Ing Ngarso Sung Tulodo

Bismillah,

Ing Ngarso Sung Tulodo?

Ada yang tau maksud dari kalimat tersebut? Tentu sudah tidak asing lagi donk.. Sebagai mantan pelajar formal, pasti kita kenal dengan salah satu dari tiga istilah yang sering disebut-sebut sebagai prinsip dasar dari dunia pendidikan tersebut. Diantara tiga kalimat yang berhasil dicetuskan dari mulut Ki Hajar Dewantara (Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani) itu, saya tertarik dengan yang pertama “Ing Ngarso Sung Tulodo”

Terutama sangat pantas diaplikasikan oleh seorang pemimpin, memberikan teladan yang baik kepada anak buahnya. Memberikan contoh dahulu sebelum memerintah kaki tangannya. Seperti yang dilakukan oleh seorang pejabat negara dari dinas kepolisian  Irjen Pol. Totoy H. Indra. Saya salut dengan beliau, bukan dalam pekerjaan beliau sebagai orang nomor satu di kepolisian Bali karena saya tidak tahu menahu mengenai hal itu. Akan tetapi dalam dukungannya dan sikap beliau terhadap muslim di Bali.

Sosok mantan kapolda maluku itu membuat saya tersenyum bangga, pasalnya sejak dua minggu pelantikan serah terima jabatan Bapak Totoy rajin sholat berjamaah di masjid At-Taqwa Polda Bali. Yang lebih keren, tidak hanya saat sholat dhuhur, tapi juga saat tarawih, padahal rumah dinas beliau cukup jauh dari masjid Polda. Bagi saya sangat bagus dalam hal memberikan contoh kepada seluruh anggota Kepolisian Daerah Bali yang beragama muslim untuk menghidupkan masjid dan menegakkan sholat berjamaah. Dibutuhkan teladan yang baik secara terus menerus dari Kapolda yang berasal dari Jawa Barat tersebut agar semua polisi muslim bisa meniru beliau.

Ing Ngarso Sung Tulodo, kalimat tersebut rasanya tepat untuk bapak kapolda 2011 sekarang. Terlihat jelas perbedaan sebelum dan setelah Bapak Totoy menjabat di Bali. Jika sebelumnya hanya  beberapa gelintir anggota Polda yang sholat jamaah, sekarang tampak lebih ramai berbondong-bondong ke masjid. Semoga para anggota polisi itu bukan sholat “karena kapolda” tapi sholat karena Allah dan untuk Allah semata, tidak yang lain. Dan untuk Bapak Kapolda, semoga tak lekang oleh pujian ataupun hujatan dalam mensyiarkan islam.

Menurut saya, inilah yang dinamakan pahlawan sejati, atasan bukan hanya memberikan perintah, tapi harus maju lebih dahulu untuk memberikan contoh yang baik bagi bawahan-nya. Tidak hanya Polisi, tapi untuk seluruh orang yang lebih tinggi jabatannya termasuk seorang ayah kepada anaknya. Pahlawan 17 Agustus 2011 adalah semua atasan yang bisa memberikan contoh untuk bawahan, mengingat semakin sedikitnya pejabat kelas atas yang bisa memberikan teladan baik di zaman ini.

Semoga sikap dari pak kapolda baru itu ditiru oleh segenap pemimpin di negeri ini.

Mari kita persiapkan diri kita sebelum menjadi “atasan” setidaknya dalam keluarga.

50 responses to “Ing Ngarso Sung Tulodo

  1. semoga pak Kapolda istiqomah menebarkan dan menjalankan kebaikan, dan anak buahnya rajin berjamaah bukan karena atasan, tapi semata karena menjalankan kewajiban sebagai muslim

  2. ing ngarso sung tuladha.. di depan membawa tauladan. yes, seharusnya memang pimpinan tuh kasih contoh buat anak buah dan orang2 disekitarnya. ngga melulu soal kerjaan, tapi beribadah juga,

  3. Demikianlah mestinya seorang pemimpin. Semoga beliau tetap istiqomah dalam beribadah, dan ketika sang pemimpin telah memberikan teladan, seharusnya tak ada alasan lagi bagi yang dipimpin untuk tidak mengikutinya.

  4. Nggak gampang menjadi seorang pemimpin. Apalagi yang benar2 bisa mengayomi masyarakat. Tetapi membaca tulisanmu tentang sosok kapolda yang baru tsb, aku menjadi lega karena sepertinya beliau bisa dijadikan panutan

  5. Tidak gampang untuk menjadi seorang pemimpin. Apalagi yang benar2 bisa mengayomi masyarakat. Tetapi membacamu tulisanmu diatas, aku menjadi lega karena beliau sebg kapolda baru sepertinya bisa dijadikan panutan

  6. Kunjungan perdana mas dan salam kenal
    Kalau saja semua pemimpin di Indonesia mempunyai sifat seperti pak Kapolda Indonesia mungkin akan menjadi negara yang maju ya mas.

  7. Ping-balik: Rintik Hujan Keberkahan « Tunsa·

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s