun. Semua itu perbedaan puasa orang yang memang menjalankannya dengan ikhlas dan orang yang sungguh terpaksa berpuasa hanya karena orang-orang disekitarnya berpuasa, atau karena keluarganya juga puasa. Bagaimana dengan anda? 😀

Semoga kita diberikan kelapangan dalam menjalankan ibadah yang langsung ditujukan untuk Allah (puasa) ini. Cepat dan tidaknya waktu yang kita rasakan tergantung pada diri kita sendiri bagaimana menyikapinya bukan?

Nah, sebagian orang merasakan hal yang demikian karena faktor makan sahurnya. Makan sahur tidak boleh disepelakan lho, nanti berpengaruh dengan puasa anda. Dan sahur pula yang dianjurkan oleh Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam, sebab hal itu termasuk salah satu yang membuat puasa kita (umat muslim) berbeda dengan puasanya ahli kitab.

Dari ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Pembeda antara puasa kita dengan puasanya Ahlul Kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim 1096).

Memang sedikit malas sih, kalau tidak terbiasa dan membiasakan diri pasti ada saja alasannya, ngantuk, dingin, masih kenyang, dan segala rupa alasan lain. Padahal banyak keutamaan yang terdapat didalamnya lho, selain menjaga perut sampai petang (saat berbuka) sahur juga mengandung keberkahan. Sebagaimana sabda Rasulullah di bawah ini:

Dari Abdullah bin Al Harits dari seorang shahabat Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Aku masuk menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika dia makan sahur, beliau berkata, “Sesungguhnya makan sahur adalah barokah yang Allah berikan pada kalian maka janganlah kalian tinggalkan.” (HR An Nasaa`i dan Ahmad).

Oleh karena itu Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menamainya makan pagi yang diberkahi sebagaimana dalam dua hadits Al Irbadh bin Sariyah dan Abi Darda` radhiyallahu ‘anhuma, “Marilah menuju makan pagi yang diberkahi, yakni sahur.”

Mulai sekarang mari kita biasakan makan sahur yang mempunyai banyak keutamaan, meskipun hanya dengan seteguk air karena sabda Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Makan sahurlah kalian walau dengan seteguk air.”

Jangan marah jika ada yang membangunkan sahur ya? 😉

Sahurr….sahurr…..

Sahurr…sahurr!!

Yuuuk kita sahurr…

34 responses to “Sahur…sahurrr!

    • ada apa dengan pengeras suara bang?
      di tempat saya sih gak kedengeran ada org bangunin dg pengeras suara…
      adzan aja gak kedengeran, hehe
      salam

  1. hohohoho…harusnya postingan ini jam 11an malem,mas,hehhe piss^^

    Hadist favoritku mengenai sahur ya itu:’sahurlah,karena disana ada berkah^^’

    Yakin pasti menang di Ramadhan tahun ini…Fighting

  2. Alhamdulillah, meskipun biasanya baru tidur jam 2 dini hari, dan makan sahurnya sederhana saja namun tetap semangat untuk sahur. Udah makan dapat pahala lagi…

  3. Saya malah gak pernah puasa mas 😀
    Bukan..bukan karena gak taat, tapi emang karena beda agama, wkwkwk… 😆
    Tapi saya sering lho ikutan sahur, kebetulan kakak saya itu muslim, jadi sering sahur bareng 😀

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ari….

    Alhamdulillah, kembali bergabung dengan Ari semula dengan sahur yang diberkahi. Sahur adalah sunnah Nabi dan diberkahi jika melakukannya walau hanya dengan seteguk air. Fungsi sahur di akhir waktu memberi tenaga untuk hidupkan tubuh sepanjang 12 jam kemudian.

    Alhamdulillah, bunda tidak susah untuk bangun sahur kerana di sana bunda mempunyai tanggungjawab untuk menghidang juada kepada ahli keluarga. Malah rasa meriah dan bahagia kerana di samping bunda menyediakan juadah di dapur bunda dapat mendengar bacaan ayat al-Quran dari Imam Haramain di tv yang sedang mengetuai solat terawih secara langsung dari Makkah. serasa dekat dan indah sekali suasana sambil sahur dihidang dengan makanan rohani sebagai teman di pagi sejuk yang dingin.

    Oleh itu, berusahalah sahur dengan hati yang redha dan mengikuti sunnah Nabi saw.
    selamat berpuasa Ari, maaf kalau sudah lama tidak menyapa. Tapi bunda selalu ingat akan kebaikan Ari selama ini. Semoga ibadah selalu dirahmati Allah swt.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak. 😀

    • Wa’alaikumussalam.
      Wah..kalau ditempat saya tidak ada tv siaran lgsg sholat tarawih. Biasanya hanya mendengar live via radio streaming.
      Kalo sahur bersama keluarga pasti menyenangkan ya? Hehe
      Salam

  5. Di kampungku anak-anak pada suka keliling kampung buat mbangunin saat sahur. Dengan berbagai instrumen, mereka mulai dengan latihan sebentar, baru kemudian berangkat. Tapi mereka melakukannya pada jam 1-an lewat… Terlalu cepat kaann 😀
    Oiya, di kampungku selalu ada lomba beduk sahur tiap tahun loh, seru deh 😀

  6. di bali ga spt di aceh atw di smarang. 😦 ga da yg bangunin sahur.. ga da bunyi pentungan “sahur…sahurrrr..” kurang seru di sn. hikz.. hikz..
    wlw dibangunin hubby atw alarm. kadang suka telat.

  7. alhamdulillah, pekan pertama puasa terlewati dengan baik…*yg artinya bagiku adalah tanpa gangguan lambung, hehe…* oya, bagaimana pengalaman puasa di daerah yg mayoritas non muslim? cerita-cerita dong…

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s