Saya Bukan Teroris

Bismillah,

Izinkan saya ketawa kecil terlebih dahulu (_hihihi_)

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah oleh kalian kebanyakan dari persangkaan (zhan) karena sesungguhnya sebagian dari persangkaan itu merupakan dosa.” (Al-Hujurat: 12)

Jangan berprasangka buruk terhadap ciri fisik seseorang, bukannya sebagian prasangka itu dosa? lebih baik tanya terlebih dahulu kepada yang bersangkutan agar semuanya jelas. Sehubungan dengan saya, maka tak perlu bertanya, mari saya jelaskan sambil ngopi  atau nge-teh di warung blogger.

Perubahan penampilan itu wajar saja, terlebih bagi orang yang sudah lama tak kita lihat. Tapi ternyata tidak semua beranggapan “wajar”, sebab ada beberapa perubahan penampilan yang membuat orang lain merasa tidak wajar. Seperti perubahan penampilan saya ini. Perubahan itu adalah tumbuhnya lihyah. Masih ingat apa itu lihyah kan? :mrgreen: (yang belum tahu bisa browsing sama mbah gugel)

Ceritanya begini:

Saya ini seorang perantau, hanya pulang sekali dalam setahun. Maklum saja jika banyak yang membicarakan penampilan, terutama dalam keluarga saya, sebagai orang yang paling dekat. Padahal sepertinya, perubahan tumbuhnya lihyah saya tidak terlalu drastis, tahun lalu juga sudah ada. Namun, yang namanya di desa terpencil nan jauh dari kota sehingga masuknya pengaruh dari luar sangat lama, jika sudah meracuni pikiran maka keluarnya akan sulit. (Hehehe..susah amat bahasanya)

Di kampung saya, Tunsa, orang yang memelihara lihyah panjang adalah teroris. Dan itu sudah meng-akar dalam benak mereka, tidak akan berubah meski sudah dijelaskan, kecuali mereka sendiri yang menemukan kebenaran dari penjelasan saya. Ya, saya dianggap teroris di kampung karena memelihara lihyah. Saya hanya tersenyum kecil sambil berguman dalam hati “orang yang aneh :lol:”. Apakah teman-teman juga merasa aneh? Jadi sekarang siapa yang aneh? Saya, Anda, atau orang di kampung saya? :mrgreen:

Sekali lagi, sesungguhnya tidak selalu teroris itu berjenggot, dan bukan berarti yang berjenggot itu adalah teroris. Perlu bukti? hehe.. tenang sodara-sodara, jangan khawatir. Silakan lihat di sini. Masih ingatkah anda akan peristiwa yang mengguncang nusantara pada Minggu (25/9) lalu?  Kota Solo heboh karena ada salah satu peristiwa lama yang kembali terulang, BOM bunuh diri. Eit, kembali ke tema saya, saya hanya akan mensoroti wajah dari pelaku, anda tentu sudah lebih pandai membedakan.

Bagaimana dengan wajah pelaku? Apakah dia memelihara lihyah? TIDAK kan? 😀 Sama halnya dengan pelaku bom bunuh diri yang sebelumnya, TIDAK memelihara lihyah.

Baik, jika ada yang beranggapan “Ah, itu kan eksekutornya bukan BOS-nya” maka saya akan jawab, bagaimana dengan gambar yang ada di sini. Itu bos-nya, bisa lihat gambar-gambar bunglon-nya yang mengubah-ubah penampilan dengan mencukur habis lihyah kan? Itu artinya, dia, bukan “pemelihara” lihyah, tapi karena memang sudah asalnya tumbuh, berarti artinya dia memang tidak menginginkannya.

Hehe..Saya hanya bisa menjelaskan sampai tahap itu, jika masih ada yang menganggap seorang yang berjenggot dan bercelana setinggi betis adalah teroris maka terserah anda :D. Intinya Saya Bukan Teroris dan tidak akan jadi teroris, itu hal yang konyol!!

—–Note—–

Lihyah ada di dalam agama, silakan merujuk di sini dan sini

Iklan

45 responses to “Saya Bukan Teroris

  1. baca Arikelnya …
    Ingat Film Bollywood yang judulnya “My Name Is Khan” ..
    di Film itu tokoh utamanya mengatakan pada Presiden Amerakika ..
    “My Name is Khan, I’m Not Terorist” ..
    Khan nunjukin bahwasannya umat Islam bukanlah Teroris seperti yang meraka katakan …

    Nice Post ^_^

  2. Waaah…yg sabar ya Ri, lama2 jg mereka cape sendiri laaah 😉
    Dan semoga anggapan lihyah = teroris itu segera hilang di masyarakat kita, karena memang analisa yg aneh buanget 😛

  3. Betul Ri …
    Do not judge the book by it’s cover …
    Do not judge the person by their performance …

    Lihat tingkahnya …
    Lihat pemikirannya …
    Lihat karyanya …

    Salam saya Ari …

  4. yah entah bagaimana dengan mindset masyrakat sekarang…ada sekumpulan saudara muslim saja yang memakai baju kokoh dan berjenggot, dikiranya diskusi teroris..astagfirullah…
    mungkin ini karena memang ada beberpa oknum yang sengaja membuat islam seperti ini..

      • mungkin Karena memang agama sudah asing. lihyah ma cadar sudah bisa dihitung jari,,tiba- tiba ada satu atau dua orang teroris yg berpenampilan seperti itu (padahal mungkin cuma kedok) yang teroris, jadi deh cacat semuanya.. mungkiiiin..hehe 😛

  5. Semoga masyarakat kita yang notabene adalah muslim semakin belajar tentang sunnah dan bisa bangga akan islam

  6. kalo ga salah menumbuhkan jenggot tuh salah satu sunah Nabi SAW ya?
    Om saya pernah bilang begitu, soalnya jenggotnya sering dihina sih.hhehehehee..*dikatain kambing gitu*
    jadi ingat film My Name Is Khan..
    I’m not a terorist
    😉

    salamkenal!

  7. begitulah….masih ada saja org2 seperti itu…jadi ingat temenku yg mau ke riau kemaren juga marah2 dipriksa lama di bandara hanya karena namanya yg khas muslim walau tak berjenggot sedikitpun! 😦

  8. memelihara jenggot itu kan sunnah kan mas?? saya sih enjoy2 aja dengan cowok yang memelihara jenggotnya, asalkan rapi dan enak dipandang mata.. ayah saya juga termasuk pria yang suka memelihara jenggotnya, bahkan dulu saking senangnya dengan jenggot sampe jadi brewok segala.. (jenggot sama brewok sama kan?? :D)

    besok2 kalo pulang mas bilang gini, “My name is Tunsa and I’m not a terrorist”.. hehe

    • hahaha…korban bolywood…
      saya is saya, yang sedang belajar menuju hakikat kehidupan yang sesuai tuntunan. insya Allah bukan jalan saya memberontak kepada pemerintah, apalagi sampai bunuh diri yang kata mereka adalah “jihad” beuuhh..mudah2an kita bisa menghindari hal2 demikian. amiin

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s