Menyambut Bulan Dzulhijjah

Bismillah,

Tak terasa sudah dua hari ini lewat dari bulan Dzulqo’dah, artinya sekarang kita telah memasuki hari kedua bulan Dzulhijjah (sumber). Bulan kegembiraan umat Islam yang didalamnya ada syiar besar agama ini yaitu Hari Raya Kurban atau Idul Adha beberapa hari mendatang. Menyembelih hewan kurban adalah salah satu ibadah umat Muslim yang dilakukan setiap satu tahun sekali dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Sang Khaliq.

Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan besar yang didalamnya terdapat keutamaan terutama pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Hendaknya kaum muslimin menjadikan sepuluh hari pertama bulan ini dengan memperbanyak ibadah. Alhamdulillah hari raya kali ini insya Allah umat muslim Indonesia akan merayakan secara bersamaan pada hari Ahad, 6 November 2011 sebagaimana hasil sidang Itsbat dari Kemenag dalam penentuan awal bulan Dzulhijjah kamis (27/10) lalu.

Namun sayangnya banyak diantara kita yang biasanya menyia-nyiakan waktu-waktu tersebut dengan tidak memperbanyak mengingat Allah Azza wa Jalla. Keutamaan yang bisa kita dapatkan hanya lewat begitu saja, kita sia-siakan. Berikut ini saya sampaiakan beberapa hal yang hendaknya dilakukan oleh umat Muslim dalam menyambut bulan Dzulhijjah dan apa yang layaknya kita tinggalkan.

a. Shalat 

Disunnahkan bersegera mengerjakan shalat fardhu dan memperbanyak shalat sunnah, karena semua itu merupakan ibadah yang paling utama. Dari Tsauban radiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda : Hendaklah kalian memper-banyak sujud kepada Allah, karena setiap kali kamu bersujud, maka Allah mengangkat derajat kamu, dan menghapus kesalahan kamu. Hal tersebut berlaku umum di setiap waktu.

b. Shoum (Puasa)

Karena dia termasuk perbuatan amal shaleh. Dari Hunaidah bin Kholid dari istrinya dari sebagian istri-istri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam, dia berkata: Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam berpuasa pada tanggal sembilan Dzul Hijjah, sepuluh Muharram dan tiga hari setiap bulan (Riwayat Imam Ahmad, Abu Daud dan Nasa’i).
Imam Nawawi berkata tentang puasa sepuluh hari bulan Dzul Hijjah : “ Sangat di sunnahkan “.

c.Takbir, Tahlil dan Tahmid.

Sebagaimana terdapat riwayat dalam hadits Ibnu Umar terdahulu : Perbanyaklah Tahlil, Takbir dan Tahmid pada waktu itu.

Imam Bukhori berkata: “Adalah Ibnu Umar dan Abu Hurairah radiallahuanhuma keluar ke pasar pada hari sepuluh bulan Dzul Hijjah, mereka berdua bertakbir dan orang-orangpun ikut bertakbir karenanya“, dia juga berkata: “ Adalah Umar bin Khottob bertakbir di kemahnya di Mina dan di dengar mereka yang ada dalam masjid, lalu mereka bertakbir dan bertakbir pula orang-orang yang di pasar hingga Mina bergetar oleh takbir“. Dan Ibnu Umar bertakbir di Mina pada hari-hari tersebut, setelah shalat dan di atas pembaringannya, di atas kudanya, di majlisnya dan saat berjalan pada semua hari-hari tersebut. Disunnahkan mengeraskan takbir karena perbuatan Umar tersebut dan anaknya dan Abu Hurairah radiallahuanhuma.

Maka hendaknya kita kaum muslimin menghidupkan sunnah yang telah ditinggalkan pada masa ini, bahkan hampir saja terlupakan hingga oleh mereka orang-orang shalih, berbeda dengan apa yang dilakukan oleh salafussalih terdahulu.

d. Puasa hari Arafah.

Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak pergi haji, sebagaimana riwayat dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bahwa dia berkata tentang puasa Arafah: Saya berharap kepada Allah agar dihapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya (Riwayat Muslim)

e. Keutamaan hari raya kurban (tgl 10 Dzul Hijjah).

Banyak orang yang melalaikan hari yang besar ini, padahal para ulama berpendapat bahwa dia lebih utama dari hari-hari dalam setahun secara mutlak, bahkan termasuk pada hari Arafah. Ibnu Qoyyim –rahimahullah- berkata: “ Sebaik-baik hari disisi Allah adalah hari Nahr (hari raya qurban), dia adalah hari haji Akbar “, sebagaimana terdapat dalam sunan Abu Daud, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: Sesungguh-nya hari-hari yang paling mulia disisi Allah adalah hari Nahr, kemudian hari qar.

Hari Qar adalah hari menetap di Mina, yaitu tanggal 11 Dzul Hijjah. Ada juga yang mengatakan bahwa hari Arafah lebih mulia dari hari Nahr, karena puasa pada hari itu menghapus dosa dua tahun, dan tidak ada hari yang lebih banyak Allah bebaskan orang dari neraka kecuali hari Arafah, dan karena pada hari tersebut Allah mendekat kepada hamba-Nya, kemudian Dia membanggakan kepada malaikat-Nya terhadap orang-orang yang sedang wukuf.

Yang benar adalah pendapat pertama, karena hadits yang menunjukkan hal tersebut tidak ada yang menentangnya sama sekali. Namun, apakah dia lebih utama atau hari Arafah, hendaklah setiap muslim baik yang melaksanakan haji atau tidak berupaya sungguh-sungguh untuk mendapatkan keutamaan hari tersebut dan menggunakan kesempatan sebaik-baiknya.

(Dinukil dari فضل عشر ذي الحجةأحكام الأضحية وعيد الأضحى المبارك , Edisi Indonesia “Keutamaan sepuluh hari (pertama) Dzulhijjah & Hukum berkurban dan ‘Iedhul Adha yang berbarakah”. Seksi Terjemah Kantor Sosial, Dakwah & Penyuluhan Bagi Pendatang, Pemerintah Saudi Arabia

Mari kita pergunakan hari ini dan beberapa hari ke depan terutama untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya. Mempergunakan hari yang penuh keutamaan semaksimal mungkin agar tidak terlewatkan dengan hal-hal yang sia-sia. Dan jangan lupa ya, bagi yang mau menyembelih hewan qurban tidak diperkenankan memotong kuku atau mencukur rambut sampai hewan qurban disembelih.

Insya Allah saya akan berhari raya di Denpasar, tak ada acara pulang kampung seperti dulu disebabkan karena libur yang pendek 😀

Iklan

21 responses to “Menyambut Bulan Dzulhijjah

  1. semoga kita bisa memperoleh manfaat di bulan yang penuh rahmat ini mbak…dan tak lupa selamat menyambut hari raya idhul adha..

    kalau bisa dagingnya dikirim juga ke makassar yah:D

  2. hehe..puasa ya sampe terbenam fajar donk..jadi sampai maghrib ya..
    itu takbir harusnya setelah masuk tanggal 10 dzulhijjah yaitu setelah sholat maghrib. 😀
    salam

Komen

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s