10 – 9 = 19

Bismillah,

Perhitungan secara matematis saya memang salah, saya memang lemah dalam pelajaran berhitung, hehe.. Teringat dengan kesalahan pelajaran matematika itu saya jadi punya cerita..

Pada suatu hari, ketika seorang berada di tengah hamparan padang, tiba-tiba terdengar olehnya suara dari awan: “Siramilah kebun si fulan!” Seketika itu bergeraklah awan minggir menghujani lahan yang berbatuan hitam. Hingga penuhlah salah satu sungai dari sungai-sungai yang ada. (Air pun mengalir) lalu dia ikuti aliran, hingga dijumpainya seorang lelaki tengah berdiri di kebunnya sibuk mengalirkan air dengan alat yang dipegangnya. Dia bertanya: “Wahai hamba Allah, siapa namamu?” Lelaki ini menjawab: “Aku Fulan.” –persis dengan nama yang terdengar dari awan–, kemudian menimpali: “Wahai hamba Allah, apa gerangan yang menyebabkan dirimu bertanya perihal namaku?”

Berkatalah ia: “Sungguh aku telah mendengar suara dari awan yang telah mencurahkan air (yang mengalir ke kebunmu) ini. Aku mendengar suara: ‘Siramilah kebun si fulan!’ –menyebut namamu– (Wahai fulan) apakah yang telah kau lakukan terhadap kebunmu?” Lelaki ini menjawab: “Jika demikian apa yang kau katakan, maka sesungguhnya aku selalu melihat hasil panen dari kebunku. Aku sedekahkan sepertiganya, sepertiga lagi aku makan bersama keluargaku, dan sepertiga lainnya aku gunakan untuk mengolah kebunku.”

Ini bukan sekedar cerita biasa lho, tulisan bertinta biru itu adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yang patut kita renungkan bersama sebagai seorang muslim.

Takhrij hadits: Al-Imam Muslim t meriwayatkan hadits ini dalam Shahih-nya Kitab Az-Zuhd war Raqaiq no. 2984, dari dua gurunya; Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Zuhair bin Harb. Keduanya meriwayatkan dari Yazid bin Harun, dari Abdul ‘Aziz bin Abi Salamah1, dari Wahb bin Kaisan, dari ‘Ubaid bin ‘Umair Al-Laitsi, dari Abu Hurairah z, dari Rasulullah n dengan lafadz di atas, dan ini adalah lafadz Abu Bakr ibnu Abi Syaibah. Melalui jalan Yazid bin Harun dari Abdul ‘Aziz bin Abi Salamah inilah, Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dalam Al-Musnad (2/296). Demikian pula Ibnu Hibban dalam Shahih-nya no. 3355.

Ternyata perhitungan matematis ilmu eksak berbeda dengan perhitungan sedekah. Sedekah adalah anjuran yang tidak akan merugi karenanya, justru apa yang kita sedekahkan akan bertambah banyak jika kita merenungkannya. Secara kasat mata 10-1=9 padahal tidaklah jika kita renungkan Surat Al-An’am ayat 160. Semakin banyak yang kita sedekahkan maka akan semakin banyak pula tabungan kita.

10.000 – 1.000 = 19.000

10.000 – 2.000 = 28.000

10.000 – 3.000 = 37.000

10.000 – 4.000 = 46.000

10.000 – 5.000 = 55.000

10.000 – 10.000 = 100.000

Jika sudah demikian maka kaidah 10-1=9 tidak berlaku lagi dalam urusan sedekah, yang ada 10-9=19 karena yang kita ambil untuk sedekah akan ditambah 10 kali lipatnya. Seandainya kita punya uang 10.000, kita sedekahkan 1.000 maka bukan sisa 9.000 tapi kita akan punya tabungan 19.000. Seribu yang kita ambil akan berlipat menjadi 10.000. Seribu yang kita anggap nilainya tidak lebih dari uang parkir akan lebih berkah dan berlipat jika kita sedekahkan.

Belum lagi kita lihat Qur’an Surat Al-Baqoroh : 261

-:: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui ::-

Ah, betapa kita telah menyia-nyiakan kesempatan yang baik itu, terlebih di bulan ramadhan ini. Kita memang sudah banyak yang tau, tapi hawa nafsu selalu menutupi celah-celah pahala dan kebaikan tersebut. “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan dari-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.” (Al-Baqarah: 268)

Kita terlalu sibuk mengumpulkan rupiah hanya untuk bekal di kampung.

Kita terlalu lalai menggunakan harta ini hanya untuk sehelai kain baru tuk dipakai dihari raya.

Kita terlena dengan iming-iming diskon besar di berbagai supermarket.

Semua itu hanya untuk kepentingan pribadi, padahal harta yang kita miliki tak lebih hanya sekedar titipan dari Allah bukan?

Mari kita berlomba meraih pahala dibulan mulia. Jangan lupa 2,5% untuk zakat kita sisihkan ya?  ^^

Salam

49 responses to “10 – 9 = 19

  1. apa kabar ri???wah lama mbak put tak berkunjung…
    jadi inget ceramah hari pertama tarawih ri,,kalo di indonesia ini puasa hanya dianggap sebagai ritual rutin dan lebih ke perayaan saja,,seorang bapak akan pusing kira2 ada uang ga ya untuk pulkam,,untuk beli baju dan oleh2 untuk keluarga,,,lebih ke prestise deh,,kurang memikirkan sedekahnya…semoga kita bukan termasuk yang seperti itu ya,,amiinnn..^^

    • alhamdulillah..baik mbak,
      iya benar sekali. termasuk saya masih kadang-kadang lebih mementingkan dunia..
      amiin. mari meraih faedah di bulan ramadhan

  2. Mencari yang lebih untung, itulah salah satu tabiat manusia. Tapi sayang, seringkali kita tertipu mata. Jauh-jauh mendatangi supermarket demi sebuah diskon yang sesungguhnya sebuah permainan belaka. Tapi kesempatan mendapatkan keuntungan di depan mata, justru tak terlihat. Bersedekah adalah salah satunya. Semoga Ramadhan kali ini bisa kita manfaatkan untuk memulai membiasakan diri untuk berbagi. Tak harus sedikit, banyak dan ikhlas tentu lebih baik.

    Jadi teringat sebuah tulisan, ada orang yang sengaja membuat anggaran untuk bersedekah harian, mingguan dan juga bulanan. Subhanallah! Semoga kita bisa meniru kedermawanannya. Amin. Insha Allah.

  3. Begitu banyak ganjaran untuk hamba yang berinfaq dan bersedakah, tapi mengapa manusia masih saja bersifat kikir. Seharusnya Romadhon ini bisa jadi momentum untuk membiasakan sedekah setiap hari.

  4. bagi manusia akali, Tuhan itu ya tidak pintar Matematika. Padahal, puintaaar bangeeeeeeeeeeet. Hahaaahaha

  5. Saya sangat percaya dengan ilmu yang satu ini meskipun 19 nya tidak berwujud dengan angka nominal tapi bisa berwujud dengan rejeki dan nikmat yang lain 😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  6. tidak saya ragukan lagi
    karena sudah berkali-kali membuktikannya
    ini bukan hanya teori
    tapi benar-benar janji Allah
    semoga semakin banyak yang meyakini dan memahaminya
    🙂

  7. Assalamualaykum… Perlu diingat janganlah serta merta kita menyimpulkan 10x lipat yg dimaksud adl uang kita lsg bertmbah berkali lipat shg ad org yg berasumsi demikian dan lsg ingin melihat scr riil dgn mengitung uang dr hsl sdkah…tp artinya Allah melipatkan ganjaran tdk selalu dgn bentuk uang…. Salah satunya adl dgn memberi kberkahan pd harta kita,kita diberi kcukupan thd apa yg kt butuhkan mski harta kita sdkt dan tdk scr lsg melimpah.krn harta melimpah tp jk tdk disertai rasa kecukupan,tentu tetap mrs kurang..

  8. Jd ingat ada seorang tokoh yg mengiming-imingi scr ‘pasti’ sekali brsedekah sekian ‘langsung’ uang direkening bertambah…bhkan dibuat semacam MLM bersambung… Adalah anggapan yg keliru… Perdagangan jual beli Dgn Allah tdk sll diukur dgn uang ..bnyk yg lbh barakah..pahala-kbrkahan-dan pertolongan di akhirat kelak. Wallahualam.

  9. Ping-balik: Sedekah Berantai | Tunsa·

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s