[Gempa] Bali Berguncang

Siang sendu itu keadaan lalu lintas depan toko cukup lancar. Lengang, seperti siang-siang biasanya. Saya sedang duduk santai menghela nafas sejenak setelah meletakkan botol minuman yang baru saya teguk. Sementara itu orang-orang disekitar saya beraktivitas seperti sedia kala, ada yang sedang menghitung uang, ada juga yang masih mengisi parfum.

Seketika datanglah sebuah truk yang memuat air minum mineral kemasan galon melintas di depan toko. Brrrggrr…. Ku lihat ke arah truk itu dengan tampang penasaran:

“Wah..hebat bener truk itu, baru bawa galon segitu aja getarannya sampai ke sini”

Saya masih belum sadar jika kala itu sedang terjadi gempa bumi. Setelah sekian detik baru saya “ngeh” getaran segede ini saya yakin bukan dari hentakan roda truk yang terkena jalan berlubang, semantara kaca belakang tempat duduk saya pun berguncang keras. Saat itu yang terbesit hanya “lari”. Saya langsung mengawali lari dari dalam ruangan dengan disusul oleh teman-temanku.

Alhamdulillah…tak ada korban jiwa, dan tak ada kerusakan yang parah, hanya plafon gedung tua “bekas” bank di depan toko sedikit rusak (memang sudah rusak sebelum gempa). Meskipun demikian, gempa terbesar yang saya rasakan selama berada di Bali itu cukup mengagetkan banyak orang, terutama saya.

Sesaat setelah kejadian, masih banyak kerumunan orang masih berada di luar ruangan, takut terjadi gempa susulan. Tepat pukul 11.20 wita semua sudah kembali normal, dan mulai beraktivitas kembali.

Rupanya benar terjadi gempa susulan, sore harinya sekitar jam setengah 4, saat itu saya tak merasakannya karena sedang mandi. Memang lebih kecil dari gempa siang harinya. Alhamdulillah semuanya baik-baik saja, keadaan bangunan sekitar saya tak mengalami kerusakan. Kerusakan yang paling parah adalah berada di dekat sumber gempa, yaitu Nusa Dua – Bali. Banyak bangunan yang roboh sehingga mengenai orang yang ada di dalamnya.

Saya masih merasa “deg-degan” sampai malam harinya. 6.8 SR cukup membuatku kaget.Begitu pula dengan anak-anak sekolah, semua siswa sekolah dibubarkan karena para siswa ketakutan. Maklum, ada beberapa sekolah yang roboh atapnya dan mengenai siswa sehingga harus dibawa lari ke rumah sakit Sanglah. Hari itu, ternyata bukan hanya dua kali gempa mengguncang Bali, tapi 10 kali. Dan yang bisa dirasakan getarannya sebanyak 2 kali.

Untung saja gempa 13 Oktober 2011 lalu tidak berpotensi terjadi Tsunami (berdasarkan BMKG Pusat), Fiuuuhh..tak kebayang deh jika Tsunami menerjang, na’udzubillah (kita berlindung dari hal demikian). Pulau kecil ini bisa tenggelam.

Berikut ini beberapa gambar kerusakan yang terjadi pada gempa Bali kamis 13/10 lalu:

 

Iklan

24 responses to “[Gempa] Bali Berguncang

  1. syukur ya gg jatuh korban jiwa 🙂
    wow sampai 10x kali begitu :O waktu ngerasain gempa kecil aja saya mah udah kepikiran mati gara2 terlalu lambat ambil keputusan untuk lari #aneh kan

  2. Ari …
    Alhamdulillah … Ari tidak apa-apa … Dan tidak ada korban yang berarti …
    Namun demikian … kejadian ini membuat kita untuk selalu waspada … sehingga kita senantiasa siap …

    Salam saya Ari

  3. Alhamdulillah tak ada korban jiwa ya. Waktu tinggal di Bengkulu dulu sering banget terjadi gempa, untung tak ada yang hebat sampai bunda pindah dari sana

    • bengkulu sering gempa ya bun? saya di bali alhamdulillah baru beberapa kali mungkin 3 kali, tapi tetep saja mendebarkan…smoga tak kan kejadian lagi yang parah

  4. mudahan ga ada lagi gempa susulan, paling tidak,, kita bisa berhati -hati..
    mudahan kejadian ini membuat kita makin berusaha mentaati Allah..ini sudah cukup jadi peringatan buat kita..

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s