Jurnal Ramadhan

Bismillah,

Setengah bulan lebih kita jalani puasa ramadhan tahun ini, tak terasa masih sedikit sekali yang baru kita lakukan. Separuh perjalanan ramadhan harus lebih kita maksimalkan agar tidak menyesal setelah kepergiannya, sebab bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh kaum muslim ini memang banyak kelebihannya. Termasuk waktu yang paling ditunggu oleh umat muslim se-dunia.

Saudaraku, sudah sampai mana tadarusmu?

Sudah berapa kali kau mengkhatamkan alquran di bulan ramadhan ini?

Apakah kita lebih memilih bewe dan nungguin status facebook teman untuk kita komentari?

Atau hanya sms-an mesra pada orang yang ‘katanya‘ sebagai pacar?

Atau kah kita sibuk membalas chat teman dijendela itu?

Sesungguhnya betapa meruginya kita terlarut dalam aktifitas kebiasaan yang hanya bermanfaat di dunia. Hanya menutupi hawa nafsu kita. Saya jadi teringat saat masa-masa Sekolah Dasar. Program dari sekolah saya dulu waktu SD, semua siswanya dari kelas 4 sampai kelas 6 mendapat sebuah buku yang harus diisi oleh siswa itu sendiri selama bulan ramadhan. Jurnal Ramadhan namanya, semua diisi sendiri tanpa ada yang mengawasi, hal yang demikian sungguh bagus bagi kita untuk melatih kejujuran, melatih keimanan kepada Allah, dan melatih kedisiplinan.

Memang ada beberapa orang yang hanya mengisinya tanpa melakukan kegiatan yang seharusnya dilakukan. Namun, itu dulu…bukankah kita sudah dewasa, tau mana yang benar dan mana yang salah? Sungguh sangat bodoh dan tercelanya jika kita masih berbuat seperti anak kecil, membohongi diri sendiri dan Allah. Saya pikir akan sangat membantu jika membuat buku jurnal untuk diri sendiri.

Adanya jurnal kegiatan ramadhan bukan sekedar untuk penilaian bidang akademis saja ketika sekolah, tapi juga menjadi tolak ukur sampai mana ibadah kita dibulan puasa. Memonitor perbedaan puasa bulan lalu dan sekarang, apakah ada peningkatan atau malah penurunan. Ada kemajuan hafalan atau masih jalan ditempat. Fungsi lain jurnal ramadhan juga untuk menambah semangat berlomba di dalam ibadah dan kebaikan, antar siswa sebab termotivasi dari buku tersebut.

Tak ada salahnya buku jurnal ramadhan dimiliki oleh kita sebagai seorang muslim yang menjalankan puasa. Anak-anak maupun dewasa pantas membuat jadwal dan rencana selama sebulan penuh, tentunya dengan rencana yang baik-baik. Meski sudah kurang dari setengah bulan yang tersisa, tidak ada salahnya kan membuat agenda ibadah di buku jurnal ramadhan?

Coba lihat anak-anak kita, adik-adik kita yang begitu semangatnya dengan agenda terjadwal rapi untuk beribadah, tidakkah kita malu dengan mereka yang masih kecil?

37 responses to “Jurnal Ramadhan

  1. Aslmk. Iya benar sekali,
    Jurnal seperti membuat rekaman perjalanan kita selama ramadhan hari demi hari.
    meski tinggal 9 hari lagi. Ga ada kata terlambat

    Salam kenal ya

  2. Dengan Ramadhan, seharusnya kita jadi lebih mampu mengelola waktu dari sekian aktivitas yang kita lakukan selama ramadhan. Tahu mana yang perlu diprioritaskan mana yang perlu dikesampingkan.

  3. Wah iya tuh, dulu waktu SD sampe SMP ada buku Ramadhan, terus kalo abis taraweh rebutan tanda tangannya si penceramah. Hahaa.

  4. Setiap taraweh di masjid di dekat tempat tinggal saya, memang ada beberapa anak kecil yg membawa jurnal ramadhan. Mereka akan meminta tanda tangan ke imam setelah shalat witir selesai…. Sayangnya, ketika shalat berlangsung, mereka sering berisik sehingga agak mengganggu jamaah lain….

    Oh iya, terima kasih banyak karena sudah diingatkan. Salam kenal 🙂

    • harusnya kalo orang dewasa gak usah minta tanda tangan, cuma buat catatan pribadi aja, dan tentunya tak akan berisik seperti anak2 kan? hehe

  5. semoga bisa terus meningkatkan ibadah sampai akhir ya mas..
    setuju, sepertinya dengan ada jurnal target kita akan lebih teratur
    walaupun terkadang kita sudah membuat target2 dipikiran sendiri
    tapi tetap menuliskannya lebih baik…

    mksh sudah mengingatkan🙂

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s